Resep Keluarga Rustanto, The moments

Bubur ayam

IMG_20170430_103839

Berminggu-minggu ini selalu dan selalu kepikiran tentang bubur ayam. Pengennya sih tinggal manggil.. maaang bubur maaaang. Atau ngeeeng naik motor ama PakUban berduaan ke bubur ayam pengkolan. Tapi itu semua hanya mimpi.

Akhirnya dengan mengerahkan segala energi positif, kemauan dan keterpaksaan, maka hari kemarin saya berhasil membuat bubur ayam untuk pertama kalinya. Jadi alhamdulillah tadi pagi kita sekeluarga bisa sarapan bubur ayam. PakUban heboh banget makannya, nambah 2 kali cyiiiiiin yang artinya makan 3 mangkok. Hihi.

Apa? dari kemarin? Iya looooh bikinnya sejak kemarin malam. Jadi yang saya lakukan sejak kemarin adalah,

  1. Merebus ayam untuk diambil kaldunya.
  2. Mengungkep ayam dengan bumbu kuning. Dan airnya dijadikan kuah bubur nya. Bumbunya ayam ungkep komplit: bawang merah, bawang putih, kemiri sedikit, jahe, ketumbar, kunyit, lengkuas, serai dan daun jeruk.
  3. Mengungkep ati ayam. Bumbunya hanya, bawang putih, kemiri dan ketumbar.
  4. Membuat adonan cakue untuk kemudian disimpan dulu di kulkas. Ini resepnya googling dari Cookpad.

IMG_20170430_103337

Dan pagi tadi saya tinggal membuat bubur nya, menyiapkan sambal, daun bawang iris, seledri iris, menggoreng ayam, menggoreng ati ayam dan cakue.

Resep bubur nya saya tidak menggunakan takaran. Hehe pede yah. Tips yang saya pegang adalah dari blog nya mbak diah didi yaitu masak dengan api kecil, dan kalau ternyata airnya kurang tambahkan air panas secukupnya. Dan it works! 

Sungguh lelah membuat bubur ayam ini. Tapi terbayarkan dengan bisa makan bubur ayam tadi pagi. Alhamdulillah.

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Nasi Panggang

IMG_20160721_141645
nasi panggang isi tuna pedas dengan daun pisang yang tidak dioles minyak, tampak kering

Ini adalah salah satu menu yang cukup sering muncul di katering saya. Dan juga banyak yang sering pesan untuk berbagai acara, alhamdulillah.

Inspirasi utama menu ini adalah tetangga mamah saya nun jauh di Solo sana. Ya ampun itu yah tetangga mamah buka warung makan namanya Mareme. Salah satu menunya nasi panggang isi jamur tiram, dimasak manis gitu dan atau isi ikan teri pedas. Enaknyaaaa poooool. Tapi ini menu mahasiswa, jadi porsi sedikit dan harga super murah. Saya mah makan satu bungkus tak pernah cukuuuuup hehe.

Lanjut yah. Nah kembali ke Belanda, saya tentu saja pengen dong menjadikan menu ini menjadi menu katering. Tapi oh ya tentu saja bisa memasak menu ini mah bukan sulap yah buat saya. As always penuh dengan eksperimen dan kesalahan haha. Dari mulai nasi yang kering, nasi yang kurang matang, kurang bumbu, daun pisang pembungkusnya yang kering banget. Apalagi kalau yang pas terima pesanan di atas 50 porsi.. duuuh suka adaaa aja masalahnya huhu.. dari tetiba daun pisang gak cukup.. eh nasi aronnya bawahnya gosong lah.. haha ada-ada aja deh.

Mohon maaf yaaah kepada para pelanggaaaan.. >'<

Namun setelah beberapa kali mencoba, dari mulai untuk makan sendiri, menu katering, kemudian jualan di bazar dan untuk pesanan, lama kelamaan saya bisa mendeteksi, dimana letak kesalahan saya. Kenapa kadang enak pas sempurna rasanya, etapi dilain hari aneh gak karuan. Dan berikut adalah tips hasil dari eksperimen memasak menu nasi panggang inih:

  1. Untuk pertama kali mencoba resep, jangan coba-coba memodifikasi. Sesuai saja dulu persis plek ser sama resepnya. Kenapa? karena berdasar pengalaman saya, saat pertama dan sudah memodifikasi, biasanya suka gagal aja tuh :p
  2. Untuk porsi yang dimakan sendiri sekeluarga, minimal 4 orang lah. Cukup gunakan rice cooker saja. Kenapa? praktis. Gak usah mengaron dan mengukus. Hemat waktu. Namun, kalau menggunakan rice cooker seperti saya, yang kecil gitu, sesekali buka tutupnya dan aduk-aduk. Supaya rata aja bumbunya.
  3. Ketika memasak tanpa rice cooker, yang artinya biasanya untuk porsi banyak yah. Pastikan santan sudah mendidih, dan rasa bumbu sudah pas. Baru setelahnya masukan berasnya. Kenapa santan harus mendidih? kalau santan belum mendidih, kelamaan ngaduk berasnya apalagi kalau sekali masak porsi banyak, pegel loh, dan berpotensi kita malas ngaduk, walhasil bawahnya gosyooong. Trus kenapa bumbunya harus udah pas dulu? Kebayang lah nambahin garam/bumbu lain pas beras udah masuk, serius deh berasa gak bisa pas bumbunya.
  4. Dan saat memasak nasi sebelum dikukus, pastikan air nya itu takarannya benar! Karena kalau takaran salah, dan nasi tidak pulen, sungguh menyesal lah pokoknya. Makan sambil ngomel aja jadinya.
  5. Bersihkan daun pisang sebelum digunakan dengan tisu atau lap bersih. Potong-potong dulu sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian, oles bagian dalamnya dengan minyak goreng dengan kuas. Sedikit saja, cukup untuk melapisi daunnya dan nasi saat dipanggang tidak terlalu kering.
  6. Saya memanggang menggunakan oven, dan itu kurang oke hasilnya. Jadi saya sekarang kalau memanggang menggunakan teflon yang sudah dioles minyak goreng. Tidak perlu terlalu lama memanggangnya. Pastikan teflon sudah panas, panggang masing-masing sisinya kurang lebih 2 menit saja sudah cukup membuat daun gosong dan mengeluarkan aroma syedap.
  7. Nah untuk pengiritan daun pisang, karena di sini harus menggunakan daun pisang beku dan hanya ada di toko asia, saya sering membungkusnya dengan alumunium foil. Jadi selembar alumunium foil, beri selembar daun pisang secukupnya, tata nasi dan isinya, kemudian lipat dan bungkus. trus panggang. Hasil oke aja sih sejauh ini. Tapi kekurangannya adalah aroma daun gosongnya ya jadi tidak ada.
  8. Oh dan jangan lupa, sesudah dilipat dan dibungkus rapi, DIKUKUS dulu loh yaaaa.. jangan langsung dipanggang.

Delapan tipsnya uuuuy.. semoga bermanfaat yaaah!

Saat mau menuliskan resep nasi panggang ini pun lamaaa banget mikirnya saya. Hehe. Lumayan ribet soalnya, menurut saya sih. Resep dasar nasinya dulu pertama kali saya lihat di NCC. Nah selanjutnya saya beberapa kali memodifikasi dan membuat dengan resep lain. Kalau yang di NCC itu nasinya dibumbui santan, bawang merah goreng dan cabe merah goreng, rasanya ringan dan gurih. Pernah juga saya membuatnya dengan santan dan sambal goreng. Sambalnya ini beneran sambal goreng tomat komplit gitu. Rasanya lebih nendang sih menurut saya.

Untuk isinya, selama ini saya hanya pernah membuat dengan dua varian saja, yaitu tuna pedas dan ayam jamur. Tuna pedas bercitarasa pedas, sementara ayam jamur bercitarasa manis gurih.

Cusss lah ya ke resepnya.

Nasi Bakar ala Keluarga Rustanto

Bumbu nasi pedas:

  • 2 siung bawang merah besar (setara 8-10 bawang merah Indonesia)
  • 5 siung bawang putih
  • 2 buah cabai besar
  • 5 buah cabai rawit merah (cabai rawit beku di sini, edun lah pedasnya, 5 aja cukuuup)
  • 1/2 buah tomat

–> goreng semua bahan, kemudian blender. Sisihkan, untuk kemudian dicampur kan pada santan yang sudah mendidih

Bumbu nasi santan gurih:

  • 2 buah bawang merah besar, iris halus, goreng
  • 3 buah cabai merah besar, iris halus, goreng

–> sisihkan, untuk kemudian dicampur kan pada santan yang sudah mendidih

Bahan nasi:

  • 500 gram beras
  • 700 ml santan
  • 1 batang serai
  • 2 daun salam
  • 2 daun jeruk
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt merica

–> Cuci bersih beras. Sisihkan.

