The moments

Rempong Bahagia bersama Barang bawaan anak Balita

Setiap keluarga yang punya anak balita, pasti kalau bepergian bawaannya segambreng, seabrek-abrek. Waktu anak saya masih satu aja, minimal saya bawa dua tas. Isinya mah macam-macam. Waktu anak kedua lahir, wah apalagi, segala tas isinya perlengkapan dua anak itu.

Mulai dari perlengkapan ganti pampers, alasnya, tisu basah, baju ganti. Belum lagi waktu mereka sudah lepas ASI, segala bawa perlengkapan bikin susu dot. Susu bubuk, botol, termos isi air hangat. Ditambah segala perlengkapan obat, misal paracetamol, betadine, minyak telon. Belum lagi makanan dan cemilannya. Euleuh pokoknya mah rempong.

Waktu mulai pindah ke Belanda pun sama, tetap bawaannya rempong segambreng tiap mau pergi. Tapi di sini saya tidak memberikan mereka susu bubuk, tapi susu cair UHT plain. Yang bikin susah adalah saat mereka mau ngedot, mereka biasa minum susu dalam keadaan hangat, nah kalau pas lagi di kereta atau di tempat umum susyah kan mau menghangatkan susu. Akhirnya mereka diberi pengertian, kalau dalam perjalanan tidak apa-apa minum susu dengan suhu biasa, dan tidak perlu di dot. Alhamdulillah mereka lama-lama terbiasa.

Naaah sekarang, saat mereka sudah bisa minum susu apa aja, dari mulai susu UHT plain, susu coklat paling hits di sini Chocomel atau segala minuman apa aja, dan alhamdulillah sudah lepas pampers baik pagi siang sore dan malam, yang bikin bawaan saya tetap banyak adalah BEKAL MAKANAN! Karenaaaaa Farza hobi banget makan di perjalanan. Musti komplit bawaannya. Dari mulai makanan berat, makanan ringan alias cemilan, roti isi, buah, minuman segar, air putih.

IMG_20160820_084109

Dan karena Farza anaknya suka gampang mabok dalam perjalanan baik menggunakan pesawat, kereta, bis maupun mobil, jadi saya pun terbiasa membawa perlengkapan tambahan seperti balsem, minyak telon dan plastik (bisa untuk tempat sampah dan tempat muntah Farza), sementara baju ganti, tisu gulung dan tisu toilet memang selalu di bawa.

IMG_20160820_091550

Di Belanda ini, penumpang di dalam bis dan trem dilarang makan dan minum. Tapi kadang banyak juga sih yang melanggar dan tampak didiamkan saja oleh supir bis/trem nya. Namun dulu saya pernah punya pengalaman waktu mau naik bis sama Ina, padahal dia tidak sedang makan, tapi dia memangku kentang goreng, eh di tegur dengan nada galak dong sama pak supir nya: niet eten! niet eten! hrrrr.. ampe kaget dan bingung.

Oh dan sekarang setelah mereka besar dan lepas pampers, satu masalah unik yang muncul adalah saat mereka mau pipis tapi tidak tahu toiletnya dimana. Seperti pengalaman yang lalu kita mencoba naik bis seharian, karena sedang ada tiket bis antar propinsi yang untuk paket satu keluarga. Jalurnya ini dari Enschede-Borculo-Doetinchem-Arhnem. Naah waktu di Doetinchem ini tampaknya stasiunnya baru, dan stasiun kereta yang disampingnya lagi perbaikan, jadi toiletnya tidak tahu ada dimana. Dan Ina kebelet pipis. Ya akhirnya saya keliling stasiun bis nya dan bertemu salah satu petugas bis nya, alhamdulillah diberi ijin masuk kantornya. haaaa legaaaaaa. Alhamdulillah.

Tapi ya gitulah, alhamdulillah rempong tapi menyenangkan, dan akan terkenang selamanya. Ini adalah salah satu momen indah dalam dunia keluarga dengan anak balita 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s