Life in Enschede, The moments

Their simple happiness 

Yes colouring stuffs are their simple happiness! We usually buy drawing pad and colouring books once in a week. Its like a basic needs for them. Included all the markers.

Today, we went to Actions on the way back home from school. We bought markers, stickersbooks, colouring books, eggs decordion for easter and a dutch story book.

And only costs us less than 20 euro! 

Alhamdulillah. Always learn from these two little satellites, sometimes happines is really simple yet cheap 😂😘

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Ayam krispi!

 

 

wp-image-1836515946jpg.jpg
Ayam goreng krispi kriuk kriuuuk

Ayam goreng krispi ini lagi hits di rumah dua minggu yang lalu. Hampir setiap hari dua unyils ini maunya makan ayam krispi terus dan teruuuuus. Dulu kayaknya udah pernah posting ya tentang ayam krispi, tapi menggunakan ayam fillet yah,  Ayam fillet goreng krispi.

Nah, kali ini saya menggunakan ayam potongan dan resep kriuk yang sedikit berbeda. Resep ini saya dapatkan dari teman saya di Utrecth. Terima kasih Mbak Eha! Resepnya sederhana, tapi pas kriuknya, yaitu hanya dengan menambahkan 1 sendok makan tepung beras pada bumbu rendaman.

Karena kali ini menggunakan ayam potong, ada satu tips yang saya pernah tonton di channel Kokiku TV yaitu, ayamnya dipanggang lagi setelah digoreng. Kenapa harus dipanggang lagi? karena terkadang, ayam potong yang tidak diungkep dulu, masih ada bagian dalamnya yang kurang matang. Tentu saja bisa disiasati dengan menggoreng menggunakan api kecil di awal dan minyak banyak.

Namun ternyata beberapa kali membuat ayam ini, saya menemukan ada beberapa ayam yang bagian dalamnya kurang matang.. jadi oleh karenanya hati saya lebih sreg kalau di panggang juga.

Naah untuk saya, saya memanggangnya justru sebelum digoreng yaaa. Jadi sesudah direndam dengan segala bumbu rendamnya. Panggang dulu selama ± 30 menit dengan menggunakan suhu 180 ºC di api bawah saja. 

Yuuuk cusss ah ke resepnyaaa.

Resep Ayam Goreng Krispi Kriuk ala Keluarga Rustanto

Bahan:

1 kg ayam paha kecil (duh apa ya istilahnya)

Bumbu perendam:

  • ±150 ml susu cair (saya pakai UHT tanpa rasa)
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm bawang putih bubuk
  • 1 sdm paprika bubuk
  • 1 sdt merica
  • 1 sdm tepung beras
  • 1 sdm tepung terigu

Bumbu tepung kering:

  • 250 gram tepung terigu
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt bawang putih bubuk
  • 1/2 sdt paprika bubuk
  • 1/4 sdt merica bubuk

Cara:

  1. Rendam ayam dengan bahan perendam, minimal 2 jam.
  2. Panggang ayam selama ± 30 menit dengan menggunakan suhu 180 ºC di api bawah saja.
  3. Dinginkan sekitar 30 menit.
  4. Masukan ke dalam bumbu perendam lagi satu persatu, gulingkan di tepung kering, bumbu perendam lagi, tepung kering lagi, tepuk-tepuk dan cubit-cubit, dan sreeeeng goreeeng di minyak banyak dengan api sedang.

 

wp-image-306502887jpg.jpg

 

Siap disajikan! Alhamdulillah yummy!

Nah untuk adonan perendamnya, ternyata cepat habiiis, tergantung besaran ayam yaaa.. ternyata kalau pakai ayam dengan potongan lebih besar jadi cepat habis saat mulai digulingkan bolak balik ke adonan perendam dan tepung kering. 