–> Masak santan, serai, daun salam, daun jeruk sampai mendidih. Masukan garam, gula, merica dan bumbu nasi (silahkan pilih mau yang bumbu nasi pedas atau bumbu nasi gurih. Biarkan mendidih. Masukan nasi. Aduk rata terus menerus sampai air terserap. Sisihkan.

Resep isian nasi panggang ala Keluarga Rustanto

Tuna Pedas

Bahan:

  • 2 kaleng  tuna, setara 400 gr  (saya pilih dalam rendaman minyak zaitun. Pada dasarnya bebas ya, mau tuna kaleng atau tuna segar)
  • 1 buah bawang bombay, iris halus
  • 5 siung bawang putih, iris halus
  • 2 cabai merah besar, iris menyerong
  • 10 buah cabe rawit, iris menyerong
  • 1 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 6 sdm kecap manis

–> Tumis bawang bombai, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit sampai harum mewangi, masukan tuna. Tambahkan garam, gula dan kecap manis. Aduk rata. Masak kurang lebih 5 menitan lagi. Koreksi rasa. Rasanya itu maniiiis tapi pedaaaas. Dan siap digunakan sebagai isian nasi panggang.

Ayam Jamur

Bahan:

  • 250 gr dada ayam fillet, potong kotak-kotak kecil
  • 250 gr jamur kuping, iris tipis
  • 250 ml air

Bumbu dihaluskan:

  • 2 buah bawang merah besar
  • 4 siung bawang putih
  • 1 ruas jahe
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdm garam
  • 3 sdm gula pasir

Bumbu tambahan:

  • 1 buah serai, geprek
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 8 sdm kecap manis

–> Tumis bumbu halus sampai harum, masukan serai dan lengkuas. Masukan ayam fillet, aduk rata dengan bumbu, diamkan 5 menit. Masukan air. Masak sampai ayam matang. Masukan jamur dan kecap. Koreksi rasa. Biarkan sampai air terserap habis. Dan siap digunakan sebagai isian nasi panggang.

Panjang yaaah.. lelaaaah.. hehe. Setelah semua siap, yuk mari kita tata nasi di daun pisang, isi dengan isiannya, lipat yang rapi, bungkus dan kukus selama kurang lebih 30 menit. Dan kemudian panggang.

Naaaah, kalau buat saya, saat saya membuat nasi panggang bumbu nasi pedas, saya suka isiannya ayam jamur yang manis ini. Dan saat membuat nasi panggang bumbu gurih, saya isi dengan tuna pedas. Tentu saja semua kembali ke selera masing-masing yaaa.

Selamat mencoba!

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Lumpia pisang coklat

Ini adalah jajanan favorit yang lagi hits di rumah. Daaan selalu minta dijadikan bekal kalau kita bepergian. Biasanya saya selalu bikin pisang bolen coklat. Jadi kulitnya adalah kulit pastry, diisi mentega, selai coklat (atau meises), mentega dan taburan gula pasir, trus panggang! Gampang banget, kulit pastry di sini mah tinggal beli. Murah banged pula.

Nah, pada suatu hari, saya kehabisan kulit pastry, dan karena lagi adanya kulit lumpia, ya udah kulitnya ganti aja ama kulit lumpia (ya tentu saja juga beli jadi haha). Dan kalau pakai kulit lumpia jadinya di goreng. Wealaaaah ternyata Ina Farza malah sukaaaa bangeetsssss. Soalnya ya karena isiannya itu mentega, selai coklat banyak (atau meises) dan taburan gula, jadi maniiiis banget, dan meleleh gitu pas digigit.

wp-image-1499883412jpg.jpg

Dan saya selalu pakai pisang buah yang maniiis, yang udah item empuk gitu kulitnya. Bukan pisang gede yang buat kolak yang sering ada di toko turki atau asia itu, bukan. Udah pernah coba, gak enak kalau pakai pisang yang kayak buat kolak itu. Keras dan gak manis.

