Enschede, Life in Enschede

Kehilangan barang di Belanda

Selama kurang lebih tiga tahun tinggal di Belanda, kita pernah mengalami dua kali kehilangan di transportasi umum. Kejadian pertama itu heeiiitsss banget bikin syoknya. Kenapa? soalnya satu tas ransel lenyap. Isinya dua laptop, satu tablet, seluruh dokumen penting kita dan kunci rumah. Kehilangan kedua adalah, tas sekolah Ina, yang sebenarnya lebih pada ketinggalan, alias kelupaan. Dan alhamdulillah yah semua kejadian itu berakhir indah.

Sistem keamanan baik dan juga entah ditambah dengan modernitas berpadu dengan kejujuran, mengahsilkan sebuah tatanan sosial yang sangat baik.

Kejadian #1

Terjadi di bulan April tahun 2014. Saat kami kembali lagi ke Belanda bersama anak-anak. Kebayang dong yah bawaannya. Koper gede dua, koper kecil, tas gledek (eh gimana sih nulisnya, tas yang bisa didorong itu loh haha), tas ransel dua, plus tas slempang. Nah, waktu menunggu kereta dari Schipol menuju Enschede, kita disamperin dong sama seorang pramugari KLM, dia bilang, hai kalian berdua harus hati-hati, karena kalian membawa dua anak dan koper yang sangat banyak, biasanya akan menjadi incaran penjahat. Well, dasar saya mah manusia biasa yang sungguh penuh kealpaan dan khilaf, sambil tersenyum saya dan suami mengiyakan, iya iya terima kasih. Tapi dalam hati saya ngebatin, iya tenang aja, kita udah pernah kok tinggal di sini, dan gak asing sama cerita barang hilang di kereta dari Ams Schipol inih. Ngek ngok! sok banget sih ngebatinnya!

Singkat cerita, naiklah kita semua ke kereta. Dan saat semua sudah duduk rapi, koper dan semua tas tampak sudah aman. Santailah kita. Pakuban ijin mau wudhu, saya bilang iya, Ina pindah duduk dekat saya dan Farza. Bangku Pakuban kosong, tapi tas banyak disitu, dan tas ransel dia ditaruh di atas. Kan cuma sebelahan, saya pikir gak bakalan lah ya ada yang bisa terlewat dari jangkauan mata saya. Eh eh eh tetibaaaaaa ada suara menggelegar dari arah belakang (WC):

:hiiiii, is this the right train to Deventer bla bla bla

Ternyata ada orang, mencegat Pakuban, bertanya ini dan itu, sampai nunjukin tiket segala dan itu dengan suara MENGGELEGAR, sampai semua orang, termasuk saya dan anak-anak menengok ke arah mereka. Trus kemudian selesai. Keadaan normal lagi. Pakuban lanjut duduk, solat, kita ngobrol sana sini dan tetibaaaaaaaa:

TAS RANSEL BAPAK MANAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?

oooh ooooh panik panik panik!

ya ya hilang saudara-saudara! Syok! dan tentu saja saya merasa sangat bersalah atas batin saya yang sombong tadi dan juga kok yaaa bisa sih di ambil, kaaaan cuma di sebelah saya gitu looooh! Hipnotis? engga deh kayaknya. Jadi setelah direkonstruksi, tampaknya kejadiannya adalah saat semua orang menengok ke arah mereka, satu orang lain lagi beraksi, MENGAMBIL tas ransel Pakuban!

Panik dan rusuh saat itu. Pakuban lapor ke kondektur, dan disarankan untuk lapor polisi saat turun dari kereta. Satu yang masih kami syukuri adalah paspor dan dompet tidak termasuk dalam tas ransel itu, tapi ada di tas slempang Pakuban.

Singkat cerita lagi, setelah enam bulan lebih dan kami masih selalu terkenang dan memikirkan betapa oh betapa repotnya mengurus seluruh dokumen penting semacam, seluruh akte kita berempat, buku nikah dsb. Dan bahkan ya mamah di Indonesia sana pun selalu bilang ya allah semoga orangnya baik, semua barang boleh lah diambil asal dokumen dibalikin.

Dan ya alhamdulillah doa mamah TERKABUL. Pada suatu hari yang indah Pakuban menemukan segepok paket di kotak surat. Dan saat dibuka adalah SELURUH DOKUMEN KITA. GAK ADA YANG KURANG! KOMPLIT! sujud syukur lansung! Alhamdulillah.

