Resep Keluarga Rustanto

Rendang – Sebuah Perjalanan Panjang

Rendang adalah sebuah perjalanan buat saya. Saya mengenal rendang sejak masa kecil, kedua orang tua saya cukup menggemari makanan padang, padahal mereka jawa tulen loh. Salah satu warung padang yang menjadi langganan mereka ada di ujung jalan masuk menuju komplek rumah saya dulu di Cimanggis. Dan sampai sekarang masih ada looooh warung padangnya.

Ketika masa kuliah di Bogor sekitar tahun 98an, saya dan sepupu saya setiap lagi merasa punya uang jajan lebih, langsung sombong dong kita makan di warung padang TRIO di Baranangsiang haha.. enaknyooooooo masih terasa sampai sekarang. Menu favorit saya adalah RENDANG, gorengan paru dan ayam gorengnya. sluuurrppppp.

Bahkan dulu tahun 2010, ketika pulang sekolah S2 dari sini, saya pun minta sepupu saya untuk membawakan saya nasi padang! menu lengkap, rendang, gorengan paru, gulai nangka dan sambal ijo plus kerupuk acir putih haha kalaaap!Β Ketika masa kerja, apalagi ini.. beuh pulang meeting, menu meeting, seriiiing maunya nasi padang atau ke warung padang Singgalang. Itu yang namanya ayam pop, rendang, gulai tunjang, gorengan paru.. maaaak ya allah enaknyaaa.Β Bersama beberapa teman di kantor saya yang terakhir, sekitar tahun 2012an kali ya, kita bela-belain jalan kaki dari kantor ke warung padang Singgalang yang posisinya unik dekat Patung Pancoran itu, dan huhuuuui kalaaaaap. Yang juara ayam pop dan rendangnya.

Tahun 2011, waktu hamil anak kedua, saya pengeen banget makan rendang doang, gak pakai nasi. Itu yang namanya pengen, pengeeeen banget, untung rumah gak jauh dari warung padang. pfiiiuuuh.Β Pokoknya walaupun saya jawa tulen, tapi cinta berat sama rendang inih. Memang tidak heran yah kalau rendang dikategorikan sebagai salah satu masakan terlezat di dunia inih.

Hasil rendang sampai dengan tahap didiamkan semalaman

Naaah sekarang ini, namanya juga sedang jauh dari Indonesia, mau gak mau harus bisa dan belajar sendiri dong bikin rendang. Apalagi menu ini paling banyak digemari sama para pelanggan katering DapurAlisha.

Membuat rendang ini sungguh perjalanan panjang. Dari mulai komentar “duh ini sih bukan rendang, ini mah gulai” atau “teh, ini mah rendang sunda meureun yah” atau “euleuh meuni oranye gini rendangnya mbak” dan sampailah pada komentar “ya ampun mbak, enaak bangeet rendangnya” atau “enaak dan empuk dagingnya” atau “mbak, rendangnya udah saya eman-eman buat bekal ke kampus besok, eh ternyata yang satu bukan daging mbak, tapi lengkuaas!” haahaa..

Sejauh ini mungkin saya sudah membuat percobaan rendang lebih dari 10 kali. Semua resep saya dapatkan dari internet, dari mulai googling di foodie blogger, cookpad, youtube, masak TV dan Kokoiku TV. Semua saya coba.

Daging potong. Disini saya selalu pakai daging sapi halal bagian runder gehakt.

Dari mulai pakai kunyit, enggak pakai kunyit. Dari mulai pakai campuran hati sapi yang dihaluskan, atau tidak. Dari mulai menggunakan segala bebumbuan eksotis seperti bunga lawang, kayu manis, kapulaga. Begitu juga cara memasak dan takaran santannya. Dari mulai tidak menggunakan air sama sekali, jadi benar-benar santan. Atau bumbu dan dagingnya ditumis/digoreng terlebih dahulu (gambar dibawah). Pernah juga mencoba dengan merebus dagingnya hanya dengan gilingan cabai nya. Wah segala cara lah di coba.

Menurut saya, ada dua cara yang paling cocok buat saya, yaitu yang bumbunya ditumis kemudian dagingnya ikut ditumis terlebih dahulu dan yang direbus terlebih dahulu dengan menggunakan air dan gilingan cabai halus.

Salah satu percobaan, bumbu ditumis terlebih dahulu – hasilnya sama aja sih ternyata rasanya antara bumbu ditumis atau enggak

Setelah bumbu ditumis, masukan dagingnya

Alhamdulillah yah, percobaan itu repot tapi syenang kalau membuahkan hasil maksimal (tentu saja maksimal berdasar ukuran saya siiih). Weeeh lha kalau mau diomongin dan dibaca-baca ya, para orang Minang aja ribut kok masalah resep rendang ini, semua merasa resep mereka lah yang paling benar. Padahal setiap daerah di Sumatra Barat sana rasanya memang punya ciri khas sendiri-sendiri atas masakan rendangnya. Serius saya pernah mengikuti threat mengenai resep rendang ini di salah satu grup masak paling beken di Indonesia, beuuuh rameee, riweeuh dan ribut, sampai ada yang kena centong sama adminnya hehehe.

Setelah berbagai percobaan tersebut, dan juga masukan dari para pelanggan DapurAlisha, maka sejauh ini, inilah resep andalan rendang DapurAlisha. Bumbu yang saya gunakan adalah bumbu segar ataupun beku. Namun saya tidak menggunakan dua buah bumbu tambahan yang sering digunakan dalam pembuatan rendang yaitu, daun kunyit dan asam kandis. Kenapa? karena saya tidak suka aroma daun kunyit daaan sampai saat ini belum menemukan asam kandis di sini πŸ™‚

Rendang Sapi ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • 1 kg daging sapi
  • 500 ml air
  • 2 liter santan, tentu saja santan instant yaaa haha, merk aroy
  • 25 buah cabai merah ukuran besar, haluskan
  • Bumbu dihaluskan:
  • 5 buah bawang merah (ukuran guede ya, kalo di indo setara 15 biji bawang merah kecil)
  • 6 bawang putih
  • 6 kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • 2 cm jahe
  • 1 sdm garam

Bumbu tambahan:

  • 2 cm lengkuas
  • 2 buah serai
  • 4 daun salam
  • 8 daun jeruk

Cara:

  1. Potong-potong daging sesuai selera. Rebus dengan 500 ml air dan 500 ml santan. Setelah mendidih, tambahkan cabai halus. Rebus sampai air menyusut. Ini biasanya memakan waktu kurang lebih 1 jam.
  2. Masukan 1.5 liter santan, bumbu halus dan bumbu tambahan. Masak terus dengan api kecil sampai santan mengeluarkan minyak dan berubah warna menjadi kental kecoklatan. Kalau saya biasanya memakan waktu kurang lebih 2 jam. Koreksi rasa. Matikan api.
  3. Diamkan semalaman.
  4. Pagi hari berikutnya, hangatkan kembali dengan api kecil sampai dengan tingkat kekentalan dan kekeringan yang diinginkan.
  5. Siap disajikan dengan nasi hangat.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s