Budget Life, Enschede

PrijsMepper – Toko murah meriah, your budget solution lah!

Ini adalah sebuah toko di Enschede. Lokasinya di arah pusat Centrum Enschede, di Boulevard 1945, google maps nya disini. Yang menarik dari toko ini adalah SEGALA BARANGNYA DISKON! dan diskonnya gak tanggung-tanggung bisa sampai 70%. Sebenarnya sih barangnya banyak barang dari toko Kruidvat. Nah saya belum menyelidiki nih, kenapa ya si Prijs Mepper ini barangnya bisa jadi murah semua. Dari sepenglihatan saya, tampaknya tak ada yang salah dengan barang-barangnya, semua bagus-bagus aja tuh.

Dan Prijs Mepper ini menyediakan segala kebutuhan rumah tangga, dari mulai peralatan untuk bebersih kamar mandi, perlengkapan mandi, parfum, sabun cuci baju dan para pewanginya, peralatan bebersih dapur dan segala sabun cuci piring. Belum lagi mainan anak, accesories anak seperti ikat rambut, kaca mata hitam, jepit rambut. Ada juga segala peralatan stationery dan juga bahan untuk prakarya. Dekorasi rumah juga ada, peralatan dapur dan peralatan makan juga ada. Plus cemilan, seperti coklat, biskuit, permen, bahkan makanan dan minuman diet juga ada. Apa aja ada you name it lah! Saya sampai agak bingung, karena semuanya tampak ada. Etapi jangan mencari tempe atau tepung atau telur yah di sini.. hehe ya iya atuhlah gak ada.

Gambar di atas adalah bagian dari peralatan mandi. Sederetan ini sedang diskon 25%. Bahkan ya di foto yang kanan bagian bawah, disitu bisa dilihat ada tabel langsung harga sesudah diskon. Jadi misal kita lihat suatu produk yang kita mau, harganya sekian, diskonnya kan 25%, langsung aja liyat di tabelnya jadi harga bayarnya sesudah diskon berapa.

Dan gambar di atas, tuh coba liyat, semua kacamata hitam itu harganya per kacamata cuma 1 euro! Mau kacamata anak, kacamata orang dewasa, sama aja. Saya beli doooong tentunya haha, soalnya emang kacamata saya patah. Pentiiing banget deh kacamata ini kalau summer gini, panasnya silaaauuu. Beliin juga buat Ina, karena punya dia hilang. Yang punya Ina bagus deh, warnanya pink dan kuning, hello kitty gitu.  Dan gambar yang sebelah kanannya adalah asesoris rambut anak-anak, diskonnya 50%! Padahal per item harganya cuma 1-2 euro gitu, euleuh! Kalap, saya beli banyak, buat stok anak-anak. Habis mereka mah pada hilang aja karet dan jepitnya. Berangkat sekolah rapi, pulang sekolah bubar semua, rambutnya terurai, jepit dan karetnya lenyap! Kalau ditanya, gak tahuuu deh! hrrrrrrrr.

Gambar di atas says it all! Dan gambar di bawah ini adalah belanjaan sayaaa doooong

IMG_20160813_173335

Sooooo, Prijsmepper can be one of the solutions for your budget life! Daaan di seberangnya Prijsmepper ini ada juga toko budget yang sangat hits di Belanda ini, yaitu Action! Nanti kita bahas di postingan selanjutya.

Film Favorit

Film “Untuk Rena”

“hanya satu pintaku tuk memandang langit biru, dalam dekap ayah dan ibu”

Lagu Untuk Rena

Itu adalah cuplikan lirik soundtrack dari film “Untuk Rena”. Ini film Indonesia, film lama, buatan tahun 2005. Pemain utamanya Yuda (Surya Syahputra) dan Rena (Maudy Ayunda).

Saya dan anak-anak suka sekali dengan lagu ini dan juga filmnya. Jadi beberapa waktu lalu kami semua menonton film ini melalui Youtube, sampai selesai nontonnya. Film ini bagus buat anak-anak, banyak pelajaran moralnya.

