Life in Enschede

Sebuah kota tanpa macet

Ini sebenarnya catatan singkat saat musim gugur lalu. Biasa deh selalu ngendon di draft ^_*

Siang ini, berangkat jemput jam 13.15, jalan kaki dari rumah ke halte, sampai halte ya masih jam segitu, dekat pisaaan.. ternyata bis nya masih lama, ya udah nerusin jalan kaki dulu ke winkelcentrum Twekkelerveld, mampir ke Wibra dan Anamarkt, lanjut ke halte bis dekat winkel, paaasss banget bis nya datang.

Sepanjang perjalanan terbuai banget sama pemandangan musim gugur dan hujan gerimis. Dan mulai melow, sepertinya ini musim gugur terakhir kita di kota kecil ini. Sebuah kota tanpa macet. Kesana sini serba dalam jangkauan sepeda atau berjalan kaki, atau naik bus. Rata-rata waktu tempuh tidak akan pernah melampui 30 menit.

Seperti siang ini, dalam rentang waktu antara jam 13.15 sampai dengan 14.10 (saat saya turun bis di halte Van Heekplein, Enschede Centrum), saya bisa melakukan banyak hal. Dari mulai jalan kaki dari rumah ke winkelcentrum, belanja ke dua toko, kemudian naik bis, dan masih sempat mampir di Primark membeli celana Jogger untuk saya, sebelum kemudian saya meneruskan dengan berjalan kaki menuju sekolah anak-anak. Saat sampai di sekolah anak-anak pun, mereka belum keluar dari kelas. Artinya belum jam 14.30 kan.

Sangat santai. Tidak tergesa-gesa.

Iya ini Enschede. Kota kecil di pinggiran Belanda. Sebuah kota tanpa macet.