Jalan-jalan, The moments

one fine cold day in Den Haag

IMG_20170104_123757

It was our one day trip back in January 2017. It was cold and sunny and a bit windy, with a little showers. We enjoyed the trips soooo much. And instantly fall in love with Den Haag. Even Inayah keep saying, can we move to Den Haag? please please please?

Hehe.

Our one day trip was start from  Den Haag Central Station to Binnenhof. Taking a tram, we can always check the tram and bus schedule in here, free wifi is, well I can say almost everywhere. Then we were walking around, enjoying the buildings and views. And we stopped for having short lunch while sitting enjoying the lake scenery.

Then we took tram to Scheveningen, which was actually our main destination. We wanted to ride the Skyview de Pier in Scheveningen. We bought the ticket online here. We used family ticket, it costs 26 euro, for two adults and two children. It is cheaper rather than we buy separated ticket for adult and child.

The skyview ride was amazing! It was clean, comfortable, modern and it looks have pretty good safety haha. There were air conditioner, table for having our food, and emergency button, in case of anything happen! This is very important button ^_*.

We really enjoyed the ride, well a little bit scared of course! haha. The scenery from above is the North Sea and surrounding of Den Haag. Ina and Farza, they were amazed but also to scared to move haha. And inside the box, Ina said something about that we can fall if we move too much and also because of the wind is very strong, and I shut her down! Please please don’t say anything about falling! Haha me too being scared at that time. But overall we love it!

Afterward, we enjoyed ice cream inside de Pier. The place is full of many cafes, small restaurants and some spaces outside with chairs and tables so that we can enjoy the beach view while eating our food. In that cold day, the kids choose ice cream instead of warm chocolate.. hmmppphhh.. well oke.. warm chocolate for ibu and bapak then 🙂

And we also bought patat, as always. Patat is a french fries. It is the Dutchies fast food that we can easily buy anywhere.

Full and happy, alhamdulillah!

Then the kids wanted to running around the beach and touched the water. Ibuuu, why the water is soooo cold? Can I taste it? It is said that sea water is salty, I just wanted to try is it really salty? or is it sweet?

Haha!

Of course I didn’t let them taste the water. The one nearby the beach is not so clean. It is dirty, sandy, and the waves bring a lot of sort of like soapy foam watery.

And as the sun goes down, it is time for us to go back to Enschede.  Bye Den Haag, tot de volgende keer!

Resep Keluarga Rustanto, The moments

Bubur ayam

IMG_20170430_103839

Berminggu-minggu ini selalu dan selalu kepikiran tentang bubur ayam. Pengennya sih tinggal manggil.. maaang bubur maaaang. Atau ngeeeng naik motor ama PakUban berduaan ke bubur ayam pengkolan. Tapi itu semua hanya mimpi.

Akhirnya dengan mengerahkan segala energi positif, kemauan dan keterpaksaan, maka hari kemarin saya berhasil membuat bubur ayam untuk pertama kalinya. Jadi alhamdulillah tadi pagi kita sekeluarga bisa sarapan bubur ayam. PakUban heboh banget makannya, nambah 2 kali cyiiiiiin yang artinya makan 3 mangkok. Hihi.

Apa? dari kemarin? Iya looooh bikinnya sejak kemarin malam. Jadi yang saya lakukan sejak kemarin adalah,

  1. Merebus ayam untuk diambil kaldunya.
  2. Mengungkep ayam dengan bumbu kuning. Dan airnya dijadikan kuah bubur nya. Bumbunya ayam ungkep komplit: bawang merah, bawang putih, kemiri sedikit, jahe, ketumbar, kunyit, lengkuas, serai dan daun jeruk.
  3. Mengungkep ati ayam. Bumbunya hanya, bawang putih, kemiri dan ketumbar.
  4. Membuat adonan cakue untuk kemudian disimpan dulu di kulkas. Ini resepnya googling dari Cookpad.

IMG_20170430_103337

Dan pagi tadi saya tinggal membuat bubur nya, menyiapkan sambal, daun bawang iris, seledri iris, menggoreng ayam, menggoreng ati ayam dan cakue.

Resep bubur nya saya tidak menggunakan takaran. Hehe pede yah. Tips yang saya pegang adalah dari blog nya mbak diah didi yaitu masak dengan api kecil, dan kalau ternyata airnya kurang tambahkan air panas secukupnya. Dan it works! 

Sungguh lelah membuat bubur ayam ini. Tapi terbayarkan dengan bisa makan bubur ayam tadi pagi. Alhamdulillah.

The moments

Ibu, ciuman bibir yuk

Hapaaaaaaaaaaaahhhhhhh? #pingsan

Kaget banget-bangetan waktu adek bilang begini. Huhuhu. Tapi kita harus acting dong, gak boleh panik, gak boleh kaget, harus tenang, kalem dan biasa aja.

Oh dan by the way, adek umurnya baru 4 tahun.

Sebenarnya saya juga tidak tahu pasti, ini anak tahu atau lihat dari mana. Tapi ya atuhlah di Belanda ini, mereka sering banget liyat orang ciuman bibir secara live :-!

Saya tanya, emang adek mau ciuman bibir? iiih kan kena ludah? dia jawab sambil malu-malu gitu, gak apa-apa ibuuu hehe. huhuhu. Kemudian saya jelaskan dengan singkat padat dan semoga jelas, bahwa ciuman bibir itu bukan untuk anak-anak. Anak-anak tidak boleh dan tidak baik saling ciuman bibir, atau cium bibir orang tuanya atau orang dewasa lain. Orang dewasa pun kalau mau ciuman bibir harus sudah menikah.

Trus ternyata belum selesai, adek masih bertanya lagi, ibu ciuman bibir gak sama bapak?

HUHUHUHUHUHUHUHUHU speechless. Saya tetap dong kalem, gak pakai kaget. Tapi ketawa garing gitu lah saya mah. Saya jawab dengan pertanyaan lagi, adek pernah gak lihat ibu ciuman bibir sama bapak?

Hehehe.

Oh dan belum selesai lagi ternyata. Beberapa hari kemudian, lagi jalan berdua sama adek mau ke Timba. Sambil asyik ngobrol gandengan tangan. Eh dia nanya lagi. Ibuuuu, aku mau nikah ama siapaaa yaaaa? Boleh gak sih anak kecil menikah?

Omooooooooooo. Ibu lelaaaah deeeek.

Lalu saya jawab, anak kecil belum boleh menikah. Ibu juga gak tahu ya nanti adek menikah sama siapa. Tapi yang pasti adek harus pilih menikah sama laki-laki yang baik hati, lembut, yang gak galak, rajin solat, pintar dan sayang sama orang tuanya. #sekalian lah ibu doktrin 😀

Trus sambil malu-malu dia jawab, kali-kali aku nikahnya sama mas A atau B ataauuuu mas C.

Haduuuh haduuuh. Anak jaman sekarang yah.

Semoga ibu bapak selalu bisa membimbing Ina dan Farza untuk selalu menjadi anak solehah, baik hati, pintar, lembut dan beriman. Aaamiiin.

Jalan-jalan, The moments

Suatu hari di Amsterdam

IMG_20170326_182917

Ini adalah trip kita di bulan Maret lalu. Kita mau ketemuan sama teman kuliah saya dulu yang sedang berkunjung bersama suaminya ke Walanda, daaaan mereka bawain titipan saya, yaitu kerudung, teh tarik, milo dan dancow buat anak-anak! Alhamdulillah ^_*.

Dari Enschede kita cuss ke Schipol naik kereta. Dan karena teman saya, mendaratnya pagi pisan yaitu jam 6 pagi, kita udah gak keburu dong ketemuan di Schipol, atuhlah Enschede-Schipol itu 2.5 jam sajaaaa.. dan karena kita tentu saja bawa unyils, susah kalau mau diminta bangun pagi bangeets gitu.. haha alasan, padahal ibu nya juga suka kebluk kalau bangun hehe. Dan itu adalah hari minggu, bis di Enschede baru ada di atas jam 8. Jadi ya sudah kita naik kereta yang jam 10.46 atau 11.46 gitu.

Sampai Schipol kita santai dulu, buka bekal, ke toilet. Trus beli one day ticket untuk keliling amsterdam. Ini tiket asyik deh, bisa lihat di sini untuk detilnya. Jadi ini tiket bisa kemana aja seputaran Amsterdam, berlaku seharian, tidak berlaku untuk kereta (jadi hanya bis dan trem), harga 7.5 euro untuk dewasa dan 2.5 euro untuk anak-anak. Penggunaanya persis seperti OV Chipkaart, kita harus check in dan check out. Simpel deh!

IMG_20170326_134140
buka bekal dan emam es krim dulu di Schipol
IMG_20170327_111110
one day ticket

Di Schipol dapat kabar dari teman saya, kalau mereka masih di Volendam. Jadi sudahlah kita mau solat dulu. Trus kata suami, kita solat ke Mesjid Indonesia aja yuuuk. Namanya Eromuslim, dan lokasinya di sini. Ternyata lumayan jauh juga dari Schipol. Alhamdulillah pas lagi antri bis, kita ketemu seorang ibu dari Indonesia, yang ternyata juga lagi mau solat ke mesjid Eromuslim. Dan beliau sudah puluhan tahun tinggal di Amsterdam. Alhamdulillah. Jadi kita ngintil aja lah ama ibu nya hehe. Duh lupa pula namanya siapa. Kita naik bis, agak jauh  gitu. Trus turun, ganti trem no 17. Dan tinggal jalan kaki sedikit ke mesjidnya.

Dari luar tidak tampak seperti mesjid sih. Lebih seperti apartemen biasa. Tapiiii begitu kita buka pintunya.. jeng jreeeeng.. rameeee dan luaaaaas bangeeet. Nah kebetulan hari itu adalah hari minggu siang, dan mesjidnya ruaaameeeee bangeeet, karena banyak anak-anak yang sedang TPQ. Dan tidak hanya anak-anak dari warga Indonesia saja sih.

Seru deh mesjidnya. Ada jualannya segala, dari yang bisa saya amati, ada gula jawa, kerupuk dan snack Indonesia. Katanya di dapurnya juga jualan makan siang sebenarnya. Duh sayang kita gak sempat foto sama sekali di mesjid ini. Riweuuuuh ruameeee.

Pas saya sudah selesai solat, dan pamitan sama ibu yang tadi mengantar kita, saat saya menuju tempat jaket, ada yang menyapa saya.

  • :Ibu, maaf, ibu Arin bukan?
  • :Iya bu, saya Arin bu. Ibu?
  • :Saya, ibunya A bu, murid ibu. Saya tadi sekilas dengar suara ibu. Dan saya kenal suara ibu kalau sedang mengajar ^_^

Hehehehehehehe.. ternyata ada murid PJJ SIN yang juga TPQ di sini. Memang A ini tinggalnya di Amsterdam.

OOOOh ternyata suara saya dikenaliiiiiii ^_*. tes tes tes 1 2 3 tes tes tes .. #kibasmikrofon

Naaah selesai dari solat ini, pas kita mau naik trem lagi, eeeh eeeh di samping gedungnya ada kermis dong. Eaaaaa. Ya tentu saja duo unyils ini keukeuh minta naik kereta ulet. Well well baiklaaaah.

Sesudahnya, kita naik tram yang no 17 lagi untuk menuju ke Amsterdam Centraal. Karena kita janjian sama teman saya untuk canal cruise, dan teman saya sudah beli tiketnya sejak di Indonesia, padahal sih kita bisa gampang banget beli di tempat. Dan karena mereka sudah beli dari Indo, maka kita harus ikut beli tiket di tempat yang sama.

Ternyata yaaah, naik tram nya lamaa, jauuuh, penuuuh.. dan adek pun lemaaas. Mulai mabok. Pusing dan mual. Ngenes banget lah  pokoknya. Begitu sampai di Amsterdam Centraal langsung menuju gerai Kios K beli teh hangat, dan ke gerai Smullers beli patat. Trus duduk santai dulu. Dan berkabaran sama teman, kalau kita habis selesai makan langsung mau cusss ke tempat canal cruise nya.

Selesai makan, kita naik tram lagi untuk menuju ke Blue Boat Company. Beuuh sempat kena omel lah ama PakUban, gegara keburu-buru cek musti naik tram no berapa, dan walhasil salah naik tram. Huhu. Trus PakUban lah yang cek lagi musti naik tram no berapa. Sampailah kita di lokasi. Dan masih musti jalan dulu. Dan teman saya beserta suaminya sudah menunggu.

Seruuuu! Ketemu teman lama yang sudah 15 tahun lebih gak ketemu. Plus dapat teh tarik, milo, dancow dan juga gudeg kalengan oh dan kerudung! Harta Karun maaak!

Canal cruise nya asooiii banget. Suhu memang dingin sejuk sekitar 12 derajat pada hari itu, tapi matahari ceraaah banget, langit biruuuuu. Jadi maksimal banget canal cruisenya. Jadi kita bisa keluar dari kapal, dan santai duduk di belakang. Suka banget!

Selesai canal cruise, kita naik tram ke Rijksmuseum. Hihi pepotoan dooong di IAmsterdam itu. Ah tapi susah fotonya, penuuuh orang. Ya sudahlah. Jadi kita duduk-duduk santai dekat kolamnya. Anak-anak mainan sama PakUban di playground yang gak jauh dari situ.

Dan karena sudah mulai malam, dan kita harus kembali ke Enschede, 2.5 jaaam cyiiin. Dan besok anak-anak sekolah. Jadi gak boleh kemaleman. Jadiiii kita pulang dulu yaaaa ke desa Enschede tercintah

❤❤Alhamdulillah hari ini sangat-sangat menyenangkan ❤❤

Life in Enschede, The moments

Ketika sekolah punya tema

Rata-rata sekolah di sini di Belanda,  selalu mempunyai tema yang berbeda dalam setiap dua minggu sekali. Dan setiap tema itu seriuuus banget dekorasinya dan prakteknya. Jadi dekorasi kelas itu selalu sesuai dengan temanya. Para orang tua murid mendapat pemberitahuan mengenai tema ini melalui email grup dan juga whatsapp grup per tingkatan kelas.

Saya selalu ikut senang dan heboh kalau Ina dan Farza cerita mengenai tema sekolah mereka. Seruuuu bangets.

Misal pada suatu hari temanya mengenai restoran. Jadi beneran itu ruang kelas dan lorong sekolah berubah jadi restoran. Dan mereka juga bermain peran. Jadi koki, jadi kasir nya, jadi pelayannya dan jadi pembeli. Daan semua itu dibekali dengan informasi bagaimana berkata, bersikap dan berperilaku yang sopan dalam setiap peran itu. Dan ada sesi spesialnya. Misalnya mereka beneran memasak kentang goreng. Mereka boleh pegang pisau (dengan diawasi gurunya tentu saja), mereka diajak ke dapur, dan melihat bagaimana menggoreng kentang. Seruuu kan.

Pernah juga temanya adalah mengenai jual beli di pasar. Jadi tetiba lorong sekolahan, dipenuhi dengan stall jualan. Ada sayuran, buah, roti dan macam-macamlah. Trus mereka ya biasa bermain peran, jadi penjual, pembeli. Bagaimana memilih buah dan sayur. Mengenal jenis-jenis roti. Daaaan yang paling seru, mereka rombongan sama gurunya pergi ke open markt di city center, trus belanja langsuuuung doooong haha. Gemeeesssh. Ina bilang mereka beli buah, sayur dan kibling. Trus mereka makan kibling bersama. Kibling itu ikan goreng tepung ala ala Belanda, biasanya dimakan dengan saus mayonaise. Senaaaaang!

Yang beberapa minggu lalu dong, temanya adalah kleding. alias baju. Jadi mereka belajar mengenai berbagai jenis baju. Dari mulai baju pesta, baju pergi, baju resmi, baju tidur dan segala motif kain gitu. Dan juga baju yang tepat untuk setiap musimnya. Truuuus mereka pergi kemana coba, ke PRIMARK! Gustiiii asyiiik banget. Mereka belajar langsung diperlihatkan baju untuk anak-anak, baju dewasa dan bagaimana cara memilih dan membeli baju. Ya ampun itu Ina geger bangeeeeets pulang sekolah. Senang banget dia main ke Primark.

IMG_20161109_143048

Yang bertema khusus roti juga pernah, jadi mengenal berbagai jenis roti dan keju kalau gak salah. Daaan mereka bikin roti beneran. Trus pergi ke bakerij gitu. Tentang pos juga pernah, jadi rame-rame mereka ngeposin surat ke kotak pos di city center. Seru yah. Ibunya juga ikut senang dan bahagia dengar cerita mereka sepulang sekolah.

IMG_20170301_145758

Selalu ada tema setiap minggunya. Jadi seru. Dan dekorasi kelas itu berubah terus. Terkadang temanya juga seasonal. Misal memasuki musim gugur ya temanya tentang segala jenis jejamuran yang banyak saat musim gugur, atau bagaimana berkreasi dengan dedaunan indah warna warni musim gugur itu. Masuk musim dingin, temanya ya tentang salju, berpakaian yang hangat itu bagaimana, perlengkapannya apa. Musim panas, musim semi juga ada temanya.

Nah yang minggu kemarin itu temanya adalah bagaimana berlalu lintas yang baik. Kalau untuk anak-anak ini, bagaimana memahami rambu lalu lintas yang paling sederhana lah, menyebrang jalan bagaimana. Trus kalau jalan kaki atau naik sepeda jalurnya dimana. Dan mereka serius jalan kaki dari sekolah lewat bunderan gitu trus menuju city center.

Daaaaaan minggu ini temanya transportasi, yaitu sepeda, mobil, bis dan KERETA! Ina senang banget. Dia udah yakin kalau dalam minggu ini dia bakal naik kereta sama temen-temen sekolahnya, paling gak ke kota terdekat dari Enschede, misal Hengelo gitu. Trus saya bilang, ya belum tentu juga, bisa aja cuma main ke central station aja. Eeeeeh tapi bener dong hari ini pulang sekolah, ada suratnyaaaa.. uhuuuuy besok mereka rombongan berangkat jalan kaki dari sekolah jam 8.45 menuju central station dan naik kereta ke Hengelo. Wahahahaha what a dream come true kata Ina. hehehe. (Suratnya gambar yang paling bawah).

Alhamdulillah, sejauh ini saya merasa cocok dengan sekolah anak saya. Sekolah ini reguler Belanda, berbahasa Belanda, dengan kurikulum nasional Belanda, namun berbasis islam. Jadi awalnya kenapa saya memilih sekolah ini, ya karena ada dasar islam nya itu. Jadi mereka ada pelajaran agama islam nya. Dan kalau sudah besar, sepertinya mulai di group 4, mereka ada solat berjamaah, umumnya saat solat duhur.

Alhamdulillah. Semoga mereka berdua selalu berada dalam lindungan Allah SWT dimanapun mereka berada saat jauh ataupun dekat dengan Ibu Bapak. (selalu dan selalu punya kekhawatiran saat mereka gak di dekat kita, walau itu di sekolah.. hiks)

Enschede, The moments

Bahagia itu..

Tetiba dapat, ABON SAPI, BALADO IKAN TERI dan buku parenting ELLY RISMAN 😍

Dan ini bukan nitip loooh.. bukan titipan.. ini.. ini apa ya.. oleh-oleh? surprise? Aaaah senaaaang!

Terima kasih ya kakak Nadia atas kunjungan dan oleh-oleh nya yang menyenangkaaaaan, semoga Nadia sekeluarga selalu mendapat limpahan rahmat Nya. Aamiin.

😘😍

#lifeisgood

#alhamdulillah

Life in Enschede, The moments

Their simple happiness 

Yes colouring stuffs are their simple happiness! We usually buy drawing pad and colouring books once in a week. Its like a basic needs for them. Included all the markers.

Today, we went to Actions on the way back home from school. We bought markers, stickersbooks, colouring books, eggs decordion for easter and a dutch story book.

And only costs us less than 20 euro! 

Alhamdulillah. Always learn from these two little satellites, sometimes happines is really simple yet cheap 😂😘