Jalan-jalan, The moments

one fine cold day in Den Haag

IMG_20170104_123757

It was our one day trip back in January 2017. It was cold and sunny and a bit windy, with a little showers. We enjoyed the trips soooo much. And instantly fall in love with Den Haag. Even Inayah keep saying, can we move to Den Haag? please please please?

Hehe.

Our one day trip was start from  Den Haag Central Station to Binnenhof. Taking a tram, we can always check the tram and bus schedule in here, free wifi is, well I can say almost everywhere. Then we were walking around, enjoying the buildings and views. And we stopped for having short lunch while sitting enjoying the lake scenery.

Then we took tram to Scheveningen, which was actually our main destination. We wanted to ride the Skyview de Pier in Scheveningen. We bought the ticket online here. We used family ticket, it costs 26 euro, for two adults and two children. It is cheaper rather than we buy separated ticket for adult and child.

The skyview ride was amazing! It was clean, comfortable, modern and it looks have pretty good safety haha. There were air conditioner, table for having our food, and emergency button, in case of anything happen! This is very important button ^_*.

We really enjoyed the ride, well a little bit scared of course! haha. The scenery from above is the North Sea and surrounding of Den Haag. Ina and Farza, they were amazed but also to scared to move haha. And inside the box, Ina said something about that we can fall if we move too much and also because of the wind is very strong, and I shut her down! Please please don’t say anything about falling! Haha me too being scared at that time. But overall we love it!

Afterward, we enjoyed ice cream inside de Pier. The place is full of many cafes, small restaurants and some spaces outside with chairs and tables so that we can enjoy the beach view while eating our food. In that cold day, the kids choose ice cream instead of warm chocolate.. hmmppphhh.. well oke.. warm chocolate for ibu and bapak then 🙂

And we also bought patat, as always. Patat is a french fries. It is the Dutchies fast food that we can easily buy anywhere.

Full and happy, alhamdulillah!

Then the kids wanted to running around the beach and touched the water. Ibuuu, why the water is soooo cold? Can I taste it? It is said that sea water is salty, I just wanted to try is it really salty? or is it sweet?

Haha!

Of course I didn’t let them taste the water. The one nearby the beach is not so clean. It is dirty, sandy, and the waves bring a lot of sort of like soapy foam watery.

And as the sun goes down, it is time for us to go back to Enschede.  Bye Den Haag, tot de volgende keer!

Unspoken Words

unspoken words #2

IMG_20170119_121612

masih,

lantunan harapan selalu terucap dalam setiap sujud kami

masih,

menaruh harap pada setiap langkah kaki

masih,

selalu dan selalu merunduk demi melihat yang telah lalu

masih,

selalu dan selalu menatap ke pada biru di atas sana

masih,

selalu dan selalu berharap semoga Langit mendengar

Resep Keluarga Rustanto, The moments

Bubur ayam

IMG_20170430_103839

Berminggu-minggu ini selalu dan selalu kepikiran tentang bubur ayam. Pengennya sih tinggal manggil.. maaang bubur maaaang. Atau ngeeeng naik motor ama PakUban berduaan ke bubur ayam pengkolan. Tapi itu semua hanya mimpi.

Akhirnya dengan mengerahkan segala energi positif, kemauan dan keterpaksaan, maka hari kemarin saya berhasil membuat bubur ayam untuk pertama kalinya. Jadi alhamdulillah tadi pagi kita sekeluarga bisa sarapan bubur ayam. PakUban heboh banget makannya, nambah 2 kali cyiiiiiin yang artinya makan 3 mangkok. Hihi.

Apa? dari kemarin? Iya looooh bikinnya sejak kemarin malam. Jadi yang saya lakukan sejak kemarin adalah,

  1. Merebus ayam untuk diambil kaldunya.
  2. Mengungkep ayam dengan bumbu kuning. Dan airnya dijadikan kuah bubur nya. Bumbunya ayam ungkep komplit: bawang merah, bawang putih, kemiri sedikit, jahe, ketumbar, kunyit, lengkuas, serai dan daun jeruk.
  3. Mengungkep ati ayam. Bumbunya hanya, bawang putih, kemiri dan ketumbar.
  4. Membuat adonan cakue untuk kemudian disimpan dulu di kulkas. Ini resepnya googling dari Cookpad.