Sebenarnya sih sampai detik ini menurut saya masih misterius bagaimana itu semua dokumen kita bisa dikirim ke alamat kita dengan baik dan benar. Dugaan yang paling kuat sih, tas kita beserta dokumennya dibuang dijalanan. Ditemukan sama orang atau petugas dinas sosial atau dinas kebersihan, dan entah mungkin dinas sosial mencari tahu alamat kita lewat imigrasi atau gemeente, ya mencari tahunya kalau disini mah cuma paka klik klik ketik doang, semua data sudah terintegrasi dengan baik yah. Dan kemudian dikirimkan ke alamat kita. Apapun itu, siapapun, dengan cara apapun ini adalah bagian dari kehendak Allah SWT yang dengan kuasa Nya menggerakan dan menunjukkan cara kepada semua orang yang terlibat, dan kami mendoakan semoga semua mendapat balasan yang terbaik. Aamiin.

Hihi seru yah.. oh apa? oh pengen tahu kita masuk rumah nya gimana waktu itu? Alhamdulillah Pakuban itu udah ganteng menggemaskan eh cerdas dan pintar pula hehehe. Jadiiii dia menitipkan kunci cadangan rumah kita ke salah seorang temannya, yaitu Om Suleyman. Syuper alhamdulillah!

Terima kasih tak terhingga juga untuk Keluarga tante Astuti dan Om Eyo yang telah menjemput di stasiun Enschede dan juga kiriman nasi lauk pauk dan sayurnya. Salah momen yang tak terlupakan!

Kejadian #2

Kalau ini baru terjadi sekitar bulan lalu lah. Maret 2017. Jadi, pulang sekolah kan, saya sedang malas menggowes, jadi jemput anak-anak naik bis. Nah, saya duduk sama Farza, Ina duduk sendiri di belakang saya. Dan dia membawa tas dia sendiri, my little pony warna pink kesayangan dan kesukaan dia. Yang kita dapatkan dengan penuh perjuangan di acara rommelmarkt haha.

Pas turun dari bis, entah sudah capek atau memang tidak sadar, tasnya ditinggal saja di bis. Tapi sebenarnya saya pun tidak sadar sama sekali loh saat itu. Baru sadar pas keesokan harinya mau sekolah. Geger cari tas sekolah dan seisinya. Alhamdulillahnya, pas pulang kemarin kita sempat popotoan di depan rumah pakai payung baru. Trus saya cek foto mereka pas pulang sekolah di depan rumah itu, dan ternyata Ina sudah tidak bawa tasnya, nah kesimpulannya berarti ketinggalan nih di bis.

Sempat mau ngambek gak mau sekolah Ina hari itu, karena tas kesayangannya hilang. Trus saya bilang, in syaa allah kalau masih rejeki Ina akan ketemu lagi dan akan ibu bantu cari ke stasiun bis nya. Trus pas anak-anak pergi berangkat sekolah sama Pakuban pagi itu, saya searching websitenya TWENTS yaitu provider perusahaan bis di Enschede (https://www.twents.nl/).

Dan setelah bebacaan dengan teliti, eh dengan pusing sih secara bahasa Belanda haha, eh saya klik yang klantenservice alias customer service di sini. Nah mulai dari bagian ini nya, ada dong bahasa Inggrisnya hehe. Trus sesudah itu akan muncul link seperti gambar di bawah dan kita pilih yang Broken, lost or stolen.

Untitled

Sesudahnya akan muncul tampilan seperti di bawah ini, dan klik bagian I have lost something pada sisi kanan di bawah Related Articles.

2017_04_16_15_44_56_Subscription_broken_lost_or_stolen_Syntus_Helpcenter

Dan taraaaaa munculah halaman seperti di bawah ini, dimana kita bisa cek dari foto-foto tersebut ada yang barang kita gak.

2017_04_16_15_49_35_I_have_lost_something_Syntus_Helpcenter

 

Dan dari situ, ketika ada foto dari barang kita yang ketinggalan di bis, langsung aja di klik dan ikuti instruksinya. Seperti memberikan keterangan isi tasnya apa, dan menuliskan alamat email. Nanti kita akan menerima email, yang menyatakan bahwa barang itu sesuai dengan keterangan kita. Dan selanjutnya akan ditawarkan mau diambil sendiri di kantor Twents di Central Station Enschede atau dikirimkan. Nah, saya pilih ambil sendiri, dan tersedia juga untuk menuliskan kita mau kesana hari apa dan jam berapa. Trus sesudahnya kita diberi nomor kode melalui email, dan kode tersebut harus kita berikan/sebutkan saat mengambil barang kita.

