Jalan-jalan, The moments

one fine cold day in Den Haag

IMG_20170104_123757

It was our one day trip back in January 2017. It was cold and sunny and a bit windy, with a little showers. We enjoyed the trips soooo much. And instantly fall in love with Den Haag. Even Inayah keep saying, can we move to Den Haag? please please please?

Hehe.

Our one day trip was start from  Den Haag Central Station to Binnenhof. Taking a tram, we can always check the tram and bus schedule in here, free wifi is, well I can say almost everywhere. Then we were walking around, enjoying the buildings and views. And we stopped for having short lunch while sitting enjoying the lake scenery.

Then we took tram to Scheveningen, which was actually our main destination. We wanted to ride the Skyview de Pier in Scheveningen. We bought the ticket online here. We used family ticket, it costs 26 euro, for two adults and two children. It is cheaper rather than we buy separated ticket for adult and child.

The skyview ride was amazing! It was clean, comfortable, modern and it looks have pretty good safety haha. There were air conditioner, table for having our food, and emergency button, in case of anything happen! This is very important button ^_*.

We really enjoyed the ride, well a little bit scared of course! haha. The scenery from above is the North Sea and surrounding of Den Haag. Ina and Farza, they were amazed but also to scared to move haha. And inside the box, Ina said something about that we can fall if we move too much and also because of the wind is very strong, and I shut her down! Please please don’t say anything about falling! Haha me too being scared at that time. But overall we love it!

Afterward, we enjoyed ice cream inside de Pier. The place is full of many cafes, small restaurants and some spaces outside with chairs and tables so that we can enjoy the beach view while eating our food. In that cold day, the kids choose ice cream instead of warm chocolate.. hmmppphhh.. well oke.. warm chocolate for ibu and bapak then 🙂

And we also bought patat, as always. Patat is a french fries. It is the Dutchies fast food that we can easily buy anywhere.

Full and happy, alhamdulillah!

Then the kids wanted to running around the beach and touched the water. Ibuuu, why the water is soooo cold? Can I taste it? It is said that sea water is salty, I just wanted to try is it really salty? or is it sweet?

Haha!

Of course I didn’t let them taste the water. The one nearby the beach is not so clean. It is dirty, sandy, and the waves bring a lot of sort of like soapy foam watery.

And as the sun goes down, it is time for us to go back to Enschede.  Bye Den Haag, tot de volgende keer!

Jalan-jalan, The moments

Suatu hari di Amsterdam

IMG_20170326_182917

Ini adalah trip kita di bulan Maret lalu. Kita mau ketemuan sama teman kuliah saya dulu yang sedang berkunjung bersama suaminya ke Walanda, daaaan mereka bawain titipan saya, yaitu kerudung, teh tarik, milo dan dancow buat anak-anak! Alhamdulillah ^_*.

Dari Enschede kita cuss ke Schipol naik kereta. Dan karena teman saya, mendaratnya pagi pisan yaitu jam 6 pagi, kita udah gak keburu dong ketemuan di Schipol, atuhlah Enschede-Schipol itu 2.5 jam sajaaaa.. dan karena kita tentu saja bawa unyils, susah kalau mau diminta bangun pagi bangeets gitu.. haha alasan, padahal ibu nya juga suka kebluk kalau bangun hehe. Dan itu adalah hari minggu, bis di Enschede baru ada di atas jam 8. Jadi ya sudah kita naik kereta yang jam 10.46 atau 11.46 gitu.

Sampai Schipol kita santai dulu, buka bekal, ke toilet. Trus beli one day ticket untuk keliling amsterdam. Ini tiket asyik deh, bisa lihat di sini untuk detilnya. Jadi ini tiket bisa kemana aja seputaran Amsterdam, berlaku seharian, tidak berlaku untuk kereta (jadi hanya bis dan trem), harga 7.5 euro untuk dewasa dan 2.5 euro untuk anak-anak. Penggunaanya persis seperti OV Chipkaart, kita harus check in dan check out. Simpel deh!

