Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Nasi Panggang

IMG_20160721_141645
nasi panggang isi tuna pedas dengan daun pisang yang tidak dioles minyak, tampak kering

Ini adalah salah satu menu yang cukup sering muncul di katering saya. Dan juga banyak yang sering pesan untuk berbagai acara, alhamdulillah.

Inspirasi utama menu ini adalah tetangga mamah saya nun jauh di Solo sana. Ya ampun itu yah tetangga mamah buka warung makan namanya Mareme. Salah satu menunya nasi panggang isi jamur tiram, dimasak manis gitu dan atau isi ikan teri pedas. Enaknyaaaa poooool. Tapi ini menu mahasiswa, jadi porsi sedikit dan harga super murah. Saya mah makan satu bungkus tak pernah cukuuuuup hehe.

Lanjut yah. Nah kembali ke Belanda, saya tentu saja pengen dong menjadikan menu ini menjadi menu katering. Tapi oh ya tentu saja bisa memasak menu ini mah bukan sulap yah buat saya. As always penuh dengan eksperimen dan kesalahan haha. Dari mulai nasi yang kering, nasi yang kurang matang, kurang bumbu, daun pisang pembungkusnya yang kering banget. Apalagi kalau yang pas terima pesanan di atas 50 porsi.. duuuh suka adaaa aja masalahnya huhu.. dari tetiba daun pisang gak cukup.. eh nasi aronnya bawahnya gosong lah.. haha ada-ada aja deh.

Mohon maaf yaaah kepada para pelanggaaaan.. >'<

Namun setelah beberapa kali mencoba, dari mulai untuk makan sendiri, menu katering, kemudian jualan di bazar dan untuk pesanan, lama kelamaan saya bisa mendeteksi, dimana letak kesalahan saya. Kenapa kadang enak pas sempurna rasanya, etapi dilain hari aneh gak karuan. Dan berikut adalah tips hasil dari eksperimen memasak menu nasi panggang inih:

  1. Untuk pertama kali mencoba resep, jangan coba-coba memodifikasi. Sesuai saja dulu persis plek ser sama resepnya. Kenapa? karena berdasar pengalaman saya, saat pertama dan sudah memodifikasi, biasanya suka gagal aja tuh :p
  2. Untuk porsi yang dimakan sendiri sekeluarga, minimal 4 orang lah. Cukup gunakan rice cooker saja. Kenapa? praktis. Gak usah mengaron dan mengukus. Hemat waktu. Namun, kalau menggunakan rice cooker seperti saya, yang kecil gitu, sesekali buka tutupnya dan aduk-aduk. Supaya rata aja bumbunya.
  3. Ketika memasak tanpa rice cooker, yang artinya biasanya untuk porsi banyak yah. Pastikan santan sudah mendidih, dan rasa bumbu sudah pas. Baru setelahnya masukan berasnya. Kenapa santan harus mendidih? kalau santan belum mendidih, kelamaan ngaduk berasnya apalagi kalau sekali masak porsi banyak, pegel loh, dan berpotensi kita malas ngaduk, walhasil bawahnya gosyooong. Trus kenapa bumbunya harus udah pas dulu? Kebayang lah nambahin garam/bumbu lain pas beras udah masuk, serius deh berasa gak bisa pas bumbunya.
  4. Dan saat memasak nasi sebelum dikukus, pastikan air nya itu takarannya benar! Karena kalau takaran salah, dan nasi tidak pulen, sungguh menyesal lah pokoknya. Makan sambil ngomel aja jadinya.
  5. Bersihkan daun pisang sebelum digunakan dengan tisu atau lap bersih. Potong-potong dulu sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian, oles bagian dalamnya dengan minyak goreng dengan kuas. Sedikit saja, cukup untuk melapisi daunnya dan nasi saat dipanggang tidak terlalu kering.
  6. Saya memanggang menggunakan oven, dan itu kurang oke hasilnya. Jadi saya sekarang kalau memanggang menggunakan teflon yang sudah dioles minyak goreng. Tidak perlu terlalu lama memanggangnya. Pastikan teflon sudah panas, panggang masing-masing sisinya kurang lebih 2 menit saja sudah cukup membuat daun gosong dan mengeluarkan aroma syedap.
  7. Nah untuk pengiritan daun pisang, karena di sini harus menggunakan daun pisang beku dan hanya ada di toko asia, saya sering membungkusnya dengan alumunium foil. Jadi selembar alumunium foil, beri selembar daun pisang secukupnya, tata nasi dan isinya, kemudian lipat dan bungkus. trus panggang. Hasil oke aja sih sejauh ini. Tapi kekurangannya adalah aroma daun gosongnya ya jadi tidak ada.
  8. Oh dan jangan lupa, sesudah dilipat dan dibungkus rapi, DIKUKUS dulu loh yaaaa.. jangan langsung dipanggang.