 

Ibu Arin, Life in Enschede

Pendidikan Jarak Jauh, Sekolah Indonesia Nederland (PJJSIN)

Setelah dua tahun malang melintang di dunia katering yang penuh drama dan sandiwara, akhirnya akhirnyaaaaa alhamdulillah saya diterima menjadi guru jarak jauh di Sekolah Indonesia Nederland. Saya diterima untuk mengajar kelas 3 dan 4 untuk semua mata pelajaran. Alhamdulillah! #langsung akrobat# eh bukannya sujud syukur yaaaa.. ^_^

Sebenarnya semuanya, dalam arti jalan hidup kita, itu sudah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa. Everything happened for a reason. Walaupun doa dan ikhtiar harus tetap kita jalankan ya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan dunia katering, saya pun menikmatinya. Saya bisa belajar memasak, belajar manajemen waktu, dan bahkan melalui usaha katering ini saya menemukan teman sejati, teman baik dan teman yaaang.. aaah sudahlah.. #banting panci! Haha. Eh loh loh ini kok malah jadi melenceng dari tema. Haha kembali lagi ah ke sekolah jarak jauh!

Update: hihi karena ini ngendon lama di draft selama 6 bulan lebiiiih, jadi yaaa saya sekarang ini udah mengajar seminggu 3 kali daaan buka katering lagi dooong hihihihi.

Yang pertama, induk dari sekolah jarak jauh ini adalah Sekolah Indonesia Nederland (SIN). SIN ini berlokasi di Den Haag. Jadi ini adalah sekolah resmi Pemerintah Indonesia yang ada di Belanda. Di SIN ini ada tingkatan SD, SMP dan SMA. Untuk tingkatan SMP dan SMA disediakan asramanya. Para murid yang bersekolah di sini tentu saja adalah murid Indonesia. Detail cerita mengenai SIN bisa klik di sini.

Afbeeldingsresultaat voor sekolah indonesia nederland
Image taken from Google

Nah Sekolah Jarak Jauh di SIN ini atau lumrahnya disebut  Pendidikan Jarak Jauh Sekolah Indonesia Den Haag dan disingkat PJJSIDH adalah bagian dari SIN. Diselenggarakan dan dikoordinasi sepenuhnya oleh pengurus SIN. Sekolah jarak jauh ini sementara hanya melayani untuk tingkatan primary school, jadi kalau di Indonesia setara dengan kelas 1 sampai dengan 6 SD ya. Kurikulum dan pelajaran yang diajarkan pun sesuai dengan kurikulum di Indonesia. Buku-buku pelajarannya juga sama persis dan tentu saja berbahasa Indonesia.

Untuk mendaftarkan anak untuk menjadi murid PJJSIDH ini cukup mudah dan dijelaskan dengan sangat gamblang pada websitenya, silahkan klik di sini.

Sesudah secara resmi bergabung menjadi murid PJJSIDH, para orang tua murid akan diundang bergabung dalam Group FB dengan nama PJJSIDH. Nah di dalam grup FB tersebut ada file dari berbagai buku mata pelajaran dari semua tingkatan kelas. Para orang tua murid dan guru pengajar jarak jauh wajib mengunduh file ini sesuai tingkatan kelasnya. Dalam grup ini para orang tua, para pengajar dan juga koordinator pengajar bisa dengan mudah saling berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Selain itu, dibuatkan juga grup FB untuk pengumpulan tugas pada masing-masing tingkatan kelas. 

Saya awalnya juga penasaran, siapa sih para murid PJJSIDH ini? Dan penasaran kenapa mereka mau mendaftar di sekolah jarak jauh ini?

Ternyata murid PJJSIDH  ini biasanya adalah anak dari diplomat yang sedang bertugas di luar negeri dan juga para anak dari orang tua yang sedang bersekolah  atau bekerja di luar negeri.

Murid saya di kelas 3, terdiri dari delapan anak. Empat anak di Belanda, dua anak di Perancis dan dua anak di Swiss. Sementara untuk kelas 4, terdiri dari 11 anak. Satu di Portugal, satu di Hungaria, satu di Finlandia, satu di Perancis, satu di Swiss dan enam di Belanda.

Salah satu orang tua dari anak murid tersebut adalah Duta Besar Indonesia loh! Alhamdulillah ya tapi bapak ibu nya walau pejabat tinggi begitu, sopan dan santun sekali. Kalau gak masuk ya ijin, PR dikerjakan dan dikumpulkan, selalu hadir juga anaknya. Anaknya pun santun sekali, sepertinya dia gak tahu kalau bapaknya itu Dubes deh hehe.

Nah trus kenapa bersekolah di SIN? 

Nah, dari yang saya baca dan juga mendengar langsung pernyataan dari beberapa orang tua murid yang saya kenal, dengan bersekolah di SIN jarak jauh ini, mereka mendapatkan rapor seperti umumnya sekolah, jadi ketika kembali lagi ke sekolah Indonesia, tidak perlu repot mengurus persamaan lagi. Sepertinya sih begitu.