Dan karena pernah menyuguhi beberapa teman yang main ke rumah, sampai ada yang lagi hamil juga selalu minta pesan ini, bebas lah katanya mau pakai kulit lumpia atau kulit pastry.. pokoknya isinya pisang coklat dan melelehhhh.. aiiih alhamdulillah jadi ada pesanan hehehe. Dan bahkan para pasukan katering sering banget minta lumpia coklat ini untuk dijadikan snack, dan sering pesan lepasan juga untuk lumpia ini.

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Mie ayam yamin

wp-image-929004035jpeg.jpg

Mie ayam yamin! sempat jadi trending topik di ranah Enschede Raya hihihihi. Buat saya mie yamin sudah tidak asing lagi. Dulu sewaktu masa tinggal di Bogor, waah mie yamin bangka depan PLN itu mah langganan, hits banget lah. Walau yah tempatnya mah warung makan ala kadarnya gitu. Trus beberapa kali juga makan mie yamin sama teman-teman di jalan kecil belakang Plaza Ekalokasari. Itu juga enak banget. Pernah juga sekali di ajak makan di gang yang paling hits di kalangan anak SMA di Bogor, Gang Selot. Bener gak ya dulu makan mie yamin disitu? haha lupa juga yaaa.. secara sudah puluhan tahun yang lalu.

Omooo.. iya serius, sudah 20 tahun lebih loh sejak pertama kali saya tinggal di Bogor. Kadang kangen Bogor ih!

Kembali ke mie yamin. Tapiii saya belum pernah membuatnya sendiri. Baru pernah membuat sekitar tiga kalilah. Itu pun tentu saja setelah berada di sini, di bawah langit Enschede ini. Yeaaah segala kekangenan terhadap makanan, dibarengi keterpaksaan karena gak ada yang jualan, plus punya banyak waktu buat googling resep, maka jeng jreng jadilah bisa bikin mie yamin. Hihi.

Semua resep dibaca terus, dipantengin terus, dipikir-pikir terus, sampai akhirnya terkumpul kekuatan (lebay!) buat bikin.

Sedikit tips dari saya, karena setelah tiga kali membuat, dengan resep yang tentu saja selalu berbeda >”< dan berbeda rasa, saya rasa resep dengan penggunaan kemiri yang kebanyakan itu yang paling gak enak. Jadi masak ayamnya jangan kebanyakan kemiri yah!

Dan berikut adalah resepnya. Tentu saja sudah saya modifikasi sesuai selera hati yaaaa.

Mie Ayam Yamien ala Keluarga Rustanto

Bahan ayam:

  • 400 gr ayam filet (pada dasarnya sih bebas lah ya, mau bagian mana, tergantung selera dan ketersediaan)
  • 100 gram jamur champignon
  • 500 ml air

Bumbu dihaluskan:

  • 2 bawang merah besar –> setara 8-10 bawang merah kecil di Indonesia
  • 5 siung bawang putih
  • 4 kemiri
  • 1 sdt kunyit bubuk
  • 2 sdt merica bubuk
  • 2 sdt ketumbar
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas
  • 1 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir

Bumbu tambahan:

  • 1 batang serai, geprek
  • 5 sdm kecap manis

Cara:

  1. Cincang kasar ayam. sisihkan.
  2. Tumis bumbu halus. Tambahkan serai. Masak sampai harum.
  3. Masukan ayam. Aduk-aduk sampai merata.
  4. Masukan 500 ml air.
  5. Masak sampai mendidih dan air menyusut.
  6. Masukan kecap. Masak hingga kental.

Bahan mie yamin:

1 pak Mie telor (saya pakai yang tipe lurus, dengan merk Kuda Menjangan, ada di Peter Hu, Het Osten) –> 1 pak ini mah kurang lah, kalau yang makan saya, pakuban dan fardut, habis dalam sekejap 😉

Bumbu mie yamin:

  • 5 sdm minyak goreng
  • 5 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1 buah bawang merah besar, iris kasar
  • 3 buah bawang putih, iris kasar
  • 1 ruas jahe, iris kasar
  • 1 ruas lengkuas, iris kasar

Cara:

  1. Seduh mie dengan air panas. Tiriskan.
  2. Panaskan minyak, dan masukan semua bumbu mie yamin KECUALI KECAP. Goreng hingga harum. Saring minyaknya.
  3. Masukan kecap ke dalam minyak yang sudah disaring tadi. Aduk rata.
  4. Ambil mie yang sudah ditiriskan, masukan minyak kecap tadi. Aduk rata.