Delapan tipsnya uuuuy.. semoga bermanfaat yaaah!

Saat mau menuliskan resep nasi panggang ini pun lamaaa banget mikirnya saya. Hehe. Lumayan ribet soalnya, menurut saya sih. Resep dasar nasinya dulu pertama kali saya lihat di NCC. Nah selanjutnya saya beberapa kali memodifikasi dan membuat dengan resep lain. Kalau yang di NCC itu nasinya dibumbui santan, bawang merah goreng dan cabe merah goreng, rasanya ringan dan gurih. Pernah juga saya membuatnya dengan santan dan sambal goreng. Sambalnya ini beneran sambal goreng tomat komplit gitu. Rasanya lebih nendang sih menurut saya.

Untuk isinya, selama ini saya hanya pernah membuat dengan dua varian saja, yaitu tuna pedas dan ayam jamur. Tuna pedas bercitarasa pedas, sementara ayam jamur bercitarasa manis gurih.

Cusss lah ya ke resepnya.

Nasi Bakar ala Keluarga Rustanto

Bumbu nasi pedas:

  • 2 siung bawang merah besar (setara 8-10 bawang merah Indonesia)
  • 5 siung bawang putih
  • 2 buah cabai besar
  • 5 buah cabai rawit merah (cabai rawit beku di sini, edun lah pedasnya, 5 aja cukuuup)
  • 1/2 buah tomat

–> goreng semua bahan, kemudian blender. Sisihkan, untuk kemudian dicampur kan pada santan yang sudah mendidih

Bumbu nasi santan gurih:

  • 2 buah bawang merah besar, iris halus, goreng
  • 3 buah cabai merah besar, iris halus, goreng

–> sisihkan, untuk kemudian dicampur kan pada santan yang sudah mendidih

Bahan nasi:

  • 500 gram beras
  • 700 ml santan
  • 1 batang serai
  • 2 daun salam
  • 2 daun jeruk
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt merica

–> Cuci bersih beras. Sisihkan.

–> Masak santan, serai, daun salam, daun jeruk sampai mendidih. Masukan garam, gula, merica dan bumbu nasi (silahkan pilih mau yang bumbu nasi pedas atau bumbu nasi gurih. Biarkan mendidih. Masukan nasi. Aduk rata terus menerus sampai air terserap. Sisihkan.

Resep isian nasi panggang ala Keluarga Rustanto

Tuna Pedas

Bahan:

  • 2 kaleng  tuna, setara 400 gr  (saya pilih dalam rendaman minyak zaitun. Pada dasarnya bebas ya, mau tuna kaleng atau tuna segar)
  • 1 buah bawang bombay, iris halus
  • 5 siung bawang putih, iris halus
  • 2 cabai merah besar, iris menyerong
  • 10 buah cabe rawit, iris menyerong
  • 1 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir
  • 6 sdm kecap manis

–> Tumis bawang bombai, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit sampai harum mewangi, masukan tuna. Tambahkan garam, gula dan kecap manis. Aduk rata. Masak kurang lebih 5 menitan lagi. Koreksi rasa. Rasanya itu maniiiis tapi pedaaaas. Dan siap digunakan sebagai isian nasi panggang.

