Resep Keluarga Rustanto

Yuks Mamam Siomay

Siomay ini buat saya adalah salah satu makanan terenak di muka bumi. Tidak pernah deh bisa menolak siomay. Eh tapi tentu saja siomay yang enak yah haha. Siomay abang gerobak pun suka asal enak. Dari jaman saya kecil sampai sekarang sudah berkeluarga, siomay tetap favorit.

Dulu waktu kecil, ada dua tukang siomay di komplek saya. Satu menggunakan gerobak, yang satu menggunakan sepeda. Bahkan wajah kedua penjualnya pun saya masih ingat dengan jelas. Keduanya sama-sama enak. Abang sepeda lebih mahal harganya, karena dia mengklaim dia menggunakan lebih banyak ikan. Memang sih siomay nya jauh lebih lembut dan bumbunya lebih enak. Sementara abang gerobak lebih banyak tepungnya memang, harganya pun jauh lebih murah. Saya sih mana aja yang lewat, pasti pengen beli hehe.

Nah setelah besar hidup sendiri di Bogor atau Jakarta, saya masih tetap menemukan siomay yang menjadi favorit. Kalau di Bogor, saya suka siomay yang ada di samping swalayan Ngesti. Tempatnya sempit kecil, tapi yang antri panjaaaaang. Kemudian ketika mulai bekerja di Jakarta, saya suka makan siomay di Imperial Kitchen, itu siomay rumput lautnya hiiitsss banget! Bahkan Farza, waktu itu dia masih berumur kurang lebih 1 tahunan, dia juga suka banget dan makan dua buah. Hmm yummy!

Nah apalagi di kantor saya, di Gedung Aldiron, di kantin bawah belakang, ada abang siomay dan batagor yang enak. Murah dan enak. Memang bukan enak pake banget. Tapi enak. Haha. Trus satu lagi, di sebuah kantin di dekat Gedung Bidakara. Itu juga biasa dijadikan pesanan kalau ada yang ulang tahun di kantor. Tapi saya belum pernah mengunjungi tempatnya secara langsung.

Salah satu tips yang saya baca dari berbagai resep siomay, ternyata ada satu bahan yang jangan sampai dilewatkan, yaitu parutan labu siam. Saya sudah membuktikan sendiri bahwa labu siam ini membuat siomay lembut dan juga bertahan lembut. Karena ketika saya iseng mencoba melewatkan bahan ini, wah bedanya jauh dari segi tingkat kelembutan.

Daaaaan sekarang setelah berada di Belanda, tentu saja saya harus membuat sendiri siomay. Alhamdulillah dari sejak pertama membuat berhasil. Haha syombooong. Resepnya ngubek di google sih, dan saya selaluΒ menggunakan resep dariΒ ordinary kitchen. Sempat mencoba menggunakan ikan, di sini saya menggunakan ikan mackerel, atau pernah juga menggunakan ikan kabeljauw. Tapi ternyata saya tetap paling suka campuran ayam dan udang. hits banget deh.

Untuk bumbu kacangnya, di Belanda ini saya menggunakan selai kacang yang masih kasar, pindakaas met stukjes pinda. Di sini selai kacangnya murni, jadi tidak menggunakan campuran gula atau butter tampaknya. Jadi ketika diolah lagi untuk dijadikan sambal siomay, gado-gado atau ketropak, enak banget, sama sekali tidak eneg.

Untuk sambal siomaynya, saya hanya menggunakan satu botol selai kacang ini. Dicampur dengan air rebusan daun jeruk serta bawang putih dan cabai yang sudah dihaluskan. Tinggal ditambahkan kecap, gula pasir dan garam. Sederhana sekali. Tapi pas banget loh rasanya.

Yuuuks makan siomay!

*tidak ada foto berarti hoax yah haha. Nanti akan ada postingan selanjutnya tentang detil pembuatan siomay dan resepnya. Tunggu yah πŸ™‚

Advertisements

1 thought on “Yuks Mamam Siomay”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s