Siap disajikan dengan ayam, taburan daun bawang dan sambal cabe rawit! Yum yuuuuum!

Oh oh dan saya pernah juga baca ya, minyak yang buat mie yamin nya ini, lebih oke lagi kalau diberi kulit ayam. Jadi kulit ayam, di sangrai tanpa minyak, lalu lama kelamaan akan keluar minyak sendiri, nah minyak itu yang digunakan untuk menggoreng semua bumbu yamin nya. Kayaknya sih lebih cihui yaaa, tapi demi melihat timbangan, duh pakai minyak biasa aja lah saya mah. Hehehehe.

 

 

 

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Ayam krispi!

 

 

wp-image-1836515946jpg.jpg
Ayam goreng krispi kriuk kriuuuk

Ayam goreng krispi ini lagi hits di rumah dua minggu yang lalu. Hampir setiap hari dua unyils ini maunya makan ayam krispi terus dan teruuuuus. Dulu kayaknya udah pernah posting ya tentang ayam krispi, tapi menggunakan ayam fillet yah,  Ayam fillet goreng krispi.

Nah, kali ini saya menggunakan ayam potongan dan resep kriuk yang sedikit berbeda. Resep ini saya dapatkan dari teman saya di Utrecth. Terima kasih Mbak Eha! Resepnya sederhana, tapi pas kriuknya, yaitu hanya dengan menambahkan 1 sendok makan tepung beras pada bumbu rendaman.

Karena kali ini menggunakan ayam potong, ada satu tips yang saya pernah tonton di channel Kokiku TV yaitu, ayamnya dipanggang lagi setelah digoreng. Kenapa harus dipanggang lagi? karena terkadang, ayam potong yang tidak diungkep dulu, masih ada bagian dalamnya yang kurang matang. Tentu saja bisa disiasati dengan menggoreng menggunakan api kecil di awal dan minyak banyak.

Namun ternyata beberapa kali membuat ayam ini, saya menemukan ada beberapa ayam yang bagian dalamnya kurang matang.. jadi oleh karenanya hati saya lebih sreg kalau di panggang juga.

Naah untuk saya, saya memanggangnya justru sebelum digoreng yaaa. Jadi sesudah direndam dengan segala bumbu rendamnya. Panggang dulu selama ± 30 menit dengan menggunakan suhu 180 ºC di api bawah saja. 

Yuuuk cusss ah ke resepnyaaa.

Resep Ayam Goreng Krispi Kriuk ala Keluarga Rustanto

Bahan:

1 kg ayam paha kecil (duh apa ya istilahnya)

Bumbu perendam:

  • ±150 ml susu cair (saya pakai UHT tanpa rasa)
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm bawang putih bubuk
  • 1 sdm paprika bubuk
  • 1 sdt merica
  • 1 sdm tepung beras
  • 1 sdm tepung terigu

Bumbu tepung kering:

  • 250 gram tepung terigu
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt bawang putih bubuk
  • 1/2 sdt paprika bubuk
  • 1/4 sdt merica bubuk

Cara:

  1. Rendam ayam dengan bahan perendam, minimal 2 jam.
  2. Panggang ayam selama ± 30 menit dengan menggunakan suhu 180 ºC di api bawah saja.
  3. Dinginkan sekitar 30 menit.
  4. Masukan ke dalam bumbu perendam lagi satu persatu, gulingkan di tepung kering, bumbu perendam lagi, tepung kering lagi, tepuk-tepuk dan cubit-cubit, dan sreeeeng goreeeng di minyak banyak dengan api sedang.

 

wp-image-306502887jpg.jpg

 

Siap disajikan! Alhamdulillah yummy!

Nah untuk adonan perendamnya, ternyata cepat habiiis, tergantung besaran ayam yaaa.. ternyata kalau pakai ayam dengan potongan lebih besar jadi cepat habis saat mulai digulingkan bolak balik ke adonan perendam dan tepung kering. 

 

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Menu minggu ini #1

Sering banget saya tercenung, mau masak apa yaaa hari ini, nanti rencana masak apa, eh trus ternyata di kulkas adanya apa, jadi berubah.. jadi gak mood 😒.