Seruuuu kaaaan! Dan Pakuban mengambil tas my little pony nya bersama anak-anak ke kantor Twents di Central Station Enschede. Alhamdulillah yaaa!

Life in Enschede, The moments

Ketika sekolah punya tema

Rata-rata sekolah di sini di Belanda,  selalu mempunyai tema yang berbeda dalam setiap dua minggu sekali. Dan setiap tema itu seriuuus banget dekorasinya dan prakteknya. Jadi dekorasi kelas itu selalu sesuai dengan temanya. Para orang tua murid mendapat pemberitahuan mengenai tema ini melalui email grup dan juga whatsapp grup per tingkatan kelas.

Saya selalu ikut senang dan heboh kalau Ina dan Farza cerita mengenai tema sekolah mereka. Seruuuu bangets.

Misal pada suatu hari temanya mengenai restoran. Jadi beneran itu ruang kelas dan lorong sekolah berubah jadi restoran. Dan mereka juga bermain peran. Jadi koki, jadi kasir nya, jadi pelayannya dan jadi pembeli. Daan semua itu dibekali dengan informasi bagaimana berkata, bersikap dan berperilaku yang sopan dalam setiap peran itu. Dan ada sesi spesialnya. Misalnya mereka beneran memasak kentang goreng. Mereka boleh pegang pisau (dengan diawasi gurunya tentu saja), mereka diajak ke dapur, dan melihat bagaimana menggoreng kentang. Seruuu kan.

Pernah juga temanya adalah mengenai jual beli di pasar. Jadi tetiba lorong sekolahan, dipenuhi dengan stall jualan. Ada sayuran, buah, roti dan macam-macamlah. Trus mereka ya biasa bermain peran, jadi penjual, pembeli. Bagaimana memilih buah dan sayur. Mengenal jenis-jenis roti. Daaaan yang paling seru, mereka rombongan sama gurunya pergi ke open markt di city center, trus belanja langsuuuung doooong haha. Gemeeesssh. Ina bilang mereka beli buah, sayur dan kibling. Trus mereka makan kibling bersama. Kibling itu ikan goreng tepung ala ala Belanda, biasanya dimakan dengan saus mayonaise. Senaaaaang!

Yang beberapa minggu lalu dong, temanya adalah kleding. alias baju. Jadi mereka belajar mengenai berbagai jenis baju. Dari mulai baju pesta, baju pergi, baju resmi, baju tidur dan segala motif kain gitu. Dan juga baju yang tepat untuk setiap musimnya. Truuuus mereka pergi kemana coba, ke PRIMARK! Gustiiii asyiiik banget. Mereka belajar langsung diperlihatkan baju untuk anak-anak, baju dewasa dan bagaimana cara memilih dan membeli baju. Ya ampun itu Ina geger bangeeeeets pulang sekolah. Senang banget dia main ke Primark.

IMG_20161109_143048

Yang bertema khusus roti juga pernah, jadi mengenal berbagai jenis roti dan keju kalau gak salah. Daaan mereka bikin roti beneran. Trus pergi ke bakerij gitu. Tentang pos juga pernah, jadi rame-rame mereka ngeposin surat ke kotak pos di city center. Seru yah. Ibunya juga ikut senang dan bahagia dengar cerita mereka sepulang sekolah.

IMG_20170301_145758

Selalu ada tema setiap minggunya. Jadi seru. Dan dekorasi kelas itu berubah terus. Terkadang temanya juga seasonal. Misal memasuki musim gugur ya temanya tentang segala jenis jejamuran yang banyak saat musim gugur, atau bagaimana berkreasi dengan dedaunan indah warna warni musim gugur itu. Masuk musim dingin, temanya ya tentang salju, berpakaian yang hangat itu bagaimana, perlengkapannya apa. Musim panas, musim semi juga ada temanya.

Nah yang minggu kemarin itu temanya adalah bagaimana berlalu lintas yang baik. Kalau untuk anak-anak ini, bagaimana memahami rambu lalu lintas yang paling sederhana lah, menyebrang jalan bagaimana. Trus kalau jalan kaki atau naik sepeda jalurnya dimana. Dan mereka serius jalan kaki dari sekolah lewat bunderan gitu trus menuju city center.