IMG_20170326_134140
buka bekal dan emam es krim dulu di Schipol
IMG_20170327_111110
one day ticket

Di Schipol dapat kabar dari teman saya, kalau mereka masih di Volendam. Jadi sudahlah kita mau solat dulu. Trus kata suami, kita solat ke Mesjid Indonesia aja yuuuk. Namanya Eromuslim, dan lokasinya di sini. Ternyata lumayan jauh juga dari Schipol. Alhamdulillah pas lagi antri bis, kita ketemu seorang ibu dari Indonesia, yang ternyata juga lagi mau solat ke mesjid Eromuslim. Dan beliau sudah puluhan tahun tinggal di Amsterdam. Alhamdulillah. Jadi kita ngintil aja lah ama ibu nya hehe. Duh lupa pula namanya siapa. Kita naik bis, agak jauh  gitu. Trus turun, ganti trem no 17. Dan tinggal jalan kaki sedikit ke mesjidnya.

Dari luar tidak tampak seperti mesjid sih. Lebih seperti apartemen biasa. Tapiiii begitu kita buka pintunya.. jeng jreeeeng.. rameeee dan luaaaaas bangeeet. Nah kebetulan hari itu adalah hari minggu siang, dan mesjidnya ruaaameeeee bangeeet, karena banyak anak-anak yang sedang TPQ. Dan tidak hanya anak-anak dari warga Indonesia saja sih.

Seru deh mesjidnya. Ada jualannya segala, dari yang bisa saya amati, ada gula jawa, kerupuk dan snack Indonesia. Katanya di dapurnya juga jualan makan siang sebenarnya. Duh sayang kita gak sempat foto sama sekali di mesjid ini. Riweuuuuh ruameeee.

Pas saya sudah selesai solat, dan pamitan sama ibu yang tadi mengantar kita, saat saya menuju tempat jaket, ada yang menyapa saya.

  • :Ibu, maaf, ibu Arin bukan?
  • :Iya bu, saya Arin bu. Ibu?
  • :Saya, ibunya A bu, murid ibu. Saya tadi sekilas dengar suara ibu. Dan saya kenal suara ibu kalau sedang mengajar ^_^

Hehehehehehehe.. ternyata ada murid PJJ SIN yang juga TPQ di sini. Memang A ini tinggalnya di Amsterdam.

OOOOh ternyata suara saya dikenaliiiiiii ^_*. tes tes tes 1 2 3 tes tes tes .. #kibasmikrofon

Naaah selesai dari solat ini, pas kita mau naik trem lagi, eeeh eeeh di samping gedungnya ada kermis dong. Eaaaaa. Ya tentu saja duo unyils ini keukeuh minta naik kereta ulet. Well well baiklaaaah.

Sesudahnya, kita naik tram yang no 17 lagi untuk menuju ke Amsterdam Centraal. Karena kita janjian sama teman saya untuk canal cruise, dan teman saya sudah beli tiketnya sejak di Indonesia, padahal sih kita bisa gampang banget beli di tempat. Dan karena mereka sudah beli dari Indo, maka kita harus ikut beli tiket di tempat yang sama.

Ternyata yaaah, naik tram nya lamaa, jauuuh, penuuuh.. dan adek pun lemaaas. Mulai mabok. Pusing dan mual. Ngenes banget lah  pokoknya. Begitu sampai di Amsterdam Centraal langsung menuju gerai Kios K beli teh hangat, dan ke gerai Smullers beli patat. Trus duduk santai dulu. Dan berkabaran sama teman, kalau kita habis selesai makan langsung mau cusss ke tempat canal cruise nya.

Selesai makan, kita naik tram lagi untuk menuju ke Blue Boat Company. Beuuh sempat kena omel lah ama PakUban, gegara keburu-buru cek musti naik tram no berapa, dan walhasil salah naik tram. Huhu. Trus PakUban lah yang cek lagi musti naik tram no berapa. Sampailah kita di lokasi. Dan masih musti jalan dulu. Dan teman saya beserta suaminya sudah menunggu.