Dari film ini kita bisa mengajarkan kepada anak-anak betapa kita harus bersyukur atas segala apa yang sudah kita miliki. Seperti keberadaan bapak dan ibu, kakak/adik, tempat tinggal, mudahnya mendapatkan air dan makanan. Film ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Rena, yang ditaruh di panti asuhan dengan nama Rumah Matahari oleh Yuda, ayahnya sendiri. Ini dikarenakan Yuda seteres tidak bisa merawat Rena setelah mengalami trauma akibat kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya seluruh keluarga besarnya termasuk ibu dan adiknya Rena.

Jadi film ini menekankan pentingnya arti keluarga, seperti quote yang terkenal itu “family is not an important thing, it is everything”.

Bagus deh film ini, dapat bintang lima deh dari Keluarga Rustanto 🙂

The moments

Rempong Bahagia bersama Barang bawaan anak Balita

Setiap keluarga yang punya anak balita, pasti kalau bepergian bawaannya segambreng, seabrek-abrek. Waktu anak saya masih satu aja, minimal saya bawa dua tas. Isinya mah macam-macam. Waktu anak kedua lahir, wah apalagi, segala tas isinya perlengkapan dua anak itu.

Mulai dari perlengkapan ganti pampers, alasnya, tisu basah, baju ganti. Belum lagi waktu mereka sudah lepas ASI, segala bawa perlengkapan bikin susu dot. Susu bubuk, botol, termos isi air hangat. Ditambah segala perlengkapan obat, misal paracetamol, betadine, minyak telon. Belum lagi makanan dan cemilannya. Euleuh pokoknya mah rempong.

Waktu mulai pindah ke Belanda pun sama, tetap bawaannya rempong segambreng tiap mau pergi. Tapi di sini saya tidak memberikan mereka susu bubuk, tapi susu cair UHT plain. Yang bikin susah adalah saat mereka mau ngedot, mereka biasa minum susu dalam keadaan hangat, nah kalau pas lagi di kereta atau di tempat umum susyah kan mau menghangatkan susu. Akhirnya mereka diberi pengertian, kalau dalam perjalanan tidak apa-apa minum susu dengan suhu biasa, dan tidak perlu di dot. Alhamdulillah mereka lama-lama terbiasa.

Naaah sekarang, saat mereka sudah bisa minum susu apa aja, dari mulai susu UHT plain, susu coklat paling hits di sini Chocomel atau segala minuman apa aja, dan alhamdulillah sudah lepas pampers baik pagi siang sore dan malam, yang bikin bawaan saya tetap banyak adalah BEKAL MAKANAN! Karenaaaaa Farza hobi banget makan di perjalanan. Musti komplit bawaannya. Dari mulai makanan berat, makanan ringan alias cemilan, roti isi, buah, minuman segar, air putih.

IMG_20160820_084109

Dan karena Farza anaknya suka gampang mabok dalam perjalanan baik menggunakan pesawat, kereta, bis maupun mobil, jadi saya pun terbiasa membawa perlengkapan tambahan seperti balsem, minyak telon dan plastik (bisa untuk tempat sampah dan tempat muntah Farza), sementara baju ganti, tisu gulung dan tisu toilet memang selalu di bawa.

IMG_20160820_091550

Di Belanda ini, penumpang di dalam bis dan trem dilarang makan dan minum. Tapi kadang banyak juga sih yang melanggar dan tampak didiamkan saja oleh supir bis/trem nya. Namun dulu saya pernah punya pengalaman waktu mau naik bis sama Ina, padahal dia tidak sedang makan, tapi dia memangku kentang goreng, eh di tegur dengan nada galak dong sama pak supir nya: niet eten! niet eten! hrrrr.. ampe kaget dan bingung.