Daaaaaan minggu ini temanya transportasi, yaitu sepeda, mobil, bis dan KERETA! Ina senang banget. Dia udah yakin kalau dalam minggu ini dia bakal naik kereta sama temen-temen sekolahnya, paling gak ke kota terdekat dari Enschede, misal Hengelo gitu. Trus saya bilang, ya belum tentu juga, bisa aja cuma main ke central station aja. Eeeeeh tapi bener dong hari ini pulang sekolah, ada suratnyaaaa.. uhuuuuy besok mereka rombongan berangkat jalan kaki dari sekolah jam 8.45 menuju central station dan naik kereta ke Hengelo. Wahahahaha what a dream come true kata Ina. hehehe. (Suratnya gambar yang paling bawah).

Alhamdulillah, sejauh ini saya merasa cocok dengan sekolah anak saya. Sekolah ini reguler Belanda, berbahasa Belanda, dengan kurikulum nasional Belanda, namun berbasis islam. Jadi awalnya kenapa saya memilih sekolah ini, ya karena ada dasar islam nya itu. Jadi mereka ada pelajaran agama islam nya. Dan kalau sudah besar, sepertinya mulai di group 4, mereka ada solat berjamaah, umumnya saat solat duhur.

Alhamdulillah. Semoga mereka berdua selalu berada dalam lindungan Allah SWT dimanapun mereka berada saat jauh ataupun dekat dengan Ibu Bapak. (selalu dan selalu punya kekhawatiran saat mereka gak di dekat kita, walau itu di sekolah.. hiks)

Life in Enschede, The moments

Their simple happiness 

Yes colouring stuffs are their simple happiness! We usually buy drawing pad and colouring books once in a week. Its like a basic needs for them. Included all the markers.

Today, we went to Actions on the way back home from school. We bought markers, stickersbooks, colouring books, eggs decordion for easter and a dutch story book.

And only costs us less than 20 euro! 

Alhamdulillah. Always learn from these two little satellites, sometimes happines is really simple yet cheap 😂😘

Ibu Arin, Life in Enschede

Pendidikan Jarak Jauh, Sekolah Indonesia Nederland (PJJSIN)

Setelah dua tahun malang melintang di dunia katering yang penuh drama dan sandiwara, akhirnya akhirnyaaaaa alhamdulillah saya diterima menjadi guru jarak jauh di Sekolah Indonesia Nederland. Saya diterima untuk mengajar kelas 3 dan 4 untuk semua mata pelajaran. Alhamdulillah! #langsung akrobat# eh bukannya sujud syukur yaaaa.. ^_^

Sebenarnya semuanya, dalam arti jalan hidup kita, itu sudah ditentukan oleh Sang Maha Kuasa. Everything happened for a reason. Walaupun doa dan ikhtiar harus tetap kita jalankan ya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan dunia katering, saya pun menikmatinya. Saya bisa belajar memasak, belajar manajemen waktu, dan bahkan melalui usaha katering ini saya menemukan teman sejati, teman baik dan teman yaaang.. aaah sudahlah.. #banting panci! Haha. Eh loh loh ini kok malah jadi melenceng dari tema. Haha kembali lagi ah ke sekolah jarak jauh!

Update: hihi karena ini ngendon lama di draft selama 6 bulan lebiiiih, jadi yaaa saya sekarang ini udah mengajar seminggu 3 kali daaan buka katering lagi dooong hihihihi.

Yang pertama, induk dari sekolah jarak jauh ini adalah Sekolah Indonesia Nederland (SIN). SIN ini berlokasi di Den Haag. Jadi ini adalah sekolah resmi Pemerintah Indonesia yang ada di Belanda. Di SIN ini ada tingkatan SD, SMP dan SMA. Untuk tingkatan SMP dan SMA disediakan asramanya. Para murid yang bersekolah di sini tentu saja adalah murid Indonesia. Detail cerita mengenai SIN bisa klik di sini.