Ayam Jamur

Bahan:

  • 250 gr dada ayam fillet, potong kotak-kotak kecil
  • 250 gr jamur kuping, iris tipis
  • 250 ml air

Bumbu dihaluskan:

  • 2 buah bawang merah besar
  • 4 siung bawang putih
  • 1 ruas jahe
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdm garam
  • 3 sdm gula pasir

Bumbu tambahan:

  • 1 buah serai, geprek
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 8 sdm kecap manis

–> Tumis bumbu halus sampai harum, masukan serai dan lengkuas. Masukan ayam fillet, aduk rata dengan bumbu, diamkan 5 menit. Masukan air. Masak sampai ayam matang. Masukan jamur dan kecap. Koreksi rasa. Biarkan sampai air terserap habis. Dan siap digunakan sebagai isian nasi panggang.

Panjang yaaah.. lelaaaah.. hehe. Setelah semua siap, yuk mari kita tata nasi di daun pisang, isi dengan isiannya, lipat yang rapi, bungkus dan kukus selama kurang lebih 30 menit. Dan kemudian panggang.

Naaaah, kalau buat saya, saat saya membuat nasi panggang bumbu nasi pedas, saya suka isiannya ayam jamur yang manis ini. Dan saat membuat nasi panggang bumbu gurih, saya isi dengan tuna pedas. Tentu saja semua kembali ke selera masing-masing yaaa.

Selamat mencoba!

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Mie ayam yamin

wp-image-929004035jpeg.jpg

Mie ayam yamin! sempat jadi trending topik di ranah Enschede Raya hihihihi. Buat saya mie yamin sudah tidak asing lagi. Dulu sewaktu masa tinggal di Bogor, waah mie yamin bangka depan PLN itu mah langganan, hits banget lah. Walau yah tempatnya mah warung makan ala kadarnya gitu. Trus beberapa kali juga makan mie yamin sama teman-teman di jalan kecil belakang Plaza Ekalokasari. Itu juga enak banget. Pernah juga sekali di ajak makan di gang yang paling hits di kalangan anak SMA di Bogor, Gang Selot. Bener gak ya dulu makan mie yamin disitu? haha lupa juga yaaa.. secara sudah puluhan tahun yang lalu.

Omooo.. iya serius, sudah 20 tahun lebih loh sejak pertama kali saya tinggal di Bogor. Kadang kangen Bogor ih!

Kembali ke mie yamin. Tapiii saya belum pernah membuatnya sendiri. Baru pernah membuat sekitar tiga kalilah. Itu pun tentu saja setelah berada di sini, di bawah langit Enschede ini. Yeaaah segala kekangenan terhadap makanan, dibarengi keterpaksaan karena gak ada yang jualan, plus punya banyak waktu buat googling resep, maka jeng jreng jadilah bisa bikin mie yamin. Hihi.

Semua resep dibaca terus, dipantengin terus, dipikir-pikir terus, sampai akhirnya terkumpul kekuatan (lebay!) buat bikin.

Sedikit tips dari saya, karena setelah tiga kali membuat, dengan resep yang tentu saja selalu berbeda >”< dan berbeda rasa, saya rasa resep dengan penggunaan kemiri yang kebanyakan itu yang paling gak enak. Jadi masak ayamnya jangan kebanyakan kemiri yah!

Dan berikut adalah resepnya. Tentu saja sudah saya modifikasi sesuai selera hati yaaaa.

Mie Ayam Yamien ala Keluarga Rustanto

Bahan ayam:

  • 400 gr ayam filet (pada dasarnya sih bebas lah ya, mau bagian mana, tergantung selera dan ketersediaan)
  • 100 gram jamur champignon
  • 500 ml air

Bumbu dihaluskan:

  • 2 bawang merah besar –> setara 8-10 bawang merah kecil di Indonesia
  • 5 siung bawang putih
  • 4 kemiri
  • 1 sdt kunyit bubuk
  • 2 sdt merica bubuk
  • 2 sdt ketumbar
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas
  • 1 sdm garam
  • 2 sdm gula pasir

Bumbu tambahan:

  • 1 batang serai, geprek
  • 5 sdm kecap manis

Cara:

  1. Cincang kasar ayam. sisihkan.
  2. Tumis bumbu halus. Tambahkan serai. Masak sampai harum.
  3. Masukan ayam. Aduk-aduk sampai merata.
  4. Masukan 500 ml air.
  5. Masak sampai mendidih dan air menyusut.
  6. Masukan kecap. Masak hingga kental.

Bahan mie yamin:

1 pak Mie telor (saya pakai yang tipe lurus, dengan merk Kuda Menjangan, ada di Peter Hu, Het Osten) –> 1 pak ini mah kurang lah, kalau yang makan saya, pakuban dan fardut, habis dalam sekejap 😉

Bumbu mie yamin:

  • 5 sdm minyak goreng
  • 5 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1 buah bawang merah besar, iris kasar
  • 3 buah bawang putih, iris kasar
  • 1 ruas jahe, iris kasar
  • 1 ruas lengkuas, iris kasar

Cara:

  1. Seduh mie dengan air panas. Tiriskan.
  2. Panaskan minyak, dan masukan semua bumbu mie yamin KECUALI KECAP. Goreng hingga harum. Saring minyaknya.
  3. Masukan kecap ke dalam minyak yang sudah disaring tadi. Aduk rata.
  4. Ambil mie yang sudah ditiriskan, masukan minyak kecap tadi. Aduk rata.

Siap disajikan dengan ayam, taburan daun bawang dan sambal cabe rawit! Yum yuuuuum!

Oh oh dan saya pernah juga baca ya, minyak yang buat mie yamin nya ini, lebih oke lagi kalau diberi kulit ayam. Jadi kulit ayam, di sangrai tanpa minyak, lalu lama kelamaan akan keluar minyak sendiri, nah minyak itu yang digunakan untuk menggoreng semua bumbu yamin nya. Kayaknya sih lebih cihui yaaa, tapi demi melihat timbangan, duh pakai minyak biasa aja lah saya mah. Hehehehe.

 

 

 

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Sambal Goreng Ati Kentang

img_20160818_170836

Masakan ini adalah sahabatnya opor ayam. Hehe. Trus dimakannya pas lebaran, pakai ketupat atau lontong dan tentu saja kerupuk udang. Enaknya kebangetan!

Namun tidak pernah terbayangkan sedikitpun dalam pikiran saya bertahun lalu, jika pada suatu hari nanti saya akan memasak menu ini. Sering sih melihat mamah memasak menu ini saat lebaran, tapi mamah menggunakan ati sapi dan menambahkan santan, jadi sedikit berkuah.

Tapi yah sejarahnya dulu adalah saya paling geli sama urusan dapur. Pegang cabe gak mau, apalagi makan cabe. Disuruh bantuin potong bawang, gak mau pegang bawangnya dong, ya pakai garpu hehe. Tapiiiiii tapiiiiii takdir dan hidayah Allah membawa saya ke jalan ini. Dimana keadaan memaksa saya untuk belajar dan bisa masak. Alhamdulillah yah.

Naaah menu ini cukup sering menjadi menu andalan kala katering reguler Dapur-Alisha masih berjalan. Alhamdulillah nya di Belanda ini, banyak tersedia kentang yang sudah potongan di supermarket. Dan ada pula yang kentang bulat kecil dan sudah dikupas. Jadi memasaknya lebih mudah, gak perlu kupas dan potong. Tinggal beli, sreng goreng. Cihuy kan!

img_20160818_171921
Ini contoh kentang yang biasa saya beli. Sudah dalam potongan kotak kecil, ada juga yang bulet-bulet.

Daaan berikut adalah resepnya.

Sambal Goreng Ati Kentang ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • ± 400-500 gr kentang, potong kotak, rendam air yang diberi 1 sdm garam selama 1 jam. Tiriskan. Goreng. Tidak perlu sampai matang kecoklatan.
  • 250 gr ati ayam. Rebus. Potong kecil. Goreng dengan minyak sedikit. Hanya agar sedikit mengeras.

Bumbu halus:

  • 4 bawang merah besar (setara 15-20 bawang merah Indonesia)
  • 8 siung bawang putih
  • 10 cabai merah besar
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 50 gr gula jawa, sisir

Bumbu tambahan:

  • 5 daun jeruk
  • 2 batang serai, geprek
  • 1 ruas lengkuas, geprek

Cara:

  1. Goreng bumbu halus dengan. Sampai harum dan benar-benar matang. Jadi iya digoreng bukan ditumis yah. Hehe soalnya menggunakan minyak yang banyak.
  2. Masukan bumbu tambahan.
  3. Koreksi rasa.
  4. Masukan kentang dan ati ayam. Aduk-aduk rata.

Daaan siap disajikan! Dimakan dengan nasi putih saja sudah cihuuuy, apalagi sama lontong, opor dan kerupuk udang, Zpektakuleeeeer!

Selamat mencoba!

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Ayam Goreng Bumbu Kelapa

Yes ayam goreng! all time favourite. Masakan paling umum di Indonesia yah. The kunyils juga suka. Tapi bedanya adalah, kalau Farza sangat suka kulit dan tulang mudanya, sementara Ina hanya mau dagingnya saja, jangan sampai kena kulitnya, pasti dilepeh, jadi suka bikin Ibu kezeeel.

Selain ayam goreng biasa, mereka juga suka ayam goreng ala ala KFC gitu, daaan tentu saja ayam goreng kelapa kreasi Ibu doooong. Ayam goreng bumbu kelapa ini sebenarnya ayam ungkep bumbu komplit, ditambahi air kelapa dan parutan kelapa. Jadi rasanya gurih kriuk tapi ada secercah manis dari air kelapanya.

 

wp-image-1852640124jpg.jpg

 

Iya ya penampakan memang kurang cantik yah, hiks amatir fotonya. Tapi insya allah rasanya yummy!  Yuuuk ah cusss ke resepnya.

Ayam Goreng Bumbu Kelapa ala Keluarga Rustanto

Bahan:

  • 1 ekor ayam utuh, potong sesuai selera
  • 500 ml air kelapa (saya beli air kelapa merk kalengan di toko asia)
  • 250 ml air biasa

Bumbu dihaluskan:

  • 1 bawang merah (setara 4-5 bawang merah kecil Indonesia ya)
  • 4 siung bawang putih
  • 5 butir kemir
  • 1 ruas jahe
  • 1 sdm ketumbar bubuk
  • 1 sdt kunyit bubuk
  • 1 1/2 sdm garam

Bumbu tambahan:

  • 100 gr kelapa parut kering (kalau disini dalam kemasan kering, ada di toko asia)
  • 1 ruas laos, geprek
  • 1 buah serai, geprek
  • 3 daun jeruk
  • 1 daun salam

Cara:

  1. Masukan ayam ke dalam panci. Tambahkan air kelapa, air biasa, bumbu halus dan bumbu tambahan. Aduk rata.
  2. Masak sampai air menyusut. Masukan kelapa parut kering.
  3. Masak lagi sebentar. Matikan api.
  4. Goreng ayam dalam minyak panas dan banyak.
  5. Siap disajikan dengan nasi hangat. Tambah lalapan dan sambal makin cihuuuy.

Selamat mencoba!

 

 

 

Ibu Arin, Resep Keluarga Rustanto

Bistik Daging

#postingan ini bagaikan hoax huhu karena tak ada fotonya. Kezeeel gak ketemu fotonyaaa. Ini sambil ubek-ubek. Tapi pengen posting resep, abis udah ngendon di draft lamaaa. Nyusul yaah fotonya#

#update: udah ada fotonya looooh, scroll ke bawah yaaaa :-*

Ini adalah masakan favorit saya waktu kecil. Dan juga masakan favorit mamah sewaktu beliau kecil. Dan sekarang, kedua unyils pun sukaaaa banget sama masakan ini. Jadi resepnya adalah resep warisan keluarga.

Masakan ini bercita rasa manis, dan sebenarnya bukan hanya untuk anak kecil dan balita sih, orang tua juga super suka tentunya, tinggal makannya dipadu padankan dengan sesuatu yang pedas.

Sewaktu saya kecil, saya sering melihat mamah membuat masakan ini. Masih jelas sekali dalam ingatan saya, bagaimana mamah mengiris-iris dagingnya, mengiris bawang merah tipis-tipis, menambahkan mentega dan meremas-remas dengan tangan. Harum bau daging, bawang merah dan mentega nya pun masih seperti tercium di ujung hidung saya.

Itulah ya, kenangan indah masa kecil itu sungguh ya terpatri di dalam hati. Ah kangen mamah deh, ibu peri kesayangan #langsungmelow hiks.

 Langsung aja deh cusss ke resepnya.

Daging bistik ala Mamah Eyang Keluarga Rustanto 🙂

Bahan:

  • 500 gr daging (saya sih gak terlalu pakem harus yang tanpa lemak ya, jadi bebas aja, sesuai stok di rumah), diiris-iris tipis dan kecil ya.
  • 100 gr mentega
  • 1 bawang bombai, belah dua, iris halus
  • 2 bawang merah (di Belanda bawang merahnya gede ya, jadi dua aja cukup, kalau mamah  di Indonesia sih biasanya sekitar 6-8 ), iris tipis dan halus
  • 1 buah tomat, belah empat
  • 1 liter air

Bumbu:

  • 1 sdt garam
  • 5 sdm gula pasir
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdt pala bubuk
  • 2 sdm saus tomat
  • 10 sdm kecap manis

Cara:

  1. Masukan daging dalam wajan/panci, tambahkan bawang bombay, bawang merah dan mentega. Remas-remas, sampai semua tercampur. Tutup dan diamkan 1 jam. Atau semalaman dalam kulkas juga oke.
  2. Masak daging, dengan api kecil. Tunggu sampai mentega meleleh dan daging berubah warna menjadi abu-abu.
  3. Masukan garam dan air. Masak hingga daging empuk dan air menyusut.
  4. Masukan tomat, gula, merica, pala, saus tomat dan kecap. Aduk rata. Masak lagi hingga terlihat seperti berkaramel, lengket, coklat. Koreksi rasa.
  5. Dan siap disajikan dengan nasi hangat. Yummy!

Easy peasy kan! Selamat mencoba!

————————————– UPDATED

Yeaaaay akhirnya bisa posting fotonya. Sebenarnya dua minggu ini juga masak daging ini, khusus buat anak-anak aja, porsi kecil. Cuma yah gituuu, diantara deru debu kerjaan rumah dan anak-anak yang sangat demanding ini, sulit sungguh suliiit terkadang untuk bisa memotret makanan dengan baik dan benar. Belum lagi, begitu abis matang udah langsung sigap haap haaap nyuapin, eh baru sadar harusnya difoto dulu sebelum disuapin.

Yah begitulah, rasanya cita-cita jadi food blogger masih jauuuh pisaaaan. Hiks. Hehe. Lebay.

Dan taraaaaa inilah fotonya. Ini saya masak dengan menggunakan hanya 250 gram daging ya.

wp-image-1731147640jpg.jpg