Enschede

Postcard dari Sekolah

 

Di Belanda ini, wabil khusus Enschede, mempunyai cara unik untuk memberitahukan hari pertama untuk seorang anak masuk sekolah. Selain tentu saja melalui email kepada orang tuanya, ada satu cara lagi yaitu dengan mengirimkan postcard ke rumah. Hehe lucu ya. Dan anak-anak sangat senang sekali, dan tentu saja hal kecil ini menjadi penyemangat buat anak-anak untuk masuk sekolah.

Foto di atas adalah salah satu contohnya, kita sudah punya empat postcard. Dua dari sekolah peuterspeelzal, masing-masing untuk Ina dan Farza, dan dua dari basisschool. Dan foto di atas adalah postcard untuk Farza yang dikirim dari basisschool untuk memberitahukan kapan dia masuk sekolah basis untuk pertama kalinya.

Lucuk yah! 🙂

 

 

Budget Life, Enschede

Fietskar

 

 

Buat saya dan suami, ini adalah salah satu barang yang wajib kita punya di Belanda ini. Kenapa? Karena kita tidak ada budget untuk membeli mobil di sini 😚. Namun di Belanda ini, wabil khusus di Enschede ini, tidak mempunyai mobil alhamdulillah bukan masalah sama sekali. Hampir semua tempat bisa kita jangkau within cycling distance dan walking distance. Pun public transportation nya oke banget. Bis dan kereta tentu saja juga sangat terjadwal.

Jadi ketika kita adalah keluarga dengan anak balita namun tidak memiliki budget untuk membeli mobil, maka salah satu yang bisa kita utamakan dalam kenyamanan mereka ketika bepergian (jarak dekat lah ya, seputaran Enschede) adalah dengan menggunakan fietskar ini ^_^.

Apa sih fietskar?

Saya dan anak-anak menyebutnya gerobak. Hehe. Jenis fietskar yang saya miliki adalah jenis yang bisa menampung dua anak toddler dan juga ada bagasi untuk barang di belakangnya. Fietskar ini ada pengaitnya yang disambungkan ke sepeda, dan juga ada pengamannya yang harus dikaitkan pula di sepeda.

Fietskar ini jenisnya banyak sekali, ada yang untuk satu anak, ada yang untuk bayi, ada yang bisa dijadikan kereta dorong daaan bahkan ada yang khusus untuk guguk 😪.

Serunya punya fietskar ini, anak-anak bisa makan dan bisa tidur santai. Dan juga karena penutupnya anti air, maka ketika hujan mereka pun terlindung dari hujan. Dan tentu saja juga terlindung dari angin dingin dan salju ketika musim dingin tiba ❤

Ouh dan tentu sajah sangat bermanfaat buat saya dan Paksuami untuk berbelanja, ketika belanjaan banyak dan berat, nah fietskar inilah solusinya ❤

wp-image-911744016jpg.jpg
Having their “real lunch alias mamam nasi” in fietskar, on the way back home from school

Beli dimana?

Saya beli fietskar ini di maarkplats, fietskar bekas dengan harga 40 euro saja 😉. Alhamdulillah awet hingga sekarang. Nah Paksuami mengganti pengaitnya dan juga menambah asesorisnya, yaitu ditambahkan bendera. Membeli pengait dan benderanya ini online, nanti yah saya tanyain dulu ke Paksuami apa ya situsnya.

Bagaimana cara menggunakannya?

Sebenarnya biasa saja caranya dan cukup mudah. Kaitkan pengaitnya ke sepeda, pastikan terkait dengan kuat. Kaitkan kunci pengamannya. Dan siap digunakan.

Nah ketika mengendarai sepeda dengan membawa fietskar ini memang harus hati-hati ya, kita harus cek jarak kanan kiri kita, karena kan fietskar ini lebar yah. Kemudian ketika berbelok, utamanya di jalan sepeda yang kanan kirinya ada trotoar, kita harus hati-hati dan pastikan ketika berbelok kita tidak menabrak trotoarnya.

Ini cerita pengalaman kita ya, jadi dulu tahun 2014 ketika pertama kali menggunakan fietskar ini untuk jalan-jalan sama anak-anak ke centrum, Paksuami ketika berbelok menabrak trotoar, sehingga salah satu roda fietskar naik ke atas trotoar. Dan gelimpanglah itu fietskar. Ina yang berada di sisi kanan, tertimpa adek nya dan kepala Ina membentur trotoar di sisi sebelah kanan. Horor!  Mata dan pelipis Ina bengkak dan memar.  Such an experience!