Seruuuu! Ketemu teman lama yang sudah 15 tahun lebih gak ketemu. Plus dapat teh tarik, milo, dancow dan juga gudeg kalengan oh dan kerudung! Harta Karun maaak!

Canal cruise nya asooiii banget. Suhu memang dingin sejuk sekitar 12 derajat pada hari itu, tapi matahari ceraaah banget, langit biruuuuu. Jadi maksimal banget canal cruisenya. Jadi kita bisa keluar dari kapal, dan santai duduk di belakang. Suka banget!

Selesai canal cruise, kita naik tram ke Rijksmuseum. Hihi pepotoan dooong di IAmsterdam itu. Ah tapi susah fotonya, penuuuh orang. Ya sudahlah. Jadi kita duduk-duduk santai dekat kolamnya. Anak-anak mainan sama PakUban di playground yang gak jauh dari situ.

Dan karena sudah mulai malam, dan kita harus kembali ke Enschede, 2.5 jaaam cyiiin. Dan besok anak-anak sekolah. Jadi gak boleh kemaleman. Jadiiii kita pulang dulu yaaaa ke desa Enschede tercintah

❤❤Alhamdulillah hari ini sangat-sangat menyenangkan ❤❤

Jalan-jalan, The moments

Madurodam!

5Ini adalah jalan-jalan kita saat menjelang akhir musim panas. Hmm bulan apa yaaa. as always late post sih soalnya, jadi aja lupa. Yang pasti matahari masih bersinar cerah, namun angin sudah lebih terasa dingin gitu sih. Haha ih misterius gini yah kapan pergi kesananya 🙂

img_20161008_125609
Pintu masuk Madurodam

Apa sih Madurodam ini? Madurodam ini adalah salah satu tourist attraction yang terkenal di Belanda.  Madurodam ini adalah taman miniatur semua landmark terkenalnya Belanda. Jadi kalau misalnya kita mau mengunjungi Belanda dalam satu hari, ya ke Madurodam. Sebenarnya ini konsepnya mirip Taman Mini di Indonesia, namun Madurodam membuatnya dengan versi miniatur dan sangat detil.

Di mana sih Madurodam ini? Madurodam terletak di Scheveningen, Den Haag. Transportasi menuju Madurodam dari Den Haag Central Station sangatlah mudah. Dulu kami sekeluarga menggunakan trem no 59 yang tujuan Scheveningen Noorderstrand. Menunggu trem nya tepat di depan pintu keluar Den Haag Central Station. Dan tempat berhentinya namanya Madurodam. Berhenti dekat sekali dengan Madurodam, tinggal jalan dikiiiit banget, satu helaan napas lah hehe. Kita sih dulu menggunakan OV Chipkaart ya untuk membayar trem nya ini. Tapi di dalam trem disediakan mesin untuk membeli tiket, tanpa operator yah, dan tidak ada yang memeriksa loh. Jadi ya kesadaran sendiri. Harga tiketnya pp kalau tidak salah sih 4 euro ya.

Tiket masuk ke Madurodam kita beli melalui websitenya alias online  di sini yah. Lumayan mahal yah harganya kalau dengan harga normal. Dulu kita dapat harga sekitar 19 euro per orang kalau tidak salah. Tapi Madurodam ini sama halnya lah ya dengan berbagai tempat turis lainnya di Belanda, sering memberikan diskon berdasarkan season yah. Jadi kalau mau dapat tiket murah musti rajin cek and ricek websitenya.