Oh dan sekarang setelah mereka besar dan lepas pampers, satu masalah unik yang muncul adalah saat mereka mau pipis tapi tidak tahu toiletnya dimana. Seperti pengalaman yang lalu kita mencoba naik bis seharian, karena sedang ada tiket bis antar propinsi yang untuk paket satu keluarga. Jalurnya ini dari Enschede-Borculo-Doetinchem-Arhnem. Naah waktu di Doetinchem ini tampaknya stasiunnya baru, dan stasiun kereta yang disampingnya lagi perbaikan, jadi toiletnya tidak tahu ada dimana. Dan Ina kebelet pipis. Ya akhirnya saya keliling stasiun bis nya dan bertemu salah satu petugas bis nya, alhamdulillah diberi ijin masuk kantornya. haaaa legaaaaaa. Alhamdulillah.

Tapi ya gitulah, alhamdulillah rempong tapi menyenangkan, dan akan terkenang selamanya. Ini adalah salah satu momen indah dalam dunia keluarga dengan anak balita 🙂

Resep Keluarga Rustanto

Ikan Acar Kuning

IMG_20160813_192022
Ikan Mackerel (tenggiri) bumbu acar kuning

Masakan ini salah satu masakan mamah yang saya suka. Favorit deh. Well apa sih yang saya tidak suka hehehe. Dulu waktu masih di Indonesia, saya pernah berusaha memasak ini sendiri, dan hasilnya owh tentu saja tidak enyaaaaak hahaha. Waktu itu saya pakai ikan bandeng. Dan memang mamah selalu menggunakan ikan bandeng untuk ikan acar kuning ini.

Waktu dulu itu sepertinya sih terlalu banyak bawang putih, jadi pengar baunya. Naaah waktu pulang ke Indonesia bulan Agustus 2015 lalu, mamah masak ini dong di rumah, ternyata Farza sukaaa banget. Tapi sekembalinya kita ke Enschede saya malah lupa kalau Farza suka masakan ini.

Saya baru membuat dan uji coba masakan ini minggu lalu, itu karena Pak Suami dan saya mencari ide, masakan ikan apa yang enak tapi tanpa cabai. Lah Pak Suami malah ingat, bikin acar kuning ajah! Well, yah sebenarnya tetap pakai cabai sih, tapi kan cabai besar dan hanya diiris, jadi tidak pedas sama sekali. Jadilah Sabtu lalu saya beli ikan mackerel di open markt dan dimasak bumbu acar kuning. Dan hari ini saya membuat lagi untuk kedua kalinya dengan menggunakan fillet ikan tuna. Ah ternyata enakan ikan mackerel (tenggiri). Kalau fillet tuna, asa susah dibikin kering dan kriuk.

IMG_20160818_121648
Ini adalah yang menggunakan fillet tuna

Dan berikut adalah resepnya.

Ikan Bumbu Acar Kuning by KeluargaRustanto

Bahan:

  • 2 ekor ikan mackerel ukuran besar, dipotong jadi 4 bagian, direndam dengan air jeruk nipis dan 1 sdm garam. Kemudian di goreng kering.
  • ± 200 ml air

Bumbu dihaluskan:

  • 4 siung bawang putih
  • 10 buah kemiri
  • 1 cm jahe
  • 1 sdm merica bubuk

Bumbu tambahan:

  • 1 buah cabe merah besar, diiris serong
  • 4 lembar daun jeruk
  • 2 sdm cuka masak (atau bisa diganti dengan air perasan jeruk nipis/lemon)
  • Garam dan gula secukupnya

Cara:

  1. Tumis bumbu halus hingga harum, masukan cabe merah iris dan daun jeruk. Aduk-aduk rata. Tambahkan air 200 ml. Masak hingga mendidih.
  2. Masukan garam dan gula.Kalau saya nih, garam nya 1/2 sdm dan gulanya 1 sdm. Tapi sesuai selera masing-masing aja ya.
  3. Masukan ikan. Aduk rata dengan bumbu. Biarkan sampai air berkurang dan agak mengental. Masukan cuka masak/perasan air jeruk nipis. Aduk rata. Tunggu ± 5 menit. Matikan api. Angkat. Siap disajikan. Yummy

And that’s it, Ikan Bumbu Acar Kuning ala Keluarga Rustanto

Resep Keluarga Rustanto

Rendang – Sebuah Perjalanan Panjang

Rendang adalah sebuah perjalanan buat saya. Saya mengenal rendang sejak masa kecil, kedua orang tua saya cukup menggemari makanan padang, padahal mereka jawa tulen loh. Salah satu warung padang yang menjadi langganan mereka ada di ujung jalan masuk menuju komplek rumah saya dulu di Cimanggis. Dan sampai sekarang masih ada looooh warung padangnya.