Kekurangan dari fietskar kalau menurut saya hampir tidak ada, kecuali saya harus memasang dan melepasnya setiap saat ketika akan digunakan dan selesai digunakan.. hehe males banget kadang-kadang😂

Jadi fietskar ini bisa menjadi solusi oke ketika kita tidak mempunyai budget untuk membeli mobil, namun tetap ingin mengutamakan kenyamanan anak-anak.  #tring ❤


Resep Keluarga Rustanto

Siomay Ayam Udang

wp-image-1668177870jpg.jpg

As promised, ini adalah resep Siomay Ayam Udang ala Keluarga Rustanto.

Bahan:

  • 400 gram fillet ayam bagian dada
  • 200 gram udang kupas
  • 200 gram tepung sagu (ini sebenarnya sesuai selera ya, tergantung tingkat kekenyalan yang diingikan)
  • 1 buah labu siam, kupas, parut
  • 4 butir telur ayam
  • 1 buah daun bawang, iris tipis
  • Kulit siomay (optional)

Bumbu:

  • 4 siung bawang putih, dihaluskan
  • 4 siung bawang merah, cincang lembut
  • 1 1/2 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 1/2 sdm merica

 

Cara:

  1. Panaskan kukusan. Olesi dengan sedikit minyak goreng.
  2. Masukan ayam, udang, bumbu, dan telur dalam food processor. Proses hingga lembut. Pindahkan ke baskom.
  3.  Masukan tepung sagu dan daun bawang, aduk rata.
  4. Campurkan parutan labu siam, aduk rata.
  5. Sendokan satu adonan ke kulit siomay, atau kalau tidak menggunakan kulit siomay, bisa saja langsung dibentuk bulat (atau sesuai selera).
  6. Kukus selama kurang lebih 20 menit.

Adonan pada resep ini bisa jadi kurang lebih untuk 50-60 buah siomay ukuran sedang.

Naaah untuk bumbu kacangnya, saya membuatnya dengan sangat sederhana. Saya menggunakan selai kacang murni, dengan pilihan kacang yang masih agak kasar.

Bumbu kacang siomay 

Bahan:

  • 1 botol selai kacang, ukuran 4oo gr (nanti fotonya saya update)
  • 200 – 300 ml air

Bumbu:

  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah besar
  • 8 helai daun jeruk
  • 4 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam

Cara:

  1. Haluskan bawang putih dan cabai merah.
  2. Masukan bumbu yang sudah dihaluskan ke dalam panci yang telah diisi air.
  3. Masukan daun jeruk, garam dan gula.
  4. Rebus hingga mendidih dan bumbu matang. Matikan api.
  5. Campurkan selai kacang ke dalam rebusan air bumbu. Aduk rata. Koreksi rasa.

Biasanya saya paling suka membuat bumbu kacang ini dengan rasa dominan manis.

Selamat mencoba!

Resep Keluarga Rustanto

Yuks Mamam Siomay

Siomay ini buat saya adalah salah satu makanan terenak di muka bumi. Tidak pernah deh bisa menolak siomay. Eh tapi tentu saja siomay yang enak yah haha. Siomay abang gerobak pun suka asal enak. Dari jaman saya kecil sampai sekarang sudah berkeluarga, siomay tetap favorit.

Dulu waktu kecil, ada dua tukang siomay di komplek saya. Satu menggunakan gerobak, yang satu menggunakan sepeda. Bahkan wajah kedua penjualnya pun saya masih ingat dengan jelas. Keduanya sama-sama enak. Abang sepeda lebih mahal harganya, karena dia mengklaim dia menggunakan lebih banyak ikan. Memang sih siomay nya jauh lebih lembut dan bumbunya lebih enak. Sementara abang gerobak lebih banyak tepungnya memang, harganya pun jauh lebih murah. Saya sih mana aja yang lewat, pasti pengen beli hehe.

Nah setelah besar hidup sendiri di Bogor atau Jakarta, saya masih tetap menemukan siomay yang menjadi favorit. Kalau di Bogor, saya suka siomay yang ada di samping swalayan Ngesti. Tempatnya sempit kecil, tapi yang antri panjaaaaang. Kemudian ketika mulai bekerja di Jakarta, saya suka makan siomay di Imperial Kitchen, itu siomay rumput lautnya hiiitsss banget! Bahkan Farza, waktu itu dia masih berumur kurang lebih 1 tahunan, dia juga suka banget dan makan dua buah. Hmm yummy!

Nah apalagi di kantor saya, di Gedung Aldiron, di kantin bawah belakang, ada abang siomay dan batagor yang enak. Murah dan enak. Memang bukan enak pake banget. Tapi enak. Haha. Trus satu lagi, di sebuah kantin di dekat Gedung Bidakara. Itu juga biasa dijadikan pesanan kalau ada yang ulang tahun di kantor. Tapi saya belum pernah mengunjungi tempatnya secara langsung.

Salah satu tips yang saya baca dari berbagai resep siomay, ternyata ada satu bahan yang jangan sampai dilewatkan, yaitu parutan labu siam. Saya sudah membuktikan sendiri bahwa labu siam ini membuat siomay lembut dan juga bertahan lembut. Karena ketika saya iseng mencoba melewatkan bahan ini, wah bedanya jauh dari segi tingkat kelembutan.

Daaaaan sekarang setelah berada di Belanda, tentu saja saya harus membuat sendiri siomay. Alhamdulillah dari sejak pertama membuat berhasil. Haha syombooong. Resepnya ngubek di google sih, dan saya selalu menggunakan resep dari ordinary kitchen. Sempat mencoba menggunakan ikan, di sini saya menggunakan ikan mackerel, atau pernah juga menggunakan ikan kabeljauw. Tapi ternyata saya tetap paling suka campuran ayam dan udang. hits banget deh.

Untuk bumbu kacangnya, di Belanda ini saya menggunakan selai kacang yang masih kasar, pindakaas met stukjes pinda. Di sini selai kacangnya murni, jadi tidak menggunakan campuran gula atau butter tampaknya. Jadi ketika diolah lagi untuk dijadikan sambal siomay, gado-gado atau ketropak, enak banget, sama sekali tidak eneg.

Untuk sambal siomaynya, saya hanya menggunakan satu botol selai kacang ini. Dicampur dengan air rebusan daun jeruk serta bawang putih dan cabai yang sudah dihaluskan. Tinggal ditambahkan kecap, gula pasir dan garam. Sederhana sekali. Tapi pas banget loh rasanya.

Yuuuks makan siomay!

*tidak ada foto berarti hoax yah haha. Nanti akan ada postingan selanjutnya tentang detil pembuatan siomay dan resepnya. Tunggu yah 🙂

Budget Life, Enschede

Cien – murah dan cihuuuy

Ini nih penemuan hits selama saya berada di Enschede inih. Jadi dulu ketika jaman saya sekolah master di sini, supermarket terdekat dengan ITC Hotel adalah Plus. Sekarang sih udah gak ada ya. Nah supermarket ini lebih mirip kayak Albertheijn, supermarket mahal. Tapi barangnya memang komplit, sagala aya, dan sepertinya semuanya berkualitas hits. Jadi dulu belanja selalu di sini, atuhlah dulu masih single gitu yah. Semua alhamdulillah cukup untuk diri sendiri. Jadi dulu saya tidak pernah terlalu serius berpikir harus belanja di mana supaya hemat tapi mendapatkan barang yang berkualitas.. haha belaguuuu.

Naaah sekarang nih, setelah balik lagi ke Enschede dengan status sebagai istri pendamping suami penerima beasiswa dan ibu rumah tangga dengan dua unyils, ouh tentu saja sebagai menteri keuangan saya harus cermat nan teliti dalam membeli dan berbelanja. Daaaan sekarang saya tinggal di daerah Twekkelerveld, dekat banget sama winkelcentrumnya. Ada berbagai pilihan supermarket tentunya. Nah salah satunya LIDL. Di Lidl ini banyak barang murah, nah salah satunya merk perlengkapan mandi yang saya suka yaitu CIEN.

Cien ini serius murah banget. Setiap produknya yang berupa sabun mandi, sabun muka, sabun cuci tangan, shampoo, conditioner, hand lotion dan body lotion.. eleuh super murah, per produk rata-rata tidak sampai 2 euro. Daaaan kualitasnya cukup memuaskan buat saya, jadi rata-rata cocok sih, tapi ada juga yang saya tidak cocok.

Mari kita review satu persatu. Ini review berdasarkan pengalaman pribadi saya yaaaa. Bisa jadi tidak sama dengan pengalaman orang lain dalam penggunaan produk ini.

Sabun Mandi

Continue reading “Cien – murah dan cihuuuy”

Ibu Arin, The moments

Menyusui demi cinta

Tulisan ini dulu saya buat untuk mengukuti lomba InspirASI Lactamil di tahun 2011 atau 2012 ya.. hehe lupa. Namun dalam lomba tersebut ternyata jumlah karakter huruf dibatasi, jadi saya buat singkat sesingkat singkatnya. Nah, ini adalah versi panjangnya, dan ini pernah dimuat di Our Stories nya theurbanmama.com.

Tulisan ini saya buat untuk menginspirASI para ibu yang sedang belajar menyusui. Bahwa menyusui itu bukan karena ikut arus proASI atau pun menganggap bahwa formula itu racun. Tidak. Buat saya itu adalah alasan yang salah. Apapun bentuk menyusui kita terhadap anak, yang paling penting adalah ketulusan. Berdasarkan ketulusan cinta kita terhadap anak, maka tidak ada benar dan tidak ada salah. Semua kembali kepada cara masing-masing dari kita untuk memberikan yang terbaik buat buah hati kita tercinta. 

img_20160815_164254
my two little flowers – segala ketulusan teruntuk mereka berdua

Sungguh saya tidak pernah menyangka bahwa menyusui akan menjadi perjuangan yang menjadi kenangan buat saya. Tekad saya bulat untuk memberi asi eksklusif untuk Ina, anak pertama saya. Tapi ketika hamil, saya tidak pernah terlalu pusing dengan persiapan ini, karena toh tampaknya semua orang bisa!

Setelah Inayah lahir, ternyata produksi ASI saya tidak langsung banyak dan lancar. Teori dan pengalaman orangtua bilang itu normal. Jadi saya tidak merasa terlalu ruwet ketika ASI saya masih sedikit, toh kata teori (dan para orangtua) banyaknya ASI yang dihasilkan akan sesuai dengan kebutuhan bayi. Sampai pada kenyataan bahwa Ina bilirubinnya tinggi, yang “katanya” salah satu penyebabnya adalah kurang cairan. Saya mulai panik! Inayah terpaksa dirawat di neonatus, disinar biru. Saat membawa Ina ke rumah sakit, saya berusaha sekuat tenaga menyusuinya, tapi apa daya, tidak keluar! Dicoba dipompa, tidak keluar! Ina menangis kencang, saya juga menangis lebih kencang lagi! Continue reading “Menyusui demi cinta”

Resep Keluarga Rustanto

Ayam fillet goreng krispi

Panjang amat yah judulnya. Hehe. Ini favorit para unyils. Kata adek, ya allah ibuuuu ini enaknya banget-bangetan. Aaah ibunya langsung geeeer 😝 Ina juga kalau makan dengan lauk ini plus dikasih saus tomat, waah lahaaap banget. Hap hap hap gak pakai dihitung.

Ini juga enak banget dimakan dengan menggunakan saus mayonaise, ataupun digunakan sebagai campuran salad. Bisa juga dimakan menjadi ala ala twister nya KFC, campur dengan sayuran, beri mayonaise dan gulung dengan tortila. Hmmm yummy!

Dan berikut adalah resepnya.

Ayam fillet krispi ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • 1/2 kg daging ayam fillet, diiris tipis memanjang
  • 100 ml susu putih yang plain

Bumbu perendam:

  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt bawang putih bubuk
  • 1/2 sdt paprika bubuk

Bahan tepung:

  • 10 sdm tepung terigu serba guna
  • 2 sdm tepung maizena
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt merica
  • 1/4 sdt bawang putih bubuk
  • 1/4 sdt paprika bubuk

Cara:

  1. Rendam irisan daging ayam dengan susu dan bumbu perendam. Minimal dua jam. Saya sih biasanya masuk kulkas semalaman.
  2. Campurkan bahan tepung, aduk rata.
  3. Masukan irisan ayam ke bahan tepung, gulingkan rata, langsung goreng ke dalam minyak panas dan banyak.

Alhamdulillah yummy dan krispi! Untuk mempertahankan agar tetap krispi, setelah digoreng, dan sedikit adem, masukan ke dalam wadah tertutup. Agak lumayan lah tetap krispinya.