Naaah sekarang mari kita masuk ke dalam nya. Kita cek yah fasilitas umum yang ada di dalamnya. Fasilitas umumnya OK! Toilet ada, bersih, dekat pintu masuk. Restoran ada. Rameee banget. Ada dua tempat yah restorannya. Kemudian ada tempat membeli oleh-oleh atau pernak pernik Madurodam.  Kemudian ada juga area playground berpasir. Cukup luas, ada krakerbahn nya juga, ala ala flying fox gitu. Kemudian di sisi kanan, ada tangga menuju ke atas, dekat restoran kedua, itu ada taman bermain juga dengan patung Ninjte yang cukup besar, dan ini tampaknya lebih untuk anak-anak di bawah 5 tahun yah.

Nah sekarang menuju ke miniaturnya, yang paling eye catching sih menurut saya adalah Erasmus Bridge, Amsterdam Schipol Airport dan tentu saja tempat tulisan Madurodamnya yah. Dan ternyata yah, area Madurodam ini tidak terlalu luas. Setengah hari selesai lah, seharian mah kelamaan. Miniaturnya buanyaaak banget. Hampir landmark di setiap kota ada ya di sini.

Selain itu yaaaa, ada juga seperti kita nonton film gitu, tapi kayak hidup lah filmnya. Awalnya kita penasaran aja, ada pintu masuk kayak ke ruangan gitu, apa sih ini? ternyata di dalamnya ada ruangan, dibuat dengan settingan kuno, isinya meja panjang dengan kursi kayu panjang, trus yang masuk pun dibatasi. Trus, ruangan ditutup, gelap gulita. Ina biasa deh mulai nangis. Huhuhu. Tetiba, dikaki kita kayak semiwring angin gitu dan di seluruh tembok, ya kayak di kaki kita juga, banyak tikus berlarian gitu. Waah tambah histeris aja Ina. Padahal mah itu tikus efek film aja. Bukan beneran. Well, karena dalam bahasa Belanda ya filmnya, jadi kita hanya menebak, itu tampaknya film sejarah perang di Belanda, tepatnya di kota Dordrecht. Haha gak asyik yaaa. Haha yang penting kita jadi tahu ada apa dibalik pintu itu.

Waktu kita kesini ini, pas banget deh cuacanya sejuk segar namun hangat matahari juga ada. Alhamdulillah menyenangkan. Anak-anak juga berlarian kesana kemari. Senang banget liyatnya. Oh dan trus mereka juga senang banget mengejar keretanya. Karena keretanya kan beneran jalan di rel yah mengelilingi Madurodam. Seru deh. Dan berikut beberapa foto pilihan!

And yes that was it. Alhamdullih, one fine sunny day in Madurodam. Late summer, 2016. Filed!

Jalan-jalan, The moments

Magical Maastricht

Minggu lalu, hari apa yaaa, eaaa pikuuun T_T
Kita sekeluarga plus para tetangga di Twekkie Residence alan-alan ke Maastricht, jadi kita tiga keluarga, yang berarti enam dewasa dan pasukan unyilsnya ada lima. Rameeeeee.

Emang ada apa sih rame-rame ke Maastricht, mana dingin-dingin gini pula? itu loooh soalnya ada MAGICAL MAASTRICHT!

Selain itu yah ini mah demi mengisi liburan anak-anak, membuang energi mereka, biar gak kebanyakan. Secara kalau kebanyakan energi dan diam aja di rumah, roboh rumahnya insya allah, atau paling gak digedor lah ama tetangga atas :p

Nah, akhirnya pilihan jatuh ke Maastricht. Selain ada magical maastricht itu, yang sebenarnya adalah ala ala christmast market, kita juga mau keliling kotanya, dan ada wacana mau jalan juga ke Limburg, itu loh liyat yang tiga titik negara. Tapi apa daya, naik kereta super lancar jaya gak ada perbaikan apapun aja, dari Enschede ke Maastricth itu 3 jam lebih, nah ke Limburg sendiri naik bis dari Maastricht itu 1 jam, ya wassalam deh. Gak akan sempat waktunya, pulang bakal kemalaman.

wp-image-489077037jpg.jpg
Therustantofamily, Maastricth, December 2016

Emang blah mana sih Maastricht ini, jauuuh eneeel dari Enschede? Ya Enschede juga emang menciiit di sebelah Timur Walanda dan udah perbatasan sama Jerman, sementara Maastricth itu di sebelah Selataaaaan banget dan berbatasan  dengan Belgia. Peta lokasi Maastricht.