Ketika masa kuliah di Bogor sekitar tahun 98an, saya dan sepupu saya setiap lagi merasa punya uang jajan lebih, langsung sombong dong kita makan di warung padang TRIO di Baranangsiang haha.. enaknyooooooo masih terasa sampai sekarang. Menu favorit saya adalah RENDANG, gorengan paru dan ayam gorengnya. sluuurrppppp.

Bahkan dulu tahun 2010, ketika pulang sekolah S2 dari sini, saya pun minta sepupu saya untuk membawakan saya nasi padang! menu lengkap, rendang, gorengan paru, gulai nangka dan sambal ijo plus kerupuk acir putih haha kalaaap! Ketika masa kerja, apalagi ini.. beuh pulang meeting, menu meeting, seriiiing maunya nasi padang atau ke warung padang Singgalang. Itu yang namanya ayam pop, rendang, gulai tunjang, gorengan paru.. maaaak ya allah enaknyaaa. Bersama beberapa teman di kantor saya yang terakhir, sekitar tahun 2012an kali ya, kita bela-belain jalan kaki dari kantor ke warung padang Singgalang yang posisinya unik dekat Patung Pancoran itu, dan huhuuuui kalaaaaap. Yang juara ayam pop dan rendangnya.

Tahun 2011, waktu hamil anak kedua, saya pengeen banget makan rendang doang, gak pakai nasi. Itu yang namanya pengen, pengeeeen banget, untung rumah gak jauh dari warung padang. pfiiiuuuh. Pokoknya walaupun saya jawa tulen, tapi cinta berat sama rendang inih. Memang tidak heran yah kalau rendang dikategorikan sebagai salah satu masakan terlezat di dunia inih.

Hasil rendang sampai dengan tahap didiamkan semalaman

Naaah sekarang ini, namanya juga sedang jauh dari Indonesia, mau gak mau harus bisa dan belajar sendiri dong bikin rendang. Apalagi menu ini paling banyak digemari sama para pelanggan katering DapurAlisha.

Membuat rendang ini sungguh perjalanan panjang. Dari mulai komentar “duh ini sih bukan rendang, ini mah gulai” atau “teh, ini mah rendang sunda meureun yah” atau “euleuh meuni oranye gini rendangnya mbak” dan sampailah pada komentar “ya ampun mbak, enaak bangeet rendangnya” atau “enaak dan empuk dagingnya” atau “mbak, rendangnya udah saya eman-eman buat bekal ke kampus besok, eh ternyata yang satu bukan daging mbak, tapi lengkuaas!” haahaa..

Sejauh ini mungkin saya sudah membuat percobaan rendang lebih dari 10 kali. Semua resep saya dapatkan dari internet, dari mulai googling di foodie blogger, cookpad, youtube, masak TV dan Kokoiku TV. Semua saya coba.

Daging potong. Disini saya selalu pakai daging sapi halal bagian runder gehakt.

Dari mulai pakai kunyit, enggak pakai kunyit. Dari mulai pakai campuran hati sapi yang dihaluskan, atau tidak. Dari mulai menggunakan segala bebumbuan eksotis seperti bunga lawang, kayu manis, kapulaga. Begitu juga cara memasak dan takaran santannya. Dari mulai tidak menggunakan air sama sekali, jadi benar-benar santan. Atau bumbu dan dagingnya ditumis/digoreng terlebih dahulu (gambar dibawah). Pernah juga mencoba dengan merebus dagingnya hanya dengan gilingan cabai nya. Wah segala cara lah di coba.