Afbeeldingsresultaat voor sekolah indonesia nederland
Image taken from Google

Nah Sekolah Jarak Jauh di SIN ini atau lumrahnya disebut  Pendidikan Jarak Jauh Sekolah Indonesia Den Haag dan disingkat PJJSIDH adalah bagian dari SIN. Diselenggarakan dan dikoordinasi sepenuhnya oleh pengurus SIN. Sekolah jarak jauh ini sementara hanya melayani untuk tingkatan primary school, jadi kalau di Indonesia setara dengan kelas 1 sampai dengan 6 SD ya. Kurikulum dan pelajaran yang diajarkan pun sesuai dengan kurikulum di Indonesia. Buku-buku pelajarannya juga sama persis dan tentu saja berbahasa Indonesia.

Untuk mendaftarkan anak untuk menjadi murid PJJSIDH ini cukup mudah dan dijelaskan dengan sangat gamblang pada websitenya, silahkan klik di sini.

Sesudah secara resmi bergabung menjadi murid PJJSIDH, para orang tua murid akan diundang bergabung dalam Group FB dengan nama PJJSIDH. Nah di dalam grup FB tersebut ada file dari berbagai buku mata pelajaran dari semua tingkatan kelas. Para orang tua murid dan guru pengajar jarak jauh wajib mengunduh file ini sesuai tingkatan kelasnya. Dalam grup ini para orang tua, para pengajar dan juga koordinator pengajar bisa dengan mudah saling berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Selain itu, dibuatkan juga grup FB untuk pengumpulan tugas pada masing-masing tingkatan kelas. 

Saya awalnya juga penasaran, siapa sih para murid PJJSIDH ini? Dan penasaran kenapa mereka mau mendaftar di sekolah jarak jauh ini?

Ternyata murid PJJSIDH  ini biasanya adalah anak dari diplomat yang sedang bertugas di luar negeri dan juga para anak dari orang tua yang sedang bersekolah  atau bekerja di luar negeri.

Murid saya di kelas 3, terdiri dari delapan anak. Empat anak di Belanda, dua anak di Perancis dan dua anak di Swiss. Sementara untuk kelas 4, terdiri dari 11 anak. Satu di Portugal, satu di Hungaria, satu di Finlandia, satu di Perancis, satu di Swiss dan enam di Belanda.

Salah satu orang tua dari anak murid tersebut adalah Duta Besar Indonesia loh! Alhamdulillah ya tapi bapak ibu nya walau pejabat tinggi begitu, sopan dan santun sekali. Kalau gak masuk ya ijin, PR dikerjakan dan dikumpulkan, selalu hadir juga anaknya. Anaknya pun santun sekali, sepertinya dia gak tahu kalau bapaknya itu Dubes deh hehe.

Nah trus kenapa bersekolah di SIN? 

Nah, dari yang saya baca dan juga mendengar langsung pernyataan dari beberapa orang tua murid yang saya kenal, dengan bersekolah di SIN jarak jauh ini, mereka mendapatkan rapor seperti umumnya sekolah, jadi ketika kembali lagi ke sekolah Indonesia, tidak perlu repot mengurus persamaan lagi. Sepertinya sih begitu.

Daaan sekolah SIN ini dan ya termasuk sekolah jarak jauhnya, sudah terakreditasi loooh, cek deh di website nya, kalau tidak salah akreditasinya A.

Pasti penasaran kan apa sih guru jarak jauh ini. Serius deh asyik banget jadi guru jarak jauh ini. Kita mengajar dengan sistem online. Menggunakan skype. Hah pakai skype? iyah saya juga dulu bingung waktu pertama kali. Hanya bisa mereka-reka, gimana sih mengajar online melalui skype itu. Bahannya dari mana? muridnya di mana? trus saya menjelaskannya gimana? Ada PR gak? Sistem penilaiannya? Yuuks mari kita telaah lebih jauh apa sih guru jarak jauh ini di postingan selanjutnya yaaa.

 

Budget Life, Life in Enschede

Timba – Second hand store for kids in Enschede

Di Belanda, hampir disetiap kota saya rasa, selalu ada yang namanya toko bekas. Di Enschede sendiri ada beberapa toko bekas yang saya tahu. Ada yang khusus untuk menjual segala jenis barang-barang anak kecil. Ada yang khusus menjual perlengkapan rumah tangga dan orang dewasa. Ada yang menjual apapun deh, semua barang ada kayaknya. Dan ada juga bazar yang memang khusus diadakan secara rutin untuk menjual pakaian bekas.