Daaan sekolah SIN ini dan ya termasuk sekolah jarak jauhnya, sudah terakreditasi loooh, cek deh di website nya, kalau tidak salah akreditasinya A.

Pasti penasaran kan apa sih guru jarak jauh ini. Serius deh asyik banget jadi guru jarak jauh ini. Kita mengajar dengan sistem online. Menggunakan skype. Hah pakai skype? iyah saya juga dulu bingung waktu pertama kali. Hanya bisa mereka-reka, gimana sih mengajar online melalui skype itu. Bahannya dari mana? muridnya di mana? trus saya menjelaskannya gimana? Ada PR gak? Sistem penilaiannya? Yuuks mari kita telaah lebih jauh apa sih guru jarak jauh ini di postingan selanjutnya yaaa.

 

Budget Life, Life in Enschede

Timba – Second hand store for kids in Enschede

Di Belanda, hampir disetiap kota saya rasa, selalu ada yang namanya toko bekas. Di Enschede sendiri ada beberapa toko bekas yang saya tahu. Ada yang khusus untuk menjual segala jenis barang-barang anak kecil. Ada yang khusus menjual perlengkapan rumah tangga dan orang dewasa. Ada yang menjual apapun deh, semua barang ada kayaknya. Dan ada juga bazar yang memang khusus diadakan secara rutin untuk menjual pakaian bekas.

Sejauh yang saya bisa pahami, kenapa perlengkapan bekas itu disini masih laku dan juga orang tidak gengsi untuk membeli, karena utamanya sih memang barangnya masih bagus-bagus ya, kedua dari sempat mengobrol sedikit sama salah satu penjaga tokonya yang terbatas bahasa inggrisnya, usaha semacam ini juga sangat disupport  oleh pemerintah daerahnya. Daaan yang saya pernah baca di slogan mobil delivery toko barang bekas ini adalah “voor beter milieu” diterjemahkan “untuk lingkungan yang lebih baik”.

Salah satu toko bekas khusus segala jenis barang anak-anak di Enschede ini alhamdulillah dekaaat banget sama rumah kita. Tinggal ngegowes, gak sampai 5 menit sampai. Kalau jalan kaki santai, yah moreless 10 menit lah sampai. Nama tokonya adalah TIMBA. Lokasinya di Van Limborchstraat 33, 7521 KA Enschede, ini petanya.

img_20161121_114121

Sungguh ini salah satu tempat me time favorit saya. Semua barang dipegang, dan dilihat-lihat. Nah di Timba ini tetap sih kita harus memilih dengan cukup detil ya, karena banyak juga sih barang yang sudah terlihat cukup kumal dan dekil. Tapi barang yang bagus jauuu lebih banyak. Yang paling sering saya beli disini adalah kaos polos lengan panjang untuk anak-anak, yang biasa untuk dalaman saat cuaca dingin. Beberapa kali juga dapat jaket yang masih sangat layak pakai. Mainan apalagi wah tak terhitung lah beli di Timba.

Harga, jangan ditanya murahnya! Untuk segala jenis baju, mainan, sepatu, jaket, perlengkapan musim dingin, paling mahal 2 euro! Oh iya, belanja di Timba tidak bisa pakai pin atau kartu ya, harus uang cash.

Selain itu ada juga loh box bayi, stroller, tempat duduk toddler, you named it lah! Hampir semua ada. Apalagi baju untuk anak bayi, masih bagus-baguuuus bangets.

Saya juga senang banget beli pernak pernik kamar buat anak-anak. Padahal mah ya mereka tidur sendiri aja gak pernah, selalu kabuuur dari kamar. Dua foto di bawah itu, yaitu gantungan baju dan tempat keranjang susun gantung, TOTAL cuma 1 euro! hehehe.

atau ini alas kaki di kamar cuma 50 cent! gak sampai 1 euro. Dan gambar sebelahnya adalah sarung seprei anak-anak, plus sarung bantalnya hanya 2 euro saja!

 

Dan berikut adalah foto favorit! Farza sedang termenung bingung memandangi mainan.. hhmmm yang mana yaaaa yang mau aku beliiiii? hehehehe

img_20161121_114023