Kota ini termasuk kota tua di Belanda. Dan saat sedang berada di sana, saya sering teringat akan komik asterix dan obelix. Jalanannya miriiip bangeeet. Jalanan bebatuan gitu. Begitu pula beberapa bangunannya, sekilas seperti desa Galia, hehe ngarang yah. Eh bener deh, liyat nih, ini foto tahun 2008 tapi.

No automatic alt text available.

Dulu sekitar akhir tahun 2008, saya dan teman-teman kuliah di Enschede pernah jalan-jalan bareng ke Maastricht, sama PakUban juga loh! hehe. Dulu mah masih Andry gitu aja manggilnya 🙂 Nah, kayaknya waktu berkunjungnya sama seperti tahun ini, yaitu saat ada Magical Maastricth, jadi dulu kita jalan keliling kotanya, trus keliling centrumnya, trus ke chrismast marketnya, beli chocomel hangat juga, patat dan juga naik bianglalanya.

No automatic alt text available.
Ini foto kita tahun 2008, liyat deh, itu PakUban pakai topi biru, masih langsiiing (Dalam foto dari kiri ke kanan: Andry, Mas Ibe dan yang membelakangi kamera adalah Mas Sigit)

Kalau yang kemarin, kita gak sempat keliling kotanya sama sekali, jadi dari Maastricht central station, kita langsung jalan menuju ke centrumnya. Melipir ke jembatan dulu, foto-foto dan juga ke Helport, trus lanjut ke arena Magical Maastrichtnya.

wp-image-909234127jpg.jpg
Pasukan Unyils Twekkie.  (dari kiri ke kanan: Naura, Fatih, Ina, Farza dan Salwa)

Oh iya, untuk masuk ke arena Magical Maastricht ini tidak dipungut biaya ya. Nah setiap permainan ada tempat pembelian tiketnya. Untuk bianglalanya, dewasa harganya 5 euro dan anak-anak 4 euro. Sebelnya adalaaaah PakUban yang memang takut ketinggian, gak mau ikut naiiik, waaa jadilah ibu yang harus naik menemani mereka. Dulu saya itu termasuk mahluk pemberani loh, naik apa aja berani, roller coaster maha tinggi di Walibi World itu maaah aaah cemeeen, biasaaa. Lha sesudah punya dua unyils ini kenapa ya saya jadi ikutan penakut haha. Kemarin tuh serius deh, sesudah beli tiket dan antri, saya hampir mau membatalkan naik bianglalanya, takuuuut. Tapi kesian anak-anak. Jadi hiiiks ya diberani-beraniin deeeh.

wp-image-1691151042jpg.jpg
Gelap ih fotonya. Mendung sih emang. Tapi pas kita naik malah matahari bersinar cerah.

Akhirnya naiklah kita ke bianglala, berenam dong. Saya, Ina, Farza, barengan sama Naura, Fatih dan ayahnya mereka. Waktu bianglalanya berputar sih gak apa-apa, seruuu, tapi pas berhenti-henti karena menaikan dan menurunkan penumpang, itu yang horor. Apalagi kalau pas kita di bagian yang paling tinggi, ditengah di paling atas. Farza sampai kaku gak berani gerak hehehe. Tapi alhamdulillah tidak setakut yang saya bayangkan. Anak-anak juga cukup tenang dan tidak menangis. Mengingat ini pengalaman pertama mereka naik bianglala tinggi dan terbuka.. terbuka loooh.