Sebenarnya udah tahu sih, iya iyaaaa harusnya bikin menu mingguan. Tapi entah kenapa selalu ditunda dan males dan kayaknya aaah gak keren deh apa-apa terlalu direncanakan gitu hahaha.. pembelaan diri. Pun dulu ketika masih buka katering reguler seminggu dua kali, saya cuma mikirin menu ya untuk kedua hari tersebut, dan buat orang rumah malahan engga.. huhuhu maapkaaaaan 😭

Pakuban pun sudah sampai berbusa dan kezeel ngomong, bikin menu mingguan buuuu buat anak-anak, belanja juga jadi teraraaaaah.. well okaaai suamikuuuuuh, aku buaatkaaaan💁😘

Dan mulai minggu lalu udah pakai menu per minggu. Dan iyah mau saya share per minggu aaah, buat insipirasi para mamah ketjeh dimanapun berada 😍

Oh iya menu ini, tidak mencakup menu sarapan yaah, soalnya sarapan itu seringnya makan roti, atau nasi goreng, mie goreng atau kalau anak-anak paling suka nasi telur dadar atau nasi telur ceplok.

menu Keluarga Rustanto minggu #1.

  • Senin: tumis tahu toge, sempol ayam, tuna asam manis –> resep sempol bisa dilihat di sini dan di sini
  • Selasa: tumis pokcoy baso goreng, telur dadar bumbu pedas, sop ayam sosis –> baso goreng adonannya sama kayak sempol hehe
  • Rabu: pecel, kering tempe kacang, sempol ayam
  • Kamis: orak arik, telor balado, opor ayam
  • Jumat: sayur asem, bakwan sayur, ayam goreng
  • Sabtu: capcay, sate ayam
  • Minggu: urap, sambal teri kacang medan, bakso goreng

Selain menu utama tersebut, untuk anak-anak saya selalu punya simpanan frozen food, baik yang saya buat sendiri seperti nugget, bakso ataupun yang beli di supermarket seperti sosis dan fish finger.

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Sempol Ayam Wortel

wp-image-602798345jpeg.jpg
Sempol Ayam Wortel

Kali ini saya membuat sempol dengan bumbu yang cukup serius. Haha kenapa dibilang serius, karena bukan pakai bumbu serba bubuk. Dulu saya sudah pernah buat ya sempol yang menggunakan bumbu hanya bawang putih bubuk saja, dan saya posting disini, dan ternyata rasanya tidak berbeda jauh. Hanya sempol serius ini lebih ada aroma bawang gorengnya, tapi dari rasa super miriiiiip. Gak akan ketahuan deh bumbu bubuk atau bumbu serius hehe.

Sempol kali ini menggunakan hanya bahan ayam dan wortel saja. Dan kalau baca-baca dari resep yang bergelimpangan di internet, biasanya ditambah irisan seledri juga ya. Saya mah lagi tidak punya seledri hehe jadi tidak pakai.

Adonan ini selain memang untuk membuat sempol, bisa juga untuk membuat bakso ayam, baik rebus atau goreng, kemudian apa ya namanya itu yang seperti di Hoka-Hoka Bento, jadi adonan ini digulung dengan menggunakan kulit lumpia, trus digoreng dan dipotong-potong, atau bisa juga kalau mau kulitnya menggunakan kulit kembang tahu, dan namanya berubah jadi hmm apa ya hekeng gitu.

Untuk saya, kali ini adonannya saya jadikan sempol dan bakso ayam. Sempolnya endut-endut sama kayak yang bikin hehehe, jadi delapan buah sempol. Dan untuk bakso ayam ukuran sedang, tadi jadi 27 buah.

Sempol ini asyik banget emang, buat jajanan atau cemilan oke, buat dijadiin lauk juga oke. Cihui lah pokoknya. Salah satu menu yang bisa distok. Jadi sesudah di rebus, bisa masuk freezer.

Dan berikut adalah resepnya.

Sempol ayam ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • 500 gr ayam fillet bagian dada
  • 4 buah wortel kecil
  • 3 sdm tepung tapioka
  • 1 butir telur

Bumbu:

  • 1 bawang merah besar, iris kasar, goreng
  • 5 siung bawang putih, iris kasar, goreng
  • 1 1/2 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 sdt merica bubuk

Cara:

  1. Masukan seluruh bahan dan bumbu ke dalam food processor. Proses hingga halus.
  2. Ambil segenggam adonan, dan lilitkan pada tusuk sate.
  3. Rebus/kukus hingga matang. Tiriskan.
  4. Gulingkan sempol pada kocokan telur, dan goreng hingga matang kecoklatan.

Selamat menikmati!