IMG_20170430_103337

Dan pagi tadi saya tinggal membuat bubur nya, menyiapkan sambal, daun bawang iris, seledri iris, menggoreng ayam, menggoreng ati ayam dan cakue.

Resep bubur nya saya tidak menggunakan takaran. Hehe pede yah. Tips yang saya pegang adalah dari blog nya mbak diah didi yaitu masak dengan api kecil, dan kalau ternyata airnya kurang tambahkan air panas secukupnya. Dan it works! 

Sungguh lelah membuat bubur ayam ini. Tapi terbayarkan dengan bisa makan bubur ayam tadi pagi. Alhamdulillah.

The moments

Ibu, ciuman bibir yuk

Hapaaaaaaaaaaaahhhhhhh? #pingsan

Kaget banget-bangetan waktu adek bilang begini. Huhuhu. Tapi kita harus acting dong, gak boleh panik, gak boleh kaget, harus tenang, kalem dan biasa aja.

Oh dan by the way, adek umurnya baru 4 tahun.

Sebenarnya saya juga tidak tahu pasti, ini anak tahu atau lihat dari mana. Tapi ya atuhlah di Belanda ini, mereka sering banget liyat orang ciuman bibir secara live :-!

Saya tanya, emang adek mau ciuman bibir? iiih kan kena ludah? dia jawab sambil malu-malu gitu, gak apa-apa ibuuu hehe. huhuhu. Kemudian saya jelaskan dengan singkat padat dan semoga jelas, bahwa ciuman bibir itu bukan untuk anak-anak. Anak-anak tidak boleh dan tidak baik saling ciuman bibir, atau cium bibir orang tuanya atau orang dewasa lain. Orang dewasa pun kalau mau ciuman bibir harus sudah menikah.

Trus ternyata belum selesai, adek masih bertanya lagi, ibu ciuman bibir gak sama bapak?

HUHUHUHUHUHUHUHUHU speechless. Saya tetap dong kalem, gak pakai kaget. Tapi ketawa garing gitu lah saya mah. Saya jawab dengan pertanyaan lagi, adek pernah gak lihat ibu ciuman bibir sama bapak?

Hehehe.

Oh dan belum selesai lagi ternyata. Beberapa hari kemudian, lagi jalan berdua sama adek mau ke Timba. Sambil asyik ngobrol gandengan tangan. Eh dia nanya lagi. Ibuuuu, aku mau nikah ama siapaaa yaaaa? Boleh gak sih anak kecil menikah?

Omooooooooooo. Ibu lelaaaah deeeek.

Lalu saya jawab, anak kecil belum boleh menikah. Ibu juga gak tahu ya nanti adek menikah sama siapa. Tapi yang pasti adek harus pilih menikah sama laki-laki yang baik hati, lembut, yang gak galak, rajin solat, pintar dan sayang sama orang tuanya. #sekalian lah ibu doktrin 😀

Trus sambil malu-malu dia jawab, kali-kali aku nikahnya sama mas A atau B ataauuuu mas C.

Haduuuh haduuuh. Anak jaman sekarang yah.

Semoga ibu bapak selalu bisa membimbing Ina dan Farza untuk selalu menjadi anak solehah, baik hati, pintar, lembut dan beriman. Aaamiiin.

Jalan-jalan, The moments

Suatu hari di Amsterdam

IMG_20170326_182917

Ini adalah trip kita di bulan Maret lalu. Kita mau ketemuan sama teman kuliah saya dulu yang sedang berkunjung bersama suaminya ke Walanda, daaaan mereka bawain titipan saya, yaitu kerudung, teh tarik, milo dan dancow buat anak-anak! Alhamdulillah ^_*.