Dari naik bianglala, kita putar-putar, kemudian pilihan jatuh ke naik kereta odong-odong. Tiketnya cukup murah, 2.5 euro saja. Sesudahnya, Farza bilang, duh aku kayaknya pengen makan sesuatu nih >_< haha. Baiklaaah. Yuuuk kita beli patat alias kentang goreng. Kentang gorengnya kurang hits ah rasanya, iya sih cuma kentang goreng, tapi beneran kurang enak, gak renyah, gede-gede lagi. Harga kentang goreng untuk ukuran normal tanpa saus itu 3.5 euro. Dan ukuran normal ini porsinya sangat besar loh. 

Selain beli patat tentu saja, anak-anak minta dibelikan chocomel hangat. Satu cangkir chocomel yang menggunakan krim itu 3.5 euro. Ya ampun inih ya anak-anak ini ya minta bolak-balik beli chocomel. Awalnya Ina dibeliin ayahnya Naura, trus Farza juga mau, dibeliin lah sama PakUban, tapi tanpa krim. SALAH. NANGIS. Akhirnya dibeliin lagi yang pakai krim. HABIS. BAHAGIA. eeeh minta lagiiiiii. Gustiiiii.

Habis puas makan kentang dan minum chocomel, lari kejar-kejaran kesana kemari, mulai merengek minta naik mainan lagi. Pilihan jatuh ke komedi putar. Harga tiket komedi putar ini 2.5 euro. Sesudahnya kita popotoan dulu di depan gerbang Magical Maastricht ini. Trus jalan deh pulang menuju stasiun. Padahal sebenarnya pengen banget naik bis sight seeing keliling kota, atau naik kapal di kanalnya. Ah tapi memang Maastricht terlalu jauh dari Enschede, harusnya menginap baru bisa puas kali ya.

Oh iya sebenarnya pengen banget foto keluarga dan seluruh pasukan Twekkie Residence di depan central station Maastricht, tapi sayangnya lagi perbaikan dooong, ada galian gorong-gorong. Jadi kita gak bisa poto-potoooooo huhu.

Sepanjang jalan kaki menuju central station pun kita menikmati tata lampu yang sangat keren. Indah banget lampu-lampunya. Sayang kameranya hanya kamera henpon >”< jadi yaah hasilnya kurang bagus untuk ditayangkan. Alhamdulillah perjalanan pulang sampai Enschede lancar jaya tidak ada kurang suatu apapun.

Dan foto berikut adalah pilihan foto ter.. hmm ter apa yaa, epic lah pokoknya. Hehe. Jadi ini di depan Helport. Mbak Lusi bawa PopMie, dan semua anak rebutaaaan. Bahkan Salwa yang paling kecil pun mauuu. Hihi sungguh PopMie tiada duanya.

wp-image-1802291279jpg.jpg
PopMie. Selera Indonesia. Kesukaan kita semua. (Dari kiri ke kanan: Farza, Naura, Mbak Lusi dan Ina)

So, that was it. A day in Maastricht. December, 2016. Filed!

Ibu Arin, Jalan-jalan

Freezing cold in Wroclaw

20352_235546136621_1382166_n

Ini adalah perjalanan saya di awal tahun 2010. Tahun baruan! Ah gaya benar yah saya tahun baruan aja jalan-jalan sampai Wroclaw.. hehe duluuuu ini mah duluuuu.. jaman masih single nan gaya jadi master student di Enschede, Belanda. Dulu, saya punya catatan di setiap tempat yang saya kunjungi, pun beserta bukti entah itu tiket pesawat, tiket bis atau tiket apaan aja deh. Plus saya selalu membeli buku tentang tempat yang saya kunjungi tersebut. Dan hmmm sekarang entahlah semua itu ada di mana huhuhu. Tapi yah dari pada tidak terdokumentasikan, mendingan ditulis aja deh.

Oke kembali ke Wroclaw.

Wroclaw? okeh pasti akan banyak yang mengerutkan kening! nama apaan tuh? makanan? 🙂 it was my first impression as well.. I never knew that there is a city name WROCLAW exist in the world 😉  Internet may say that Wroclaw is the fourth biggest city in Poland, and the local people may say it’s a dwarf city, but i would say, it’s the north pole of Poland.. it was freaakiiiiing coooooold!!!! no, more than cold, it’s freezing!