Sejauh yang saya bisa pahami, kenapa perlengkapan bekas itu disini masih laku dan juga orang tidak gengsi untuk membeli, karena utamanya sih memang barangnya masih bagus-bagus ya, kedua dari sempat mengobrol sedikit sama salah satu penjaga tokonya yang terbatas bahasa inggrisnya, usaha semacam ini juga sangat disupport  oleh pemerintah daerahnya. Daaan yang saya pernah baca di slogan mobil delivery toko barang bekas ini adalah “voor beter milieu” diterjemahkan “untuk lingkungan yang lebih baik”.

Salah satu toko bekas khusus segala jenis barang anak-anak di Enschede ini alhamdulillah dekaaat banget sama rumah kita. Tinggal ngegowes, gak sampai 5 menit sampai. Kalau jalan kaki santai, yah moreless 10 menit lah sampai. Nama tokonya adalah TIMBA. Lokasinya di Van Limborchstraat 33, 7521 KA Enschede, ini petanya.

img_20161121_114121

Sungguh ini salah satu tempat me time favorit saya. Semua barang dipegang, dan dilihat-lihat. Nah di Timba ini tetap sih kita harus memilih dengan cukup detil ya, karena banyak juga sih barang yang sudah terlihat cukup kumal dan dekil. Tapi barang yang bagus jauuu lebih banyak. Yang paling sering saya beli disini adalah kaos polos lengan panjang untuk anak-anak, yang biasa untuk dalaman saat cuaca dingin. Beberapa kali juga dapat jaket yang masih sangat layak pakai. Mainan apalagi wah tak terhitung lah beli di Timba.

Harga, jangan ditanya murahnya! Untuk segala jenis baju, mainan, sepatu, jaket, perlengkapan musim dingin, paling mahal 2 euro! Oh iya, belanja di Timba tidak bisa pakai pin atau kartu ya, harus uang cash.

Selain itu ada juga loh box bayi, stroller, tempat duduk toddler, you named it lah! Hampir semua ada. Apalagi baju untuk anak bayi, masih bagus-baguuuus bangets.

Saya juga senang banget beli pernak pernik kamar buat anak-anak. Padahal mah ya mereka tidur sendiri aja gak pernah, selalu kabuuur dari kamar. Dua foto di bawah itu, yaitu gantungan baju dan tempat keranjang susun gantung, TOTAL cuma 1 euro! hehehe.

atau ini alas kaki di kamar cuma 50 cent! gak sampai 1 euro. Dan gambar sebelahnya adalah sarung seprei anak-anak, plus sarung bantalnya hanya 2 euro saja!

 

Dan berikut adalah foto favorit! Farza sedang termenung bingung memandangi mainan.. hhmmm yang mana yaaaa yang mau aku beliiiii? hehehehe

img_20161121_114023

Life in Enschede

Sebuah kota tanpa macet

Ini sebenarnya catatan singkat saat musim gugur lalu. Biasa deh selalu ngendon di draft ^_*

Siang ini, berangkat jemput jam 13.15, jalan kaki dari rumah ke halte, sampai halte ya masih jam segitu, dekat pisaaan.. ternyata bis nya masih lama, ya udah nerusin jalan kaki dulu ke winkelcentrum Twekkelerveld, mampir ke Wibra dan Anamarkt, lanjut ke halte bis dekat winkel, paaasss banget bis nya datang.

Sepanjang perjalanan terbuai banget sama pemandangan musim gugur dan hujan gerimis. Dan mulai melow, sepertinya ini musim gugur terakhir kita di kota kecil ini. Sebuah kota tanpa macet. Kesana sini serba dalam jangkauan sepeda atau berjalan kaki, atau naik bus. Rata-rata waktu tempuh tidak akan pernah melampui 30 menit.

Seperti siang ini, dalam rentang waktu antara jam 13.15 sampai dengan 14.10 (saat saya turun bis di halte Van Heekplein, Enschede Centrum), saya bisa melakukan banyak hal. Dari mulai jalan kaki dari rumah ke winkelcentrum, belanja ke dua toko, kemudian naik bis, dan masih sempat mampir di Primark membeli celana Jogger untuk saya, sebelum kemudian saya meneruskan dengan berjalan kaki menuju sekolah anak-anak. Saat sampai di sekolah anak-anak pun, mereka belum keluar dari kelas. Artinya belum jam 14.30 kan.

Sangat santai. Tidak tergesa-gesa.

Iya ini Enschede. Kota kecil di pinggiran Belanda. Sebuah kota tanpa macet.