Menurut saya, ada dua cara yang paling cocok buat saya, yaitu yang bumbunya ditumis kemudian dagingnya ikut ditumis terlebih dahulu dan yang direbus terlebih dahulu dengan menggunakan air dan gilingan cabai halus.

Salah satu percobaan, bumbu ditumis terlebih dahulu – hasilnya sama aja sih ternyata rasanya antara bumbu ditumis atau enggak

Setelah bumbu ditumis, masukan dagingnya

Alhamdulillah yah, percobaan itu repot tapi syenang kalau membuahkan hasil maksimal (tentu saja maksimal berdasar ukuran saya siiih). Weeeh lha kalau mau diomongin dan dibaca-baca ya, para orang Minang aja ribut kok masalah resep rendang ini, semua merasa resep mereka lah yang paling benar. Padahal setiap daerah di Sumatra Barat sana rasanya memang punya ciri khas sendiri-sendiri atas masakan rendangnya. Serius saya pernah mengikuti threat mengenai resep rendang ini di salah satu grup masak paling beken di Indonesia, beuuuh rameee, riweeuh dan ribut, sampai ada yang kena centong sama adminnya hehehe.

Setelah berbagai percobaan tersebut, dan juga masukan dari para pelanggan DapurAlisha, maka sejauh ini, inilah resep andalan rendang DapurAlisha. Bumbu yang saya gunakan adalah bumbu segar ataupun beku. Namun saya tidak menggunakan dua buah bumbu tambahan yang sering digunakan dalam pembuatan rendang yaitu, daun kunyit dan asam kandis. Kenapa? karena saya tidak suka aroma daun kunyit daaan sampai saat ini belum menemukan asam kandis di sini 🙂

Rendang Sapi ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • 1 kg daging sapi
  • 500 ml air
  • 2 liter santan, tentu saja santan instant yaaa haha, merk aroy
  • 25 buah cabai merah ukuran besar, haluskan
  • Bumbu dihaluskan:
  • 5 buah bawang merah (ukuran guede ya, kalo di indo setara 15 biji bawang merah kecil)
  • 6 bawang putih
  • 6 kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • 2 cm jahe
  • 1 sdm garam

Bumbu tambahan:

  • 2 cm lengkuas
  • 2 buah serai
  • 4 daun salam
  • 8 daun jeruk

Cara:

  1. Potong-potong daging sesuai selera. Rebus dengan 500 ml air dan 500 ml santan. Setelah mendidih, tambahkan cabai halus. Rebus sampai air menyusut. Ini biasanya memakan waktu kurang lebih 1 jam.
  2. Masukan 1.5 liter santan, bumbu halus dan bumbu tambahan. Masak terus dengan api kecil sampai santan mengeluarkan minyak dan berubah warna menjadi kental kecoklatan. Kalau saya biasanya memakan waktu kurang lebih 2 jam. Koreksi rasa. Matikan api.
  3. Diamkan semalaman.
  4. Pagi hari berikutnya, hangatkan kembali dengan api kecil sampai dengan tingkat kekentalan dan kekeringan yang diinginkan.
  5. Siap disajikan dengan nasi hangat.
The moments

Farza dan Bapak – Saturdate

14 Mei 2016, Farza pergi berduaan saja sama Bapak ke IKEA di Hengelo. Gara-gara, Bapak tidak tega  Farza rebutan boneka beruang terus sama Ina. Mereka baru aja dikasih boneka beruang kutub putih dari Tante Chacha, tapi bonekanya selalu diakui sama Ina adalah milik dia mutlak huhuhu.

Sebenarnya sih sebaiknya tidak selalu semua mainan harus dibelikan masing-masing satu. Adakalanya mereka berdua harus belajar, bahwa hidup itu harus berbagi. Berbagi sama adek atau kakak, teman. Dan kelak mereka akan mengerti indahnya berbagi.