Emang yah kalau mau diinget-inget mah perjalanan ini aneh banget-bangetan. Awalnya saya merencanakan untuk ke Itali, dan memang kesana sebelum ke Wroclaw ini, yaitu ke Venice, Pisa dan Roma. Nah salah satu teman dalam perjalanan ini mengusulkan, eeh eeh ada promo tuh dari RyanAir buat tujuan Roma to Wroclaw, yuk yuk kesana.. Awalnya saya ragu-ragu, euleuh ngapain juga winter ke Polandia, meuni dingin atuhlah ya. Tapi dia ini ngotot. Ya udahlah akhirnya kita semua setuju. Bolehlah ke Polandia. Lumayan nambah jejak kaki di Eropah ini. Eeeeh pas mendekati hari H si yang punya usul malah batal gak jadi ikutan.. halaah pikasebeulen!! hrrrrrr.. Tapi gimana dong ya, ya udahlah maju terus pantang mundur.

Akhirnya ya, setelah kita di Itali nan sejuk, maka mendaratlah kita di Wroclaw, disambut dengansalju nan dingin. Saljunya sih tampak tidak tebal, tapi Gusti Allah duingiiinnyaa. Dari bandara kita masih harus naik bis untuk menuju kotanya. Dan menunggu bis nya lamaaaaa. Ouw kita ketemuan dulu sama temannya teman nih yang gabung ama kita di Wroclaw ini. Kita ketemuan di stasiun kereta. Alhamdulillah ketemu. Naaah abis itu kita dong rusuh bin riweuh mencari alamat tempat kita menginap. Padahal mah pas udah ketemu gampaaang banget. Cuma awalnya gak keliyatan aja, karena kita udah kedinginan, jadi gak konsen.

20352_235546091621_4542530_n

Malamnya dua teman saya ini jalan-jalan ke centrum nya untuk melihat perayaan tahun baru. Saya? di hostel aja dong. Menangis meraung-raung. Menyesali perjalanan ke Wroclaw ini. Kenapa? karena sebenarnya saya cuma mau sampai Itali saja. Saya tegang karena lagi sambil ngerjain thesis. Huhuhu galau deh pokoknya. Tapi terus akhirnya saya ketiduran. Dan ketika bangun pagi, alhamdulillah lumayan segar.

Continue reading “Freezing cold in Wroclaw”

Jalan-jalan, The moments

Trip to Dinoland – Zwolle

wp-image-737280541jpg.jpg

Sebenarnya ini semua berawal dari stiker AH (supermarket Albertheijn). Ina jadi gemar banget sama dino, jadi mau tahu segala sesuatu tentang dino. Setiap hari yang diobrolin tentang dino, kalau ibunya gak bisa jawab, dia kesel banget, ih ibu gak belajar sih.. hahaha awas aja yaaa.

Dino-spaarplaatjes

Trus hobi banget dengerin lagu-lagu di youtube yang berhubungan dengan dino, ada salah satu channel namanya pink fong, ada yang seri dinosaurus song, omoooo itu mah tiap pagi siang sore nonton itu teruuuuuus. Ibunya lama-lama jadi ikut hapal.

Nah waktu weekend tanggal 23 Juli lalu, kita ada pengajian ke Utrecht, tapi jalur kereta sedang ada perbaikan, jadi keretanya muter lewat Zwolle. Naah naaah lewat lah kita di Dinoland. Geger geegeeer semuanya langsung minta ke Dinoland. Selama seminggu sesudahnya terus-terusan  deh Ina Farza ngomongin tentang Dinoland ini. This dino is my favorite, I wanna see that dino, Oh brachiosaurus is so cuteee bla bla bla bla.. #lebay bangeeets!

And finally, the next weekend off we go to Dinoland in Zwolle! Continue reading “Trip to Dinoland – Zwolle”