Enschede, Life in Enschede

Kehilangan barang di Belanda

Selama kurang lebih tiga tahun tinggal di Belanda, kita pernah mengalami dua kali kehilangan di transportasi umum. Kejadian pertama itu heeiiitsss banget bikin syoknya. Kenapa? soalnya satu tas ransel lenyap. Isinya dua laptop, satu tablet, seluruh dokumen penting kita dan kunci rumah. Kehilangan kedua adalah, tas sekolah Ina, yang sebenarnya lebih pada ketinggalan, alias kelupaan. Dan alhamdulillah yah semua kejadian itu berakhir indah.

Sistem keamanan baik dan juga entah ditambah dengan modernitas berpadu dengan kejujuran, mengahsilkan sebuah tatanan sosial yang sangat baik.

Kejadian #1

Terjadi di bulan April tahun 2014. Saat kami kembali lagi ke Belanda bersama anak-anak. Kebayang dong yah bawaannya. Koper gede dua, koper kecil, tas gledek (eh gimana sih nulisnya, tas yang bisa didorong itu loh haha), tas ransel dua, plus tas slempang. Nah, waktu menunggu kereta dari Schipol menuju Enschede, kita disamperin dong sama seorang pramugari KLM, dia bilang, hai kalian berdua harus hati-hati, karena kalian membawa dua anak dan koper yang sangat banyak, biasanya akan menjadi incaran penjahat. Well, dasar saya mah manusia biasa yang sungguh penuh kealpaan dan khilaf, sambil tersenyum saya dan suami mengiyakan, iya iya terima kasih. Tapi dalam hati saya ngebatin, iya tenang aja, kita udah pernah kok tinggal di sini, dan gak asing sama cerita barang hilang di kereta dari Ams Schipol inih. Ngek ngok! sok banget sih ngebatinnya!

Singkat cerita, naiklah kita semua ke kereta. Dan saat semua sudah duduk rapi, koper dan semua tas tampak sudah aman. Santailah kita. Pakuban ijin mau wudhu, saya bilang iya, Ina pindah duduk dekat saya dan Farza. Bangku Pakuban kosong, tapi tas banyak disitu, dan tas ransel dia ditaruh di atas. Kan cuma sebelahan, saya pikir gak bakalan lah ya ada yang bisa terlewat dari jangkauan mata saya. Eh eh eh tetibaaaaaa ada suara menggelegar dari arah belakang (WC):

:hiiiii, is this the right train to Deventer bla bla bla

Ternyata ada orang, mencegat Pakuban, bertanya ini dan itu, sampai nunjukin tiket segala dan itu dengan suara MENGGELEGAR, sampai semua orang, termasuk saya dan anak-anak menengok ke arah mereka. Trus kemudian selesai. Keadaan normal lagi. Pakuban lanjut duduk, solat, kita ngobrol sana sini dan tetibaaaaaaaa:

TAS RANSEL BAPAK MANAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?

oooh ooooh panik panik panik!

ya ya hilang saudara-saudara! Syok! dan tentu saja saya merasa sangat bersalah atas batin saya yang sombong tadi dan juga kok yaaa bisa sih di ambil, kaaaan cuma di sebelah saya gitu looooh! Hipnotis? engga deh kayaknya. Jadi setelah direkonstruksi, tampaknya kejadiannya adalah saat semua orang menengok ke arah mereka, satu orang lain lagi beraksi, MENGAMBIL tas ransel Pakuban!

Panik dan rusuh saat itu. Pakuban lapor ke kondektur, dan disarankan untuk lapor polisi saat turun dari kereta. Satu yang masih kami syukuri adalah paspor dan dompet tidak termasuk dalam tas ransel itu, tapi ada di tas slempang Pakuban.

Singkat cerita lagi, setelah enam bulan lebih dan kami masih selalu terkenang dan memikirkan betapa oh betapa repotnya mengurus seluruh dokumen penting semacam, seluruh akte kita berempat, buku nikah dsb. Dan bahkan ya mamah di Indonesia sana pun selalu bilang ya allah semoga orangnya baik, semua barang boleh lah diambil asal dokumen dibalikin.

Dan ya alhamdulillah doa mamah TERKABUL. Pada suatu hari yang indah Pakuban menemukan segepok paket di kotak surat. Dan saat dibuka adalah SELURUH DOKUMEN KITA. GAK ADA YANG KURANG! KOMPLIT! sujud syukur lansung! Alhamdulillah.

Sebenarnya sih sampai detik ini menurut saya masih misterius bagaimana itu semua dokumen kita bisa dikirim ke alamat kita dengan baik dan benar. Dugaan yang paling kuat sih, tas kita beserta dokumennya dibuang dijalanan. Ditemukan sama orang atau petugas dinas sosial atau dinas kebersihan, dan entah mungkin dinas sosial mencari tahu alamat kita lewat imigrasi atau gemeente, ya mencari tahunya kalau disini mah cuma paka klik klik ketik doang, semua data sudah terintegrasi dengan baik yah. Dan kemudian dikirimkan ke alamat kita. Apapun itu, siapapun, dengan cara apapun ini adalah bagian dari kehendak Allah SWT yang dengan kuasa Nya menggerakan dan menunjukkan cara kepada semua orang yang terlibat, dan kami mendoakan semoga semua mendapat balasan yang terbaik. Aamiin.

Hihi seru yah.. oh apa? oh pengen tahu kita masuk rumah nya gimana waktu itu? Alhamdulillah Pakuban itu udah ganteng menggemaskan eh cerdas dan pintar pula hehehe. Jadiiii dia menitipkan kunci cadangan rumah kita ke salah seorang temannya, yaitu Om Suleyman. Syuper alhamdulillah!

Terima kasih tak terhingga juga untuk Keluarga tante Astuti dan Om Eyo yang telah menjemput di stasiun Enschede dan juga kiriman nasi lauk pauk dan sayurnya. Salah momen yang tak terlupakan!

Kejadian #2

Kalau ini baru terjadi sekitar bulan lalu lah. Maret 2017. Jadi, pulang sekolah kan, saya sedang malas menggowes, jadi jemput anak-anak naik bis. Nah, saya duduk sama Farza, Ina duduk sendiri di belakang saya. Dan dia membawa tas dia sendiri, my little pony warna pink kesayangan dan kesukaan dia. Yang kita dapatkan dengan penuh perjuangan di acara rommelmarkt haha.

Pas turun dari bis, entah sudah capek atau memang tidak sadar, tasnya ditinggal saja di bis. Tapi sebenarnya saya pun tidak sadar sama sekali loh saat itu. Baru sadar pas keesokan harinya mau sekolah. Geger cari tas sekolah dan seisinya. Alhamdulillahnya, pas pulang kemarin kita sempat popotoan di depan rumah pakai payung baru. Trus saya cek foto mereka pas pulang sekolah di depan rumah itu, dan ternyata Ina sudah tidak bawa tasnya, nah kesimpulannya berarti ketinggalan nih di bis.

Sempat mau ngambek gak mau sekolah Ina hari itu, karena tas kesayangannya hilang. Trus saya bilang, in syaa allah kalau masih rejeki Ina akan ketemu lagi dan akan ibu bantu cari ke stasiun bis nya. Trus pas anak-anak pergi berangkat sekolah sama Pakuban pagi itu, saya searching websitenya TWENTS yaitu provider perusahaan bis di Enschede (https://www.twents.nl/).

Dan setelah bebacaan dengan teliti, eh dengan pusing sih secara bahasa Belanda haha, eh saya klik yang klantenservice alias customer service di sini. Nah mulai dari bagian ini nya, ada dong bahasa Inggrisnya hehe. Trus sesudah itu akan muncul link seperti gambar di bawah dan kita pilih yang Broken, lost or stolen.

Untitled

Sesudahnya akan muncul tampilan seperti di bawah ini, dan klik bagian I have lost something pada sisi kanan di bawah Related Articles.

2017_04_16_15_44_56_Subscription_broken_lost_or_stolen_Syntus_Helpcenter

Dan taraaaaa munculah halaman seperti di bawah ini, dimana kita bisa cek dari foto-foto tersebut ada yang barang kita gak.

2017_04_16_15_49_35_I_have_lost_something_Syntus_Helpcenter

 

Dan dari situ, ketika ada foto dari barang kita yang ketinggalan di bis, langsung aja di klik dan ikuti instruksinya. Seperti memberikan keterangan isi tasnya apa, dan menuliskan alamat email. Nanti kita akan menerima email, yang menyatakan bahwa barang itu sesuai dengan keterangan kita. Dan selanjutnya akan ditawarkan mau diambil sendiri di kantor Twents di Central Station Enschede atau dikirimkan. Nah, saya pilih ambil sendiri, dan tersedia juga untuk menuliskan kita mau kesana hari apa dan jam berapa. Trus sesudahnya kita diberi nomor kode melalui email, dan kode tersebut harus kita berikan/sebutkan saat mengambil barang kita.

Seruuuu kaaaan! Dan Pakuban mengambil tas my little pony nya bersama anak-anak ke kantor Twents di Central Station Enschede. Alhamdulillah yaaa!

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Lumpia pisang coklat

Ini adalah jajanan favorit yang lagi hits di rumah. Daaan selalu minta dijadikan bekal kalau kita bepergian. Biasanya saya selalu bikin pisang bolen coklat. Jadi kulitnya adalah kulit pastry, diisi mentega, selai coklat (atau meises), mentega dan taburan gula pasir, trus panggang! Gampang banget, kulit pastry di sini mah tinggal beli. Murah banged pula.

Nah, pada suatu hari, saya kehabisan kulit pastry, dan karena lagi adanya kulit lumpia, ya udah kulitnya ganti aja ama kulit lumpia (ya tentu saja juga beli jadi haha). Dan kalau pakai kulit lumpia jadinya di goreng. Wealaaaah ternyata Ina Farza malah sukaaaa bangeetsssss. Soalnya ya karena isiannya itu mentega, selai coklat banyak (atau meises) dan taburan gula, jadi maniiiis banget, dan meleleh gitu pas digigit.

wp-image-1499883412jpg.jpg

Dan saya selalu pakai pisang buah yang maniiis, yang udah item empuk gitu kulitnya. Bukan pisang gede yang buat kolak yang sering ada di toko turki atau asia itu, bukan. Udah pernah coba, gak enak kalau pakai pisang yang kayak buat kolak itu. Keras dan gak manis.

Dan karena pernah menyuguhi beberapa teman yang main ke rumah, sampai ada yang lagi hamil juga selalu minta pesan ini, bebas lah katanya mau pakai kulit lumpia atau kulit pastry.. pokoknya isinya pisang coklat dan melelehhhh.. aiiih alhamdulillah jadi ada pesanan hehehe. Dan bahkan para pasukan katering sering banget minta lumpia coklat ini untuk dijadikan snack, dan sering pesan lepasan juga untuk lumpia ini.

Life in Enschede, The moments

Ketika sekolah punya tema

Rata-rata sekolah di sini di Belanda,  selalu mempunyai tema yang berbeda dalam setiap dua minggu sekali. Dan setiap tema itu seriuuus banget dekorasinya dan prakteknya. Jadi dekorasi kelas itu selalu sesuai dengan temanya. Para orang tua murid mendapat pemberitahuan mengenai tema ini melalui email grup dan juga whatsapp grup per tingkatan kelas.

Saya selalu ikut senang dan heboh kalau Ina dan Farza cerita mengenai tema sekolah mereka. Seruuuu bangets.

Misal pada suatu hari temanya mengenai restoran. Jadi beneran itu ruang kelas dan lorong sekolah berubah jadi restoran. Dan mereka juga bermain peran. Jadi koki, jadi kasir nya, jadi pelayannya dan jadi pembeli. Daan semua itu dibekali dengan informasi bagaimana berkata, bersikap dan berperilaku yang sopan dalam setiap peran itu. Dan ada sesi spesialnya. Misalnya mereka beneran memasak kentang goreng. Mereka boleh pegang pisau (dengan diawasi gurunya tentu saja), mereka diajak ke dapur, dan melihat bagaimana menggoreng kentang. Seruuu kan.

Pernah juga temanya adalah mengenai jual beli di pasar. Jadi tetiba lorong sekolahan, dipenuhi dengan stall jualan. Ada sayuran, buah, roti dan macam-macamlah. Trus mereka ya biasa bermain peran, jadi penjual, pembeli. Bagaimana memilih buah dan sayur. Mengenal jenis-jenis roti. Daaaan yang paling seru, mereka rombongan sama gurunya pergi ke open markt di city center, trus belanja langsuuuung doooong haha. Gemeeesssh. Ina bilang mereka beli buah, sayur dan kibling. Trus mereka makan kibling bersama. Kibling itu ikan goreng tepung ala ala Belanda, biasanya dimakan dengan saus mayonaise. Senaaaaang!

Yang beberapa minggu lalu dong, temanya adalah kleding. alias baju. Jadi mereka belajar mengenai berbagai jenis baju. Dari mulai baju pesta, baju pergi, baju resmi, baju tidur dan segala motif kain gitu. Dan juga baju yang tepat untuk setiap musimnya. Truuuus mereka pergi kemana coba, ke PRIMARK! Gustiiii asyiiik banget. Mereka belajar langsung diperlihatkan baju untuk anak-anak, baju dewasa dan bagaimana cara memilih dan membeli baju. Ya ampun itu Ina geger bangeeeeets pulang sekolah. Senang banget dia main ke Primark.

IMG_20161109_143048

Yang bertema khusus roti juga pernah, jadi mengenal berbagai jenis roti dan keju kalau gak salah. Daaan mereka bikin roti beneran. Trus pergi ke bakerij gitu. Tentang pos juga pernah, jadi rame-rame mereka ngeposin surat ke kotak pos di city center. Seru yah. Ibunya juga ikut senang dan bahagia dengar cerita mereka sepulang sekolah.

IMG_20170301_145758

Selalu ada tema setiap minggunya. Jadi seru. Dan dekorasi kelas itu berubah terus. Terkadang temanya juga seasonal. Misal memasuki musim gugur ya temanya tentang segala jenis jejamuran yang banyak saat musim gugur, atau bagaimana berkreasi dengan dedaunan indah warna warni musim gugur itu. Masuk musim dingin, temanya ya tentang salju, berpakaian yang hangat itu bagaimana, perlengkapannya apa. Musim panas, musim semi juga ada temanya.

Nah yang minggu kemarin itu temanya adalah bagaimana berlalu lintas yang baik. Kalau untuk anak-anak ini, bagaimana memahami rambu lalu lintas yang paling sederhana lah, menyebrang jalan bagaimana. Trus kalau jalan kaki atau naik sepeda jalurnya dimana. Dan mereka serius jalan kaki dari sekolah lewat bunderan gitu trus menuju city center.

Daaaaaan minggu ini temanya transportasi, yaitu sepeda, mobil, bis dan KERETA! Ina senang banget. Dia udah yakin kalau dalam minggu ini dia bakal naik kereta sama temen-temen sekolahnya, paling gak ke kota terdekat dari Enschede, misal Hengelo gitu. Trus saya bilang, ya belum tentu juga, bisa aja cuma main ke central station aja. Eeeeeh tapi bener dong hari ini pulang sekolah, ada suratnyaaaa.. uhuuuuy besok mereka rombongan berangkat jalan kaki dari sekolah jam 8.45 menuju central station dan naik kereta ke Hengelo. Wahahahaha what a dream come true kata Ina. hehehe. (Suratnya gambar yang paling bawah).

Alhamdulillah, sejauh ini saya merasa cocok dengan sekolah anak saya. Sekolah ini reguler Belanda, berbahasa Belanda, dengan kurikulum nasional Belanda, namun berbasis islam. Jadi awalnya kenapa saya memilih sekolah ini, ya karena ada dasar islam nya itu. Jadi mereka ada pelajaran agama islam nya. Dan kalau sudah besar, sepertinya mulai di group 4, mereka ada solat berjamaah, umumnya saat solat duhur.

Alhamdulillah. Semoga mereka berdua selalu berada dalam lindungan Allah SWT dimanapun mereka berada saat jauh ataupun dekat dengan Ibu Bapak. (selalu dan selalu punya kekhawatiran saat mereka gak di dekat kita, walau itu di sekolah.. hiks)

Enschede, The moments

Bahagia itu..

Tetiba dapat, ABON SAPI, BALADO IKAN TERI dan buku parenting ELLY RISMAN 😍

Dan ini bukan nitip loooh.. bukan titipan.. ini.. ini apa ya.. oleh-oleh? surprise? Aaaah senaaaang!

Terima kasih ya kakak Nadia atas kunjungan dan oleh-oleh nya yang menyenangkaaaaan, semoga Nadia sekeluarga selalu mendapat limpahan rahmat Nya. Aamiin.

😘😍

#lifeisgood

#alhamdulillah

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Mie ayam yamin

wp-image-929004035jpeg.jpg

Mie ayam yamin! sempat jadi trending topik di ranah Enschede Raya hihihihi. Buat saya mie yamin sudah tidak asing lagi. Dulu sewaktu masa tinggal di Bogor, waah mie yamin bangka depan PLN itu mah langganan, hits banget lah. Walau yah tempatnya mah warung makan ala kadarnya gitu. Trus beberapa kali juga makan mie yamin sama teman-teman di jalan kecil belakang Plaza Ekalokasari. Itu juga enak banget. Pernah juga sekali di ajak makan di gang yang paling hits di kalangan anak SMA di Bogor, Gang Selot. Bener gak ya dulu makan mie yamin disitu? haha lupa juga yaaa.. secara sudah puluhan tahun yang lalu.

Omooo.. iya serius, sudah 20 tahun lebih loh sejak pertama kali saya tinggal di Bogor. Kadang kangen Bogor ih!

Kembali ke mie yamin. Tapiii saya belum pernah membuatnya sendiri. Baru pernah membuat sekitar tiga kalilah. Itu pun tentu saja setelah berada di sini, di bawah langit Enschede ini. Yeaaah segala kekangenan terhadap makanan, dibarengi keterpaksaan karena gak ada yang jualan, plus punya banyak waktu buat googling resep, maka jeng jreng jadilah bisa bikin mie yamin. Hihi.

Semua resep dibaca terus, dipantengin terus, dipikir-pikir terus, sampai akhirnya terkumpul kekuatan (lebay!) buat bikin.

Sedikit tips dari saya, karena setelah tiga kali membuat, dengan resep yang tentu saja selalu berbeda >”< dan berbeda rasa, saya rasa resep dengan penggunaan kemiri yang kebanyakan itu yang paling gak enak. Jadi masak ayamnya jangan kebanyakan kemiri yah!

Dan berikut adalah resepnya. Tentu saja sudah saya modifikasi sesuai selera hati yaaaa.

Mie Ayam Yamien ala Keluarga Rustanto

Bahan ayam:

  • 400 gr ayam filet (pada dasarnya sih bebas lah ya, mau bagian mana, tergantung selera dan ketersediaan)
  • 100 gram jamur champignon
  • 500 ml air

Bumbu dihaluskan:

  • 2 bawang merah besar –> setara 8-10 bawang merah kecil di Indonesia
  • 5 siung bawang putih
  • 4 kemiri
  • 1 sdt kunyit bubuk
  • 2 sdt merica bubuk
  • 2 sdt ketumbar
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas
  • 1 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir

Bumbu tambahan:

  • 1 batang serai, geprek
  • 5 sdm kecap manis

Cara:

  1. Cincang kasar ayam. sisihkan.
  2. Tumis bumbu halus. Tambahkan serai. Masak sampai harum.
  3. Masukan ayam. Aduk-aduk sampai merata.
  4. Masukan 500 ml air.
  5. Masak sampai mendidih dan air menyusut.
  6. Masukan kecap. Masak hingga kental.

Bahan mie yamin:

1 pak Mie telor (saya pakai yang tipe lurus, dengan merk Kuda Menjangan, ada di Peter Hu, Het Osten) –> 1 pak ini mah kurang lah, kalau yang makan saya, pakuban dan fardut, habis dalam sekejap 😉

Bumbu mie yamin:

  • 5 sdm minyak goreng
  • 5 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1 buah bawang merah besar, iris kasar
  • 3 buah bawang putih, iris kasar
  • 1 ruas jahe, iris kasar
  • 1 ruas lengkuas, iris kasar

Cara:

  1. Seduh mie dengan air panas. Tiriskan.
  2. Panaskan minyak, dan masukan semua bumbu mie yamin KECUALI KECAP. Goreng hingga harum. Saring minyaknya.
  3. Masukan kecap ke dalam minyak yang sudah disaring tadi. Aduk rata.
  4. Ambil mie yang sudah ditiriskan, masukan minyak kecap tadi. Aduk rata.

Siap disajikan dengan ayam, taburan daun bawang dan sambal cabe rawit! Yum yuuuuum!

Oh oh dan saya pernah juga baca ya, minyak yang buat mie yamin nya ini, lebih oke lagi kalau diberi kulit ayam. Jadi kulit ayam, di sangrai tanpa minyak, lalu lama kelamaan akan keluar minyak sendiri, nah minyak itu yang digunakan untuk menggoreng semua bumbu yamin nya. Kayaknya sih lebih cihui yaaa, tapi demi melihat timbangan, duh pakai minyak biasa aja lah saya mah. Hehehehe.

 

 

 

Life in Enschede, The moments

Their simple happiness 

Yes colouring stuffs are their simple happiness! We usually buy drawing pad and colouring books once in a week. Its like a basic needs for them. Included all the markers.

Today, we went to Actions on the way back home from school. We bought markers, stickersbooks, colouring books, eggs decordion for easter and a dutch story book.

And only costs us less than 20 euro! 

Alhamdulillah. Always learn from these two little satellites, sometimes happines is really simple yet cheap 😂😘