Dari Enschede kita cuss ke Schipol naik kereta. Dan karena teman saya, mendaratnya pagi pisan yaitu jam 6 pagi, kita udah gak keburu dong ketemuan di Schipol, atuhlah Enschede-Schipol itu 2.5 jam sajaaaa.. dan karena kita tentu saja bawa unyils, susah kalau mau diminta bangun pagi bangeets gitu.. haha alasan, padahal ibu nya juga suka kebluk kalau bangun hehe. Dan itu adalah hari minggu, bis di Enschede baru ada di atas jam 8. Jadi ya sudah kita naik kereta yang jam 10.46 atau 11.46 gitu.

Sampai Schipol kita santai dulu, buka bekal, ke toilet. Trus beli one day ticket untuk keliling amsterdam. Ini tiket asyik deh, bisa lihat di sini untuk detilnya. Jadi ini tiket bisa kemana aja seputaran Amsterdam, berlaku seharian, tidak berlaku untuk kereta (jadi hanya bis dan trem), harga 7.5 euro untuk dewasa dan 2.5 euro untuk anak-anak. Penggunaanya persis seperti OV Chipkaart, kita harus check in dan check out. Simpel deh!

IMG_20170326_134140
buka bekal dan emam es krim dulu di Schipol
IMG_20170327_111110
one day ticket

Di Schipol dapat kabar dari teman saya, kalau mereka masih di Volendam. Jadi sudahlah kita mau solat dulu. Trus kata suami, kita solat ke Mesjid Indonesia aja yuuuk. Namanya Eromuslim, dan lokasinya di sini. Ternyata lumayan jauh juga dari Schipol. Alhamdulillah pas lagi antri bis, kita ketemu seorang ibu dari Indonesia, yang ternyata juga lagi mau solat ke mesjid Eromuslim. Dan beliau sudah puluhan tahun tinggal di Amsterdam. Alhamdulillah. Jadi kita ngintil aja lah ama ibu nya hehe. Duh lupa pula namanya siapa. Kita naik bis, agak jauh  gitu. Trus turun, ganti trem no 17. Dan tinggal jalan kaki sedikit ke mesjidnya.

Dari luar tidak tampak seperti mesjid sih. Lebih seperti apartemen biasa. Tapiiii begitu kita buka pintunya.. jeng jreeeeng.. rameeee dan luaaaaas bangeeet. Nah kebetulan hari itu adalah hari minggu siang, dan mesjidnya ruaaameeeee bangeeet, karena banyak anak-anak yang sedang TPQ. Dan tidak hanya anak-anak dari warga Indonesia saja sih.

Seru deh mesjidnya. Ada jualannya segala, dari yang bisa saya amati, ada gula jawa, kerupuk dan snack Indonesia. Katanya di dapurnya juga jualan makan siang sebenarnya. Duh sayang kita gak sempat foto sama sekali di mesjid ini. Riweuuuuh ruameeee.

Pas saya sudah selesai solat, dan pamitan sama ibu yang tadi mengantar kita, saat saya menuju tempat jaket, ada yang menyapa saya.

  • :Ibu, maaf, ibu Arin bukan?
  • :Iya bu, saya Arin bu. Ibu?
  • :Saya, ibunya A bu, murid ibu. Saya tadi sekilas dengar suara ibu. Dan saya kenal suara ibu kalau sedang mengajar ^_^

Hehehehehehehe.. ternyata ada murid PJJ SIN yang juga TPQ di sini. Memang A ini tinggalnya di Amsterdam.

OOOOh ternyata suara saya dikenaliiiiiii ^_*. tes tes tes 1 2 3 tes tes tes .. #kibasmikrofon

Naaah selesai dari solat ini, pas kita mau naik trem lagi, eeeh eeeh di samping gedungnya ada kermis dong. Eaaaaa. Ya tentu saja duo unyils ini keukeuh minta naik kereta ulet. Well well baiklaaaah.

Sesudahnya, kita naik tram yang no 17 lagi untuk menuju ke Amsterdam Centraal. Karena kita janjian sama teman saya untuk canal cruise, dan teman saya sudah beli tiketnya sejak di Indonesia, padahal sih kita bisa gampang banget beli di tempat. Dan karena mereka sudah beli dari Indo, maka kita harus ikut beli tiket di tempat yang sama.