Tapi kali ini hati Bapak meleleh karena setiap kali Farza mau pegang atau gendong, enggak boleh sama Ina, sebel deh. Entahlah ya memang anak seumuran Ina Farza begini masih sangat tinggi egoisme kepemilikannya, walau tetap sih sebagai orang tua kita selalu memberi tahu bahwa harusnya berbagi, enggak boleh menang sendiri gitu. Tapi yah namanya masih kecil, ya tetap aja berantem terus rebutan segala apa aja direbutin. Akhirnya demi untuk mengakhiri huru hara rebutan boneka ini, maka Bapak berinisiatif membelikan Farza boneka yang sama persis.

Farza senaaang banget bangeeetaaaan, mereka berdua berangkat naik sepeda sampai Kennispark Station, trus naik kereta sampai Hengelo. Dari Hengelo ganti naik bis ke IKEA. Mereka bawa bekal roti selai coklat, biskuit dan minum. Kata Bapak, sepanjang perjalanan Farza tiada henti ngomong dan cerita. Dan tetap setia pakai kacamata hitamnya. Hehe gemeees!

Sebelum masuk IKEA, Farza minta makan dulu rotinya. Trus mereka keliling IKEA dan cari bonekanya, sayangnya boneka beruang kutub nya enggak ada, adanya beruang madu warnannya coklat. Farza mau beruang coklatnya. Bulunya haluuus bangeets. Dan boneka beruang IKEA ini, baik yang beruang kutub ataupun yang beruang madu ini made in nya Indonesia looooh.

Hmm.. jadi inget almarhum papah, dulu sewaktu saya kecil, banyak sekali kenangan saya pergi berduaan dengan beliau. Dari mulai cuma beli burger ke Pal, beli tas sekolah ke supermarket Ashoka atau ditemenin waktu acara seminar Dokter Kecil. Huhu kangen papah sangat.


Eniwei, semoga menjadi kenangan indah buat Farza. Dia kan emang cinta dan lengket banget sama Bapak ubanan kesayangan.

Bapak

Bapak

12669647_10153690048701622_9136651686857761612_n
walau ubanan tetap ganteng kaaan.. iya kaaaaan :p

Bapak, adalah mahluk paling ganteng di Keluarga Rustanto. Lahir dan besar di Jakarta, asli dari Kebumen. Dilahirkan pada tahun 1981. Bapak adalah sulung dari dua bersaudara. Bapak dari kecil belum pernah merantau. Di Jakarta terus, dari mulai lahir SD, SMP, SMA sampai kuliah. Eh kuliah mah di Depok ding, Jawa Barat ya itu. Bapak kuliah di Jurusan Geografi, Fakultas MIPA di Universitas Indonesia. Tahun 2008, Bapak melanjutkan S2 ke Belanda, dan mendapatkan gelar Master of Science di bidang Applied Earth Science dari Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation (formerly known as ITC – bukan ITC Mangga Dua :p) di University of Twente, The Netherlands. Dan sekarang sedang melanjutkan S3 di universitas yang sama, namun sekarang bidangnya adalah errr apa yaaa.. hmm rada gak mudeng saya mah, hahaha.. Intinya sih bidangnya mencakup tentu saja geografi, namun sekarang bidangnya lebih fokus ke Water Management yang berhubungan dengan land use change, soil apa gitu bla bla bla.. haha! Abis Bapak ini mahluk kece yang seperti kentongan, kalau tidak dikentong tidak akan bunyi.. haha ampun Bapak 🙂 Iya Bapak jaraaaaang banget cerita tentang penelitiannya atau paper apa yang sedang dia tulis, kalau saya tidak bertanya yaa tidak diceritakan.

Bapak ini kece dan masih muda, tapi ubanan! Buanyak bangets. Dan tentu saja endut menggemaskan. Dulu lucu deh, waktu perkenalan pertama kali dengan keluarga saya, sebelum lamaran, dia kan datang ke rumah, nah pas hari H (saya sih pas tidak di rumah ya, gaya deh waktu itu saya lagi tugas ke Frankfurt.. aiiih sombooong haha) dia sms saya, minta bilangin ke mamah saya supaya jangan kaget kalau liyat uban dia yang udah penuh haha.. hihi lucu ya.. iya kaaan lucu kaaan ;p

Udah ah tentang Bapak nya 🙂