Uncategorized

Apa kabarnya resep keluarga rustanto?

Lenyap semua! 

Bukan, bukan catatannya hilang atau apa, tapi juru masaknya udah jarang banget masak hehehe.

Abis gimana ya, pulang ke Indonesia ini, segala ada, mau masakan apa aja ada. Palingan masak sehari-hari masakan rumahan buat anak-anak sebangsa sayur sop atau sayur bening.

Kalau buat saya dan suami, ya palingan balado ikan tongkol, ayam panggang, tempe tahu goreng, semur tahu telur, tumis ini itu.. gitu-gitu aja. Udah gak pernah lagi bikin bakso, siomay atau segala masakan padang, nasi uduk, bubur ayam, ketropak, gudeg, ada semua dalam satu helaan nafas.

Oh iya palingan pas kapan pernah serius bikin pepes ikan mas presto, lumayanlah, walau ngebungkusnya susah bangeeeet! Bumbunya udah oke sih, tapi kurang daun kemanginya.

Di dalam komplek tidak ada yang jualan sih, tapi ibu-ibu nya punya grup wa yang isinya jualan makanan apa ajaaaa, tinggal order dianter deeeh.. dan juga segala apa aja dari mulai perlengkapan dapur, sabun ini itu, kerudung, baju anak, bahkam sebangsa jamu, masker, semua adaaa.. grupnya udah kayak mall online aja.. sangat memudahkan.

Kembali ke resep keluarga rustanto. Duh kapan ya serius masak bereksperimen lagi. Entahlah. Segala peralatan perang di dapur pun masih banyak yang tersimpan rapi di dus atau kontainer. 

Itu untuk masak memasak, kalau bebikinan kueh dan snack gimana? Apalagi itu, blaasss gak pernah huhu.

Ya begitulah, lagi kempes banget nih semangat di dapurnya. Semua karena segala kemudahan yang ada hahaha.

Salam hangat dari dapur-alisha dapurnya keluarga rustanto yang lagi gantung panci 😂😚

Advertisements
Uncategorized

Life goes on

Sekembalinya kami sekeluarga dari perantauan selama tiga tahun di Enschede, tentu saja kami kembali bertemu para saudara, sahabat dan handai taulan.

Senang, sangat menyenangkan! Alhamdulillah banyak sekali ajakan bertemu, janjian playdate, makan siang dimana atau saling berkunjung ke rumah masing-masing. Alhamdulillah alhamdulillah, silahturahim itu sangat menyejukan hati.

Saya yang tipe pemerhati dan pemikir ini, dengan cermat memandangi dan menelaah setiap pertemuan, pembicaraan di telepon, juga percakapan di wa, dan sepertinya semua tidak sama seperti dulu.

Tawa, obrolan dan pelukan tentu saja masih sama!

Tapi hidup dan kehidupan, tempat berpijak, tempat bernaung, cara berpikir, bahkan cara berpakaian, gaya hidup.. sudah berubah. Ya itulah kehidupan, bukanlah sesuatu yang statis, tapi dinamis.

Ada yang baru menikah, indah sekali pernikahannya, ada yang patah hati sambil lanjut sekolah, ada yang baru “diselesaikan” dari kantornya, ada yang baru baby, ada yang baru beli rumah, ada yang mau memulai bisnis baru, ada yang aaah.. banyaaak..

Saya? Iya tentu saja berubah. Jangan berharap banyak dengan perubahan angka di timbangan hahaha.

Tiga tahun terakhir adalah rentang waktu dengan begitu banyak pengalaman dan kejadian yang membuat batin bergolak. Perubahan cara berpikir, bersikap dan prinsip dalam berumah tangga. Semua ada hikmahnya. Segala positif dan negatif nya. Semua pertemuan satu persatu dengan setiap manusianya menjalinkan satu benang merah tersendiri dalam hidup saya, dan bahkan anak-anak saya. Bagaimana mereka mulai mengenal yang namanya persahabatan dan pertemanan.

Iya kehidupan terus berjalan. Tidak akan pernah berhenti. Begitu pula dengan harap ini. Selalu senantiasa memandang langit dengan penuh harap. Diberi waktu terindah dalam setiap langkah dan cita.

Life goes on!