Ternyata yaaah, naik tram nya lamaa, jauuuh, penuuuh.. dan adek pun lemaaas. Mulai mabok. Pusing dan mual. Ngenes banget lah  pokoknya. Begitu sampai di Amsterdam Centraal langsung menuju gerai Kios K beli teh hangat, dan ke gerai Smullers beli patat. Trus duduk santai dulu. Dan berkabaran sama teman, kalau kita habis selesai makan langsung mau cusss ke tempat canal cruise nya.

Selesai makan, kita naik tram lagi untuk menuju ke Blue Boat Company. Beuuh sempat kena omel lah ama PakUban, gegara keburu-buru cek musti naik tram no berapa, dan walhasil salah naik tram. Huhu. Trus PakUban lah yang cek lagi musti naik tram no berapa. Sampailah kita di lokasi. Dan masih musti jalan dulu. Dan teman saya beserta suaminya sudah menunggu.

Seruuuu! Ketemu teman lama yang sudah 15 tahun lebih gak ketemu. Plus dapat teh tarik, milo, dancow dan juga gudeg kalengan oh dan kerudung! Harta Karun maaak!

Canal cruise nya asooiii banget. Suhu memang dingin sejuk sekitar 12 derajat pada hari itu, tapi matahari ceraaah banget, langit biruuuuu. Jadi maksimal banget canal cruisenya. Jadi kita bisa keluar dari kapal, dan santai duduk di belakang. Suka banget!

Selesai canal cruise, kita naik tram ke Rijksmuseum. Hihi pepotoan dooong di IAmsterdam itu. Ah tapi susah fotonya, penuuuh orang. Ya sudahlah. Jadi kita duduk-duduk santai dekat kolamnya. Anak-anak mainan sama PakUban di playground yang gak jauh dari situ.

Dan karena sudah mulai malam, dan kita harus kembali ke Enschede, 2.5 jaaam cyiiin. Dan besok anak-anak sekolah. Jadi gak boleh kemaleman. Jadiiii kita pulang dulu yaaaa ke desa Enschede tercintah

❤❤Alhamdulillah hari ini sangat-sangat menyenangkan ❤❤

Unspoken Words

Unspoken words #1

Jadi begini,

Mendidik anak itu kan sangat tidak mudah ya. Banyak sekali tantangannya. Salah satu hal yang saya pelajari dari keseharian, dari bebukuan, juga dari mengobrol dengan beberapa teman adalah JANGAN MERENDAHKAN ANAK!

Jangan menghina anak. IIIhhh kamuuuu gitu aja gak bisa! Iiiih lihat tuuuuh si A pinter banget ngajinyaaa, kamu mah maleees! IIh kamuu ya gak bisa bacaaa! misal begitu. Jangan yaaah.

Tentu saja sebagai orang tua, saya sangat menjaga hal ini. Saya dan suami sangat sepakat bahwa membuat anak nyaman belajar, nyaman bersikap, nyaman berkehidupan adalah salah satunya dengan tidak MERENDAHKAN atau membandingkan mereka dengan anak lain. Hanya karena mereka masih kecil dan belum tahu banyak hal.

Tapi apa yang harus kita lakukan jika yang melakukan hal tersebut adalah ORANG DEWASA LAIN? Ya tentu saja, saat saya melihat mendengar langsung seorang wanita dewasa merendahkan anak saya hanya karena dia belum bisa membaca dan membandingkan dengan anaknya yang sudah bisa membaca.. dengan kata-kata yang sangat menghina dan merendahkan..  mak nyeees di hati saya. Retak. Pecah hati saya. Saat hal tersebut berlangsung saya tidak bisa berbuat banyak, karena saya pun berusaha menahan emosi dan menjaga bicara saya (karena saya emosi) supaya tidak menyinggung sang wanita dewasa tadi.

Sesaat sesudah kejadian tersebut, saat saya punya waktu berdua dengan anak saya. Saya raih dia dan saya peluk. Saya menangis. Dia tidak tahu apa-apa. Dia bertanya, kenapa ibu ada air matanya? Saya peluk dia, lamaaaaa. Kemudian saya jelaskan, bahwa apapun kata orang, Ibu tetap bangga sama kamu. Ibu minta maaf karena sering tidak sempat mengajarimu membaca. Kemudian dia menjawab dengan polosnya, aku sebenarnya udah diajarin baca bu, tapi hurufnya belum banyak, dan aku belum pintar aja bacanya.

Dan saya peluk dia lagi, lamaaaaaa. Saya sedih sekali. Saya mempertanyakan terus dalam pikiran, kenapa? kenapa seseorang dengan tingkat agama dan kedewasaan yang tampak jauh lebih tinggi bisa dengan begitu mudahnya merendahkan seorang anak kecil. Anak kecil loh, umur 5tahun.

Dan ini sebenarnya bukan kejadian pertama, saya sering sekali mendengar langsung bagaimana beliau “menghina” anak dari orang tua lain.  Mungkin sudah sikapnya ya. Dan saya pun bukan siapa-siapa yang bisa merubah sikapnya.

Dari sini dan dari buku parenting yang saya baca, iya bahwa memang bukan bagaimana kita “membela” dan atau “melindungi” anak kita setiap saat, tapi adalah bagaimana kita mempersiapkan mereka menjadi anak-anak yang berhati kuat namun juga memiliki hati yang lembut, yang mampu berempati dan simpati terhadap orang lain.

Karena toh tidak selamanya kita bisa berada di dekat mereka, bisa menjaga mereka. Dan iya hanya doa yang bisa selalu kita lantunkan untuk segala kebaikan mereka di dunia dan akhirat kelak.

Catatan untuk kita sebagai orang tua, jangan pernah merendahkan anak kita dan apalagi anak orang lain. Setiap anak unik atas dirinya.

Update

Baru tahu hari kemarin. Ternyata anak saya juga udah bisa baca, ibunya aja yang gak tahu huhuhu. Jadi karena saya penasaran. Saya tanya serius tentang membaca ini. Dan kebetulan kita punya semacam permainan kartu berbahasa Belanda, dengan kata-kata sederhana. DAN TERNYATA DIA BISA BACA! Namun terbatas baru kata yang terdiri dari 3-4 huruf saja, dan berbahasa Belanda.

Setelah saya tanya detil tentang bagaimana dia diajarkan membaca di sekolah, oh ternyata dengan menggunakan sistem phonic. Dan memang bertahap yah. Jadi saya sampai cek dan ricek bahan-bahan pelajaran sekolahnya yang sering dibawa pulang, kemudian dari raport juga. Saya sampai pada satu kesimpulan, tentu saja pihak sekolah lebih tahu kapan anak mulai diajarkan membaca dan dimulai dari tahap apa dulu. Jadi abaikan abaaikaaaaaaan omongan orang!

#ibumelow

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Nasi Panggang

IMG_20160721_141645
nasi panggang isi tuna pedas dengan daun pisang yang tidak dioles minyak, tampak kering

Ini adalah salah satu menu yang cukup sering muncul di katering saya. Dan juga banyak yang sering pesan untuk berbagai acara, alhamdulillah.

Inspirasi utama menu ini adalah tetangga mamah saya nun jauh di Solo sana. Ya ampun itu yah tetangga mamah buka warung makan namanya Mareme. Salah satu menunya nasi panggang isi jamur tiram, dimasak manis gitu dan atau isi ikan teri pedas. Enaknyaaaa poooool. Tapi ini menu mahasiswa, jadi porsi sedikit dan harga super murah. Saya mah makan satu bungkus tak pernah cukuuuuup hehe.

Lanjut yah. Nah kembali ke Belanda, saya tentu saja pengen dong menjadikan menu ini menjadi menu katering. Tapi oh ya tentu saja bisa memasak menu ini mah bukan sulap yah buat saya. As always penuh dengan eksperimen dan kesalahan haha. Dari mulai nasi yang kering, nasi yang kurang matang, kurang bumbu, daun pisang pembungkusnya yang kering banget. Apalagi kalau yang pas terima pesanan di atas 50 porsi.. duuuh suka adaaa aja masalahnya huhu.. dari tetiba daun pisang gak cukup.. eh nasi aronnya bawahnya gosong lah.. haha ada-ada aja deh.

Mohon maaf yaaah kepada para pelanggaaaan.. >'<

Namun setelah beberapa kali mencoba, dari mulai untuk makan sendiri, menu katering, kemudian jualan di bazar dan untuk pesanan, lama kelamaan saya bisa mendeteksi, dimana letak kesalahan saya. Kenapa kadang enak pas sempurna rasanya, etapi dilain hari aneh gak karuan. Dan berikut adalah tips hasil dari eksperimen memasak menu nasi panggang inih:

  1. Untuk pertama kali mencoba resep, jangan coba-coba memodifikasi. Sesuai saja dulu persis plek ser sama resepnya. Kenapa? karena berdasar pengalaman saya, saat pertama dan sudah memodifikasi, biasanya suka gagal aja tuh :p
  2. Untuk porsi yang dimakan sendiri sekeluarga, minimal 4 orang lah. Cukup gunakan rice cooker saja. Kenapa? praktis. Gak usah mengaron dan mengukus. Hemat waktu. Namun, kalau menggunakan rice cooker seperti saya, yang kecil gitu, sesekali buka tutupnya dan aduk-aduk. Supaya rata aja bumbunya.
  3. Ketika memasak tanpa rice cooker, yang artinya biasanya untuk porsi banyak yah. Pastikan santan sudah mendidih, dan rasa bumbu sudah pas. Baru setelahnya masukan berasnya. Kenapa santan harus mendidih? kalau santan belum mendidih, kelamaan ngaduk berasnya apalagi kalau sekali masak porsi banyak, pegel loh, dan berpotensi kita malas ngaduk, walhasil bawahnya gosyooong. Trus kenapa bumbunya harus udah pas dulu? Kebayang lah nambahin garam/bumbu lain pas beras udah masuk, serius deh berasa gak bisa pas bumbunya.
  4. Dan saat memasak nasi sebelum dikukus, pastikan air nya itu takarannya benar! Karena kalau takaran salah, dan nasi tidak pulen, sungguh menyesal lah pokoknya. Makan sambil ngomel aja jadinya.
  5. Bersihkan daun pisang sebelum digunakan dengan tisu atau lap bersih. Potong-potong dulu sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian, oles bagian dalamnya dengan minyak goreng dengan kuas. Sedikit saja, cukup untuk melapisi daunnya dan nasi saat dipanggang tidak terlalu kering.
  6. Saya memanggang menggunakan oven, dan itu kurang oke hasilnya. Jadi saya sekarang kalau memanggang menggunakan teflon yang sudah dioles minyak goreng. Tidak perlu terlalu lama memanggangnya. Pastikan teflon sudah panas, panggang masing-masing sisinya kurang lebih 2 menit saja sudah cukup membuat daun gosong dan mengeluarkan aroma syedap.
  7. Nah untuk pengiritan daun pisang, karena di sini harus menggunakan daun pisang beku dan hanya ada di toko asia, saya sering membungkusnya dengan alumunium foil. Jadi selembar alumunium foil, beri selembar daun pisang secukupnya, tata nasi dan isinya, kemudian lipat dan bungkus. trus panggang. Hasil oke aja sih sejauh ini. Tapi kekurangannya adalah aroma daun gosongnya ya jadi tidak ada.
  8. Oh dan jangan lupa, sesudah dilipat dan dibungkus rapi, DIKUKUS dulu loh yaaaa.. jangan langsung dipanggang.

Delapan tipsnya uuuuy.. semoga bermanfaat yaaah!

Saat mau menuliskan resep nasi panggang ini pun lamaaa banget mikirnya saya. Hehe. Lumayan ribet soalnya, menurut saya sih. Resep dasar nasinya dulu pertama kali saya lihat di NCC. Nah selanjutnya saya beberapa kali memodifikasi dan membuat dengan resep lain. Kalau yang di NCC itu nasinya dibumbui santan, bawang merah goreng dan cabe merah goreng, rasanya ringan dan gurih. Pernah juga saya membuatnya dengan santan dan sambal goreng. Sambalnya ini beneran sambal goreng tomat komplit gitu. Rasanya lebih nendang sih menurut saya.

Untuk isinya, selama ini saya hanya pernah membuat dengan dua varian saja, yaitu tuna pedas dan ayam jamur. Tuna pedas bercitarasa pedas, sementara ayam jamur bercitarasa manis gurih.

Cusss lah ya ke resepnya.

Nasi Bakar ala Keluarga Rustanto

Bumbu nasi pedas:

  • 2 siung bawang merah besar (setara 8-10 bawang merah Indonesia)
  • 5 siung bawang putih
  • 2 buah cabai besar
  • 5 buah cabai rawit merah (cabai rawit beku di sini, edun lah pedasnya, 5 aja cukuuup)
  • 1/2 buah tomat

–> goreng semua bahan, kemudian blender. Sisihkan, untuk kemudian dicampur kan pada santan yang sudah mendidih

Bumbu nasi santan gurih:

  • 2 buah bawang merah besar, iris halus, goreng
  • 3 buah cabai merah besar, iris halus, goreng

–> sisihkan, untuk kemudian dicampur kan pada santan yang sudah mendidih

Bahan nasi:

  • 500 gram beras
  • 700 ml santan
  • 1 batang serai
  • 2 daun salam
  • 2 daun jeruk
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt merica

–> Cuci bersih beras. Sisihkan.

–> Masak santan, serai, daun salam, daun jeruk sampai mendidih. Masukan garam, gula, merica dan bumbu nasi (silahkan pilih mau yang bumbu nasi pedas atau bumbu nasi gurih. Biarkan mendidih. Masukan nasi. Aduk rata terus menerus sampai air terserap. Sisihkan.

Resep isian nasi panggang ala Keluarga Rustanto

Tuna Pedas

Bahan:

  • 2 kaleng  tuna, setara 400 gr  (saya pilih dalam rendaman minyak zaitun. Pada dasarnya bebas ya, mau tuna kaleng atau tuna segar)
  • 1 buah bawang bombay, iris halus
  • 5 siung bawang putih, iris halus
  • 2 cabai merah besar, iris menyerong
  • 10 buah cabe rawit, iris menyerong
  • 1 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 6 sdm kecap manis

–> Tumis bawang bombai, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit sampai harum mewangi, masukan tuna. Tambahkan garam, gula dan kecap manis. Aduk rata. Masak kurang lebih 5 menitan lagi. Koreksi rasa. Rasanya itu maniiiis tapi pedaaaas. Dan siap digunakan sebagai isian nasi panggang.

Ayam Jamur

Bahan:

  • 250 gr dada ayam fillet, potong kotak-kotak kecil
  • 250 gr jamur kuping, iris tipis
  • 250 ml air

Bumbu dihaluskan:

  • 2 buah bawang merah besar
  • 4 siung bawang putih
  • 1 ruas jahe
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdm garam
  • 3 sdm gula pasir

Bumbu tambahan:

  • 1 buah serai, geprek
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 8 sdm kecap manis

–> Tumis bumbu halus sampai harum, masukan serai dan lengkuas. Masukan ayam fillet, aduk rata dengan bumbu, diamkan 5 menit. Masukan air. Masak sampai ayam matang. Masukan jamur dan kecap. Koreksi rasa. Biarkan sampai air terserap habis. Dan siap digunakan sebagai isian nasi panggang.

Panjang yaaah.. lelaaaah.. hehe. Setelah semua siap, yuk mari kita tata nasi di daun pisang, isi dengan isiannya, lipat yang rapi, bungkus dan kukus selama kurang lebih 30 menit. Dan kemudian panggang.

Naaaah, kalau buat saya, saat saya membuat nasi panggang bumbu nasi pedas, saya suka isiannya ayam jamur yang manis ini. Dan saat membuat nasi panggang bumbu gurih, saya isi dengan tuna pedas. Tentu saja semua kembali ke selera masing-masing yaaa.

Selamat mencoba!