Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Menu minggu ini #1

Sering banget saya tercenung, mau masak apa yaaa hari ini, nanti rencana masak apa, eh trus ternyata di kulkas adanya apa, jadi berubah.. jadi gak mood 😒.

Sebenarnya udah tahu sih, iya iyaaaa harusnya bikin menu mingguan. Tapi entah kenapa selalu ditunda dan males dan kayaknya aaah gak keren deh apa-apa terlalu direncanakan gitu hahaha.. pembelaan diri. Pun dulu ketika masih buka katering reguler seminggu dua kali, saya cuma mikirin menu ya untuk kedua hari tersebut, dan buat orang rumah malahan engga.. huhuhu maapkaaaaan 😭

Pakuban pun sudah sampai berbusa dan kezeel ngomong, bikin menu mingguan buuuu buat anak-anak, belanja juga jadi teraraaaaah.. well okaaai suamikuuuuuh, aku buaatkaaaan💁😘

Dan mulai minggu lalu udah pakai menu per minggu. Dan iyah mau saya share per minggu aaah, buat insipirasi para mamah ketjeh dimanapun berada 😍

Oh iya menu ini, tidak mencakup menu sarapan yaah, soalnya sarapan itu seringnya makan roti, atau nasi goreng, mie goreng atau kalau anak-anak paling suka nasi telur dadar atau nasi telur ceplok.

menu Keluarga Rustanto minggu #1.

  • Senin: tumis tahu toge, sempol ayam, tuna asam manis –> resep sempol bisa dilihat di sini dan di sini
  • Selasa: tumis pokcoy baso goreng, telur dadar bumbu pedas, sop ayam sosis –> baso goreng adonannya sama kayak sempol hehe
  • Rabu: pecel, kering tempe kacang, sempol ayam
  • Kamis: orak arik, telor balado, opor ayam
  • Jumat: sayur asem, bakwan sayur, ayam goreng
  • Sabtu: capcay, sate ayam
  • Minggu: urap, sambal teri kacang medan, bakso goreng

Selain menu utama tersebut, untuk anak-anak saya selalu punya simpanan frozen food, baik yang saya buat sendiri seperti nugget, bakso ataupun yang beli di supermarket seperti sosis dan fish finger.

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Sempol Ayam Wortel

wp-image-602798345jpeg.jpg
Sempol Ayam Wortel

Kali ini saya membuat sempol dengan bumbu yang cukup serius. Haha kenapa dibilang serius, karena bukan pakai bumbu serba bubuk. Dulu saya sudah pernah buat ya sempol yang menggunakan bumbu hanya bawang putih bubuk saja, dan saya posting disini, dan ternyata rasanya tidak berbeda jauh. Hanya sempol serius ini lebih ada aroma bawang gorengnya, tapi dari rasa super miriiiiip. Gak akan ketahuan deh bumbu bubuk atau bumbu serius hehe.

Sempol kali ini menggunakan hanya bahan ayam dan wortel saja. Dan kalau baca-baca dari resep yang bergelimpangan di internet, biasanya ditambah irisan seledri juga ya. Saya mah lagi tidak punya seledri hehe jadi tidak pakai.

Adonan ini selain memang untuk membuat sempol, bisa juga untuk membuat bakso ayam, baik rebus atau goreng, kemudian apa ya namanya itu yang seperti di Hoka-Hoka Bento, jadi adonan ini digulung dengan menggunakan kulit lumpia, trus digoreng dan dipotong-potong, atau bisa juga kalau mau kulitnya menggunakan kulit kembang tahu, dan namanya berubah jadi hmm apa ya hekeng gitu.

Untuk saya, kali ini adonannya saya jadikan sempol dan bakso ayam. Sempolnya endut-endut sama kayak yang bikin hehehe, jadi delapan buah sempol. Dan untuk bakso ayam ukuran sedang, tadi jadi 27 buah.

Sempol ini asyik banget emang, buat jajanan atau cemilan oke, buat dijadiin lauk juga oke. Cihui lah pokoknya. Salah satu menu yang bisa distok. Jadi sesudah di rebus, bisa masuk freezer.

Dan berikut adalah resepnya.

Sempol ayam ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • 500 gr ayam fillet bagian dada
  • 4 buah wortel kecil
  • 3 sdm tepung tapioka
  • 1 butir telur

Bumbu:

  • 1 bawang merah besar, iris kasar, goreng
  • 5 siung bawang putih, iris kasar, goreng
  • 1 1/2 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 sdt merica bubuk

Cara:

  1. Masukan seluruh bahan dan bumbu ke dalam food processor. Proses hingga halus.
  2. Ambil segenggam adonan, dan lilitkan pada tusuk sate.
  3. Rebus/kukus hingga matang. Tiriskan.
  4. Gulingkan sempol pada kocokan telur, dan goreng hingga matang kecoklatan.

Selamat menikmati!

 

Resep Keluarga Rustanto

Ayam panggang pedas oles madu

Ayam panggang! Yes pakuban mau dieeeet, jadi minta dibuatkan menu yang tidak digoreng. Pilihan pertama jatuh ke ayam panggang. Dan tentu saja ayam panggang pedas!

Tapi malas ngoprek resep di internet. Jadi yaaah ngarang aja deh hehe. Alhamdulillah enak. Dasarnya adalah bumbu ayam panggang kecap resep dari Eyang Uti kesayangan. Tapi ini ditambahin cabe, serai, dan tentu saja madu.

Pakuban sukaaaaak bangeeet. Malah makannya jadi banyak.. Nambah ajaaaa.. Dan foto berikut adalah penampakan sebelum dipanggang 😋

Dan berikut adalah resepnya:

Ayam Panggang Pedas Madu ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • 1kg ayam (saya pakai paha)
  • 500 ml air

Bumbu halus:

  • 8 kemiri
  • 5 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 4 cabe merah besar
  • 4 cabe merah rawit
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm merica

Bumbu tambahan:

  • 2 serai, geprek
  • 2 sdm gula pasir
  • 8 sdm kecap manis
  • 3 sdm madu
  • 2 sdm air jeruk nipis

Cara:

  1. Rebus ayam dengan air dan bumbu halus, serai dan daun jeruk. Masak hingga mendidih.
  2. Masukan kecap dan gula pasir. Masak sampai air hampir menyusut.
  3. Masukan madu dan air jeruk nipis. Aduk rata.
  4. Matikan api. Diamkan 1 jam.
  5. Panggang di dalam oven dengan suhu 180 ºC dengan api atas dan bawah. Kurang lebih 20 menit. Di cek yaaa.. beda oven beda suhu dan beda hasil 🙂

Siap dinikmati dengan nasi hangat! dan tentu saja lalapan! Jadi tidak perlu sambal lagi kalau buat saya, karena udah pedaaas!

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Sambal Goreng Ati Kentang

img_20160818_170836

Masakan ini adalah sahabatnya opor ayam. Hehe. Trus dimakannya pas lebaran, pakai ketupat atau lontong dan tentu saja kerupuk udang. Enaknya kebangetan!

Namun tidak pernah terbayangkan sedikitpun dalam pikiran saya bertahun lalu, jika pada suatu hari nanti saya akan memasak menu ini. Sering sih melihat mamah memasak menu ini saat lebaran, tapi mamah menggunakan ati sapi dan menambahkan santan, jadi sedikit berkuah.

Tapi yah sejarahnya dulu adalah saya paling geli sama urusan dapur. Pegang cabe gak mau, apalagi makan cabe. Disuruh bantuin potong bawang, gak mau pegang bawangnya dong, ya pakai garpu hehe. Tapiiiiii tapiiiiii takdir dan hidayah Allah membawa saya ke jalan ini. Dimana keadaan memaksa saya untuk belajar dan bisa masak. Alhamdulillah yah.

Naaah menu ini cukup sering menjadi menu andalan kala katering reguler Dapur-Alisha masih berjalan. Alhamdulillah nya di Belanda ini, banyak tersedia kentang yang sudah potongan di supermarket. Dan ada pula yang kentang bulat kecil dan sudah dikupas. Jadi memasaknya lebih mudah, gak perlu kupas dan potong. Tinggal beli, sreng goreng. Cihuy kan!

img_20160818_171921
Ini contoh kentang yang biasa saya beli. Sudah dalam potongan kotak kecil, ada juga yang bulet-bulet.

Daaan berikut adalah resepnya.

Sambal Goreng Ati Kentang ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • ± 400-500 gr kentang, potong kotak, rendam air yang diberi 1 sdm garam selama 1 jam. Tiriskan. Goreng. Tidak perlu sampai matang kecoklatan.
  • 250 gr ati ayam. Rebus. Potong kecil. Goreng dengan minyak sedikit. Hanya agar sedikit mengeras.

Bumbu halus:

  • 4 bawang merah besar (setara 15-20 bawang merah Indonesia)
  • 8 siung bawang putih
  • 10 cabai merah besar
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 50 gr gula jawa, sisir

Bumbu tambahan:

  • 5 daun jeruk
  • 2 batang serai, geprek
  • 1 ruas lengkuas, geprek

Cara:

  1. Goreng bumbu halus dengan. Sampai harum dan benar-benar matang. Jadi iya digoreng bukan ditumis yah. Hehe soalnya menggunakan minyak yang banyak.
  2. Masukan bumbu tambahan.
  3. Koreksi rasa.
  4. Masukan kentang dan ati ayam. Aduk-aduk rata.

Daaan siap disajikan! Dimakan dengan nasi putih saja sudah cihuuuy, apalagi sama lontong, opor dan kerupuk udang, Zpektakuleeeeer!

Selamat mencoba!

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Ayam Goreng Bumbu Kelapa

Yes ayam goreng! all time favourite. Masakan paling umum di Indonesia yah. The kunyils juga suka. Tapi bedanya adalah, kalau Farza sangat suka kulit dan tulang mudanya, sementara Ina hanya mau dagingnya saja, jangan sampai kena kulitnya, pasti dilepeh, jadi suka bikin Ibu kezeeel.

Selain ayam goreng biasa, mereka juga suka ayam goreng ala ala KFC gitu, daaan tentu saja ayam goreng kelapa kreasi Ibu doooong. Ayam goreng bumbu kelapa ini sebenarnya ayam ungkep bumbu komplit, ditambahi air kelapa dan parutan kelapa. Jadi rasanya gurih kriuk tapi ada secercah manis dari air kelapanya.

 

wp-image-1852640124jpg.jpg

 

Iya ya penampakan memang kurang cantik yah, hiks amatir fotonya. Tapi insya allah rasanya yummy!  Yuuuk ah cusss ke resepnya.

Ayam Goreng Bumbu Kelapa ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • 1 ekor ayam utuh, potong sesuai selera
  • 500 ml air kelapa (saya beli air kelapa merk kalengan di toko asia)
  • 250 ml air biasa

Bumbu dihaluskan:

  • 1 bawang merah (setara 4-5 bawang merah kecil Indonesia ya)
  • 4 siung bawang putih
  • 5 butir kemir
  • 1 ruas jahe
  • 1 sdm ketumbar bubuk
  • 1 sdt kunyit bubuk
  • 1 1/2 sdm garam

Bumbu tambahan:

  • 100 gr kelapa parut kering (kalau disini dalam kemasan kering, ada di toko asia)
  • 1 ruas laos, geprek
  • 1 buah serai, geprek
  • 3 daun jeruk
  • 1 daun salam

Cara:

  1. Masukan ayam ke dalam panci. Tambahkan air kelapa, air biasa, bumbu halus dan bumbu tambahan. Aduk rata.
  2. Masak sampai air menyusut. Masukan kelapa parut kering.
  3. Masak lagi sebentar. Matikan api.
  4. Goreng ayam dalam minyak panas dan banyak.
  5. Siap disajikan dengan nasi hangat. Tambah lalapan dan sambal makin cihuuuy.

Selamat mencoba!

 

 

 

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Bistik Daging

#postingan ini bagaikan hoax huhu karena tak ada fotonya. Kezeeel gak ketemu fotonyaaa. Ini sambil ubek-ubek. Tapi pengen posting resep, abis udah ngendon di draft lamaaa. Nyusul yaah fotonya#

#update: udah ada fotonya looooh, scroll ke bawah yaaaa :-*

Ini adalah masakan favorit saya waktu kecil. Dan juga masakan favorit mamah sewaktu beliau kecil. Dan sekarang, kedua unyils pun sukaaaa banget sama masakan ini. Jadi resepnya adalah resep warisan keluarga.

Masakan ini bercita rasa manis, dan sebenarnya bukan hanya untuk anak kecil dan balita sih, orang tua juga super suka tentunya, tinggal makannya dipadu padankan dengan sesuatu yang pedas.

Sewaktu saya kecil, saya sering melihat mamah membuat masakan ini. Masih jelas sekali dalam ingatan saya, bagaimana mamah mengiris-iris dagingnya, mengiris bawang merah tipis-tipis, menambahkan mentega dan meremas-remas dengan tangan. Harum bau daging, bawang merah dan mentega nya pun masih seperti tercium di ujung hidung saya.

Itulah ya, kenangan indah masa kecil itu sungguh ya terpatri di dalam hati. Ah kangen mamah deh, ibu peri kesayangan #langsungmelow hiks.

 Langsung aja deh cusss ke resepnya.

Daging bistik ala Mamah Eyang Keluarga Rustanto 🙂

Bahan:

  • 500 gr daging (saya sih gak terlalu pakem harus yang tanpa lemak ya, jadi bebas aja, sesuai stok di rumah), diiris-iris tipis dan kecil ya.
  • 100 gr mentega
  • 1 bawang bombai, belah dua, iris halus
  • 2 bawang merah (di Belanda bawang merahnya gede ya, jadi dua aja cukup, kalau mamah  di Indonesia sih biasanya sekitar 6-8 ), iris tipis dan halus
  • 1 buah tomat, belah empat
  • 1 liter air

Bumbu:

  • 1 sdt garam
  • 5 sdm gula pasir
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdt pala bubuk
  • 2 sdm saus tomat
  • 10 sdm kecap manis

Cara:

  1. Masukan daging dalam wajan/panci, tambahkan bawang bombay, bawang merah dan mentega. Remas-remas, sampai semua tercampur. Tutup dan diamkan 1 jam. Atau semalaman dalam kulkas juga oke.
  2. Masak daging, dengan api kecil. Tunggu sampai mentega meleleh dan daging berubah warna menjadi abu-abu.
  3. Masukan garam dan air. Masak hingga daging empuk dan air menyusut.
  4. Masukan tomat, gula, merica, pala, saus tomat dan kecap. Aduk rata. Masak lagi hingga terlihat seperti berkaramel, lengket, coklat. Koreksi rasa.
  5. Dan siap disajikan dengan nasi hangat. Yummy!

Easy peasy kan! Selamat mencoba!

————————————– UPDATED

Yeaaaay akhirnya bisa posting fotonya. Sebenarnya dua minggu ini juga masak daging ini, khusus buat anak-anak aja, porsi kecil. Cuma yah gituuu, diantara deru debu kerjaan rumah dan anak-anak yang sangat demanding ini, sulit sungguh suliiit terkadang untuk bisa memotret makanan dengan baik dan benar. Belum lagi, begitu abis matang udah langsung sigap haap haaap nyuapin, eh baru sadar harusnya difoto dulu sebelum disuapin.

Yah begitulah, rasanya cita-cita jadi food blogger masih jauuuh pisaaaan. Hiks. Hehe. Lebay.

Dan taraaaaa inilah fotonya. Ini saya masak dengan menggunakan hanya 250 gram daging ya.

wp-image-1731147640jpg.jpg

Life in Enschede

Sebuah kota tanpa macet

Ini sebenarnya catatan singkat saat musim gugur lalu. Biasa deh selalu ngendon di draft ^_*

Siang ini, berangkat jemput jam 13.15, jalan kaki dari rumah ke halte, sampai halte ya masih jam segitu, dekat pisaaan.. ternyata bis nya masih lama, ya udah nerusin jalan kaki dulu ke winkelcentrum Twekkelerveld, mampir ke Wibra dan Anamarkt, lanjut ke halte bis dekat winkel, paaasss banget bis nya datang.

Sepanjang perjalanan terbuai banget sama pemandangan musim gugur dan hujan gerimis. Dan mulai melow, sepertinya ini musim gugur terakhir kita di kota kecil ini. Sebuah kota tanpa macet. Kesana sini serba dalam jangkauan sepeda atau berjalan kaki, atau naik bus. Rata-rata waktu tempuh tidak akan pernah melampui 30 menit.

Seperti siang ini, dalam rentang waktu antara jam 13.15 sampai dengan 14.10 (saat saya turun bis di halte Van Heekplein, Enschede Centrum), saya bisa melakukan banyak hal. Dari mulai jalan kaki dari rumah ke winkelcentrum, belanja ke dua toko, kemudian naik bis, dan masih sempat mampir di Primark membeli celana Jogger untuk saya, sebelum kemudian saya meneruskan dengan berjalan kaki menuju sekolah anak-anak. Saat sampai di sekolah anak-anak pun, mereka belum keluar dari kelas. Artinya belum jam 14.30 kan.

Sangat santai. Tidak tergesa-gesa.

Iya ini Enschede. Kota kecil di pinggiran Belanda. Sebuah kota